
π»π»π»π»
Clara membuka kedua mata dan menatap langit-langit kamar. Kedua matanya kembali berkaca-kaca. Pelarian dirinya ternyata tak berhasil, ia kembali tertangkap oleh Mike dan kawan-kawan. Namun sekarang ada yang aneh, tubuh Clara kini memakai pakaian, sebuah dress pink dengan corak bunga-bunga
Clara mencoba bangun ditengah kepala yang sangat pening, bumi seakan berputar saat ini. Bayangkan saja sejak kemarin ia tak mengisi perutnya sama sekali
Ceklek
Pintu kamar itu terbuka menampilan Jelo dan seorang pelayang yang kemarin Clara lihat
" Makanlah sarapanmu Clara, setelah itu kau boleh pulang." Clara hanya terdiam sementara Jelo mendudukan dirinya disamping Clara
" Kau akan mendapat kompensasi atas apa yang terjadi dan aku tidak akan menggantimu dengan artis lain."
" Kau pikir aku wanita mata duitan, hanya karena kau memberiku uang aku akan menutup mulut?" Jelo mengedikan bahunya acuh
" Itu pilihanmu, Mike sudah berbaik hati-"
" Brengsek, kalian semua akan menanggung akibatnya." Ucap Clara
" Makanlah, setelah itu aku akan mengantarmu!" Clara tidak mengerti, kemarin para pria itu seperti orang gila mengejarnya
Dengan mata menajam pada Jelo, Clara mengambil nampan berisi sarapan pagi." Apa ini ada racunnya?" tanya Clara
" Kau pikir kami sejahat itu?" Clara tertawa lalu melempar nampan itu kelantai hingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras
" Aku tidak sudi, aku ingin pulang sekarang."
__ADS_1
" Baiklah." Saut Jelo
Jelo mengantar Clara menuju kekediamannya di sebuah Apartement dikawasan Jakarta selatan. Tiba didepan pintu Clara disambut kedua asistent dan managernya, ketiganya tampak khawatir karena Clara sangat sulit dihubungi
" Clara, kau darimana saja? kami mencarimu?" Tanya Serena beruntun dengan wajah khawatir menatapi wajah Clara yang dipenuhi luka lebam
" Clara apa yang terjadi? kau tahu kan kita ada dua iklan kemarin? kau melewatkan itu semua dan harus membayar denda." Clara hanya diam, jiwa wanita itu seolah menghilang entah kemana. Ketiganya melirik Jelo dengan wajah pensaran kenapa artis mereka bisa bersama sang sutradara? atau keduanya menjalin hubungan?
Tapi pria itu juga sama seperti Clara hanya diam tanpa kata." Aku pergi lebih dulu." Malah pamit dan pergi begitu saja meninggalkan semua orang
" Jangan ganggu aku, aku ingin sendiri."
" Mana bisa begitu Clara? kita banyak sekali jadwal."
" Aku mohon, biarkan aku sendiri. Batalkan semuanya."
" Apa yang terjadi?" Tanya sang manager pada keduanya
Sementara didalam, Clara menjatuhkan dirinya dilantai dan menangis. Meluapkan semua rasa emosi, kehilangan harga diri membuat Clara merasa hancur. Ia dipermalukan oleh Mike, dilecehkan bahkan semuanya pria itu ambil dari hidup Clara
Clara merasa dirinya kotor, ia mencakar dada, buah dada yang tertutupi dress merah muda Clara tidak tahu bahwa dress itu sengaja dibelikan oleh Mike untuknya. Dengan langkah gontai Clara menuju dapur, ia meminum air putih sebanyak mungkin
Sudah mau dua hari ini Clara tak makan, rasa sakit membuat Clara kehilangan selera makan. Lalu Clara menuju kamar, meskipun begitu ia harus tetap bertahan hidup. Clara meraih ponsel yang masih dalam tas untuk memesan makanan, ia pesan pizza dan beberapa minuman soda
Kemudian menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya. Didalam sana Clara kembali menangis, mencakar-cakar seluruh tubuhnya yang pernah dijamah Mike hingga terluka dan mengiris kulitnya. Clara menangis lagi hingga kedua matanya menyipit hampir tak terlihat
Setelah tubuhnya terasa menggigil luar biasa, akhirnya Clara keluar dari kamar mandi dan memakai piyama tidurnya yang berwarna kuning terang. Clara menuju pintu ketika mendengar suara bell
__ADS_1
Ceklek
Clara terkejut dengan pengantar pizza yang seorang pria. Clara merasa trauma berhadapan dengan pria hingga ia kembali menutup pintu dan hanya menyisakan untuk tangannya saja membuat pria itu merasa heran. Cepat-cepat Clara membayar dan mengambil pizza tersebut lalu kembali menutup dan mengunci pintu rumahnya. Clara menuju sofa ruang tamu dan membuka pizza. Karena lapar ia sangat rakus memakan pizza tersebut, baru beberapa potong makan, ia mendapat sebuah pesan baru dari nomer yang tak ia kenali
Pizza ditangan Clara terjatuh ketika ia membuka pesan berisi pesan video tersebut, airmata Clara tak terbendung, sakit hatinya membuncah
( Jangan berani membuka mulut, atau aku akan menyebarluaskan video itu.)
Pesan berikutnya yang muncul dilayar ponsel Clara
" Dasar brengsek!" Clara melempar ponselnya membentur lantai dan kembali menangis histeris. Clara merasa hidupnya yang bersih tanpa noda itu terbalik, kini hidupnya dibawah genggaman Mike
" Mama, tolong anakmu!" Isak Clara menatap tajam ponselnya sendiri. Dalam video tersebut Clara terlihat menikmati permainan Mike pada tubuhnya. Pergulatan panas mereka yang Mike rekam dalam ponselnya, entah kapan pria itu melakukannya, yang pasti dalam ponsel itu hanya tubuh dan wajah Clara yang terlihat sementara Mike hanya bagian burungnya saja yang keluar masuk kewanitaan Clara
Sementara di sebrang sana Mike tampak senyum-senyum sendiri, membuat beberapa orang yang sedang meeting dengannya merasa heran, terutama Jelo. Sejak memulangkan Clara, perasaan Jelo ketakutan, takut wanita itu melaporkan penculikan mereka pada pihak berwajib, Jelo takut karirnya sebagai sutradara terkenal hancur karena ulah temannya
Jelo tidak tahu bahwa Mike sedang menonton aksi panasnya dengan Clara dalam ponselnya. Beberapa adegan dirinya saat menguasai tubuh Clara ia rekam disana. Mungilnya kewanitaan yang dimasuki burung besarnya menjadi perhatian Mike, sejujurnya tubuh itu mulai menjadi candu untuk Mike sejak pertama kali Mike menyentuhnya. Mike mengirim lagi pesan pada Clara
( Anggap saja ini kenangan kita bersama.. sayang.)
Mike terbahak sendiri, entah kenapa ia sangat senang mengerjai wanita yang telah ia perdayai itu, seakan ia memang pria yang tak punya hati nurani, membuat Fery merasa heran dan berputar, ia mengikuti pandangan Mike pada ponselnya dan ikut tertawa. Hingga Mike sadar dan menoleh kebelakang, tatapannya menajam pada Ferry yang seketika itu juga menciut takut dan segera kembali ke tempatnya
" Berani sekali kau, kucongkel juga kedua matamu!" umpat Mike kesal, bagaimanapun Clara saat itu tak berpakaian, bisa dipastikan Ferry melihat dengan jelas tubuh Clara terutama bagian bawah Clara yang sedang dimasukinya
" Maaf." Saut Ferry menunduk takut tapi bibir pria itu tersenyum misterius, seperti dugaannya Clara mempunyai tubuh yang indah, pantas saja Mike sampai berkali-kali meniduri wanita itu. Ferry semakin tertarik pada sang artis yang sudah ia kagumi sejak tahun lalu ketika Clara mulai terkenal
-
__ADS_1
-