
π»π»π»π»
Mike menaikan resleting celananya lagi setelah puas menyalurkan hasrat liarnya pada Clara. Bibirnya tersenyum puas melihat Clara yang terkapar dan sudah tak sadarkan diri. Dua putaran ia bermain-main dengan wanita itu dan rasanya Mike sangat puas
Mike menarik selimut dilantai lalu menyelimuti tubuh lemah Clara. Sejenak ia memandang wajah lelah Clara sebelum keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar itu. Terakhir Mike memasukan kunci pintu kamar itu kedalam kantung celananya
" Apa kau sudah gila Mike?" Jelo mencerca pria yang baru saja menghempaskan tubuhnya disofa. Wajah Mike tampak tak merasa bersalah, pria itu malah meletakannya diatas kepala sofa dan memejamkan mata
" Aku sangat puas malam ini." Ucap Mike dengan senyum dibibirnya
" Kau benar-benar gila, kau sudah tidak waras." Mike tertawa lalu mengangkat kepalanya
" Apa kau menyukai wanita itu? kenapa kau semarah ini?"
" Mike, kau keterlaluan, bisa-bisanya kau memperkosa wanita yang tidak bersalah."
" Salahnya karena mendengar obrolan kita.: Saut Mike santai lalu menyalakan rokoknya lagi
Jelo menarik nafasnya kesal." Kau akan menambah masalahmu!"
" Siapa bilang?"
" Mike!"
" Aku punya sesuatu yang takkan pernah dilupakan wanita itu!" Bibir Mike menyeringai licik
" Tidak, jangan lebih gila dari ini."
" Jelo, sejak kapan kau cerewet seperti ini, apa kau benar-benar tertarik padanya?" Kedua mata Mike menyipit pada Jelo
" Pikiranmu tidak jernih!" saut Jelo membuat Mike tertawa
" Karena kau tidak merasakannya, wanita itu benar-benar membuatku puas!"
" Bos, apa kami boleh?" Mike langsung menoleh pada Ferry
__ADS_1
" Silahkan saja!" Ferry dan Martin tampak senang, keduanya bangkit berdiri dan hendak melangkah
" Itupun kalau kalian sudah bosan hidup!" Tambah Mike menghentikan keduanya, keduanya tampak kecewa, padahal Ferry yang sejak awal paling bersemangat menginginkan Clara, dia pengaggum artis cantik itu, tubuh dan wajah Clara selalu menjadi fantasi liarnya. Namun sayangnya ia tak bisa mendahului si bos dalam hal apapun termasuk wanita
" Dia milikku, setidaknya sampai aku merasa bosan." Ucap Mike membuat Jelo jengah, kelakuan Mike memang tak setampan wajahnya
Keesokan paginya Clara terbangun. Ia membuka matanya dan termenung, ia pikir apa yang ia alami semalam hanya mimpi, nyatanya semuanya adalah nyata, Clara terbangun ditempat asing yang tak ia kenali
Airmata Clara kembali berurai mengingat kejadian semalam. Bibirnya bergetar ingin menjerit, jemarinya merremas selimut dibagian dada, merasakan sakit dihatinya, seumur hidup tak pernah terpikir akan menjadi korban pelecehan s*k*ual
" Brengsek!" umpat Clara merasakan seluruh tubuhnya terasa ngilu terutama di bagian bawah, area sensitifnya semalam terkoyak, terluka sampai mengeluarkan darah yang selama ini Clara jaga hanya untuk pria pujaannya kelak
Rasanya milik Mike masih terasa mengganjal didalam sana. Mike mempunyai tubuh dan wajah blasteran, tak ayal kepunyaan pria itupun akan sama seperti pria-pria dari barat lainnya
Ceklek
Clara spontan kembali menutup mata ketika mendengar suara pintu terbuka. Hidungnya mencium aroma masakan yang kuat yang membuat cacing-cacing dalam perutnya meronta
" Waah cantik sekali." Gumam suara rendah seorang wanita. Clara membuka matanya dan melihat ternyata seorang pelayan dengan nampan berisi makanan
" Katakan padanya, aku tidak sudi!" Jawab Clara
" Nona, Tuan Mike bisa marah." Clara bangkit duduk lalu menepis kencang nampan ditangan pelayan tersebut
Brunngg
Branng
Menimbulkan suara riuh, terdengar sampai luar kamar. Mengganggu sarapan Mike dan yang lainnya dimeja makan. Semuanya berhamburan kekamar dimana Clara berada
" Tuan, nona tidak mau makan."
" Aku tidak sudi, aku tahu didalam makanan ini pasti ada racunnya kan? dengar baik-baik kau brengsek, aku akan tetap hidup dan akan melaporkan semuanya pada polisi, n*rkoba, pemerk*saan. Hanya hukuman mati yang pantas untukmu!" Tutur Clara bersungut-sungut dengan kedua tangan menahan selimut
Sementara keempat pria itu tampak tenang, terutama Mike. Ketika pria itu melangkah mendekat, Clara sedikit merengut takut
__ADS_1
" Ambilkan sarapan lagi untuknya." Perintah Mike pada pelayan wanita paruh baya itu lalu duduk disisi ranjang membuat Clara beringus menjauh
" Aku akan melepaskanmu, jadi tenanglah." Ucap Mike mencoba menggapai pipi Clara namun wanita itu menjauh lagi. Mike bukan orang yang sabar dan lembut, ia menarik lalu menjammbak rambut Clara membuat wanita itu meringis
" Sampai aku puas bersenang-senang denganmu." Bisiknya dengan bibir menyeringai
Cuuuiihh
Clara meludahi wajah Mike lalu tertawa kencang
" Jangan mimpi, sebelum itu terjadi. Polisi akan menangkapmu. Kau akan membusuk selamanya dipenjara." Ucap Clara membuat ketiga pria yang berdiri tak jauh dari ranjang ingin sekali tertawa dengan keberanian Clara, mereka menatapi Mike yang sedang mengusap air liur Clara dipipinya lalu menoleh pada mereka, ia mengibaskan tangan mengisaratkan ketiganya untuk keluar dari kamar tersebut
Clara yang awalnya berani jadi ketakutan lagi ditinggal berdua dengan Mike. Apalagi saat Mike semakin menjammbak rambutnya, kedua mata Clara kembali berkaca
" Katakan padaku? permaianan mana yang kau sukai? kau suka diikat, dipukul atau an**mu dimasuki."
" Kau benar-benar pria brengsek!" Mike menyeringai lalu naik keatas kasur, ia membuka kedua celana tanpa melepaskan Clara dan memaksakan adiknya masuk kedalam mulut Clara
" Buka!" Perintah Mike dengan tatapan bengisnya. Clara pantang menyerah ia merapatkan bibirnya, hal itu membuat Mike semakin marah. Ia menarik selimut lalu mendorong Clara hingga wajahnya tersungkur ke bantal
Tanpa ba bi bu Mike menyatukan dirinya lagi dan Clara dari belakang. Wanita itu menjerit histeris, sisa semalam masih terasa sakit ditambah sekarang Mike memasukinya tanpa pemanasan lebih dulu. Clara menjerit-jerit membuat para pendengar yang diluar merasa ngilu, termasuk pelayan yang akan membawa sarapan kekamarnya
Bokong Clara yang mulai bergetar karena hujaman itu tak luput dari tamparan kasar Mike. Clara kembali menangis, terisak kesakitan yang akhirnya membuat Mike mengalah. Pria itu menarik dirinya lalu mengambil saliva dalam mulutnya sebagai pelumas untuk penyatuannya dan Clara
" Sakit.." Rintih Clara
" Kumohon, hentikan. Ini benar-benar sakit." Rintih Clara lagi mencengkram sprei putih itu sekuat mungkin, tapi Mike? pria itu terlihat menikmati semuanya, peraduan tubuhnya dan Clara, sempitnya milik wanita itu untuk Mike
" Ooohh." Clara jijik mendengar de****n dibelakang tubuhnya, tapi mau bagaimana lagi, tenaganya tak sekuat Mike
Setelah puas dengan posisi begitu, Mike mengubahnya. Ia menarik tubuh Clara sampai terlentang, membuka kedua kakinya, wanita itu tampak pasrah, tak berontak bahkan tangisannya pun berhenti, hanya memejamkan kedua mata dan mengatupkan bibirnya
" Enak bukan?" goda Mike mendekati Clara, ia cengkram buah dada itu dengan satu tangannya. Menatapi wajah cantik itu sejenak sebelum membenamkan wajahnya didada Clara dan kembali menyatu
-
__ADS_1
-