
π»π»π»π»
Jantung Clara dag dig dug saat tadi ia tak sengaja menyentuh dada liat Mike ketika pria itu menyelamatkan Clara dari kejatuhan koper miliknya. Clara tak mengerti dengan jantungnya kini, semenjak mendengar janji yang Mike lontarkan dihari pemberkatan pernikahan mereka Clara merasa jantungnya mulai tidak normal. Ia jadi sering gugup bila didekat Mike
" Clara." Sam memanggil membuat Clara tersadar
" Kenapa Sam?"
" Siapa wanita itu?" tanya Sam menunjuk wanita yang digandeng Mike, sesaat Clara menatapi keduanya yang memang sangat dekat
" Dia rekan kerjanya."
" Dia lumayan cantik, kau harus berhati-hati Clara."
" Kau tahu pernikahanku bukanlah pernikahan seperti itu."
" Lalu pernikahan seperti apa?" Timpal Serena ikut mendekati keduanya yang menatap ke jendela pada mobil yang kini mulai melaju meninggalkan halaman rumah
Clara membisu dengan jemari menyentuh perutnya
" Meskipun tanpa cinta, aku yakin kau dan Mike akan mampu membesarkan anak kalian dengan baik." Ucap Serena menyentuh pundak Clara
" Aku berharap begitu, tapi aku tidak tahu kedepannya pernikahan kami akan seperti apa. Sebisa mungkin aku hanya ingin bayiku punya ayah."
" Tapi bukan berarti kau membiarkan pelakor bebas begitu saja." Sam menimpali
" Pelakor?"
" Mike dan wanita itu."
" Mereka rekan kerja."
" Sayangku come on, kau jangan sepolos ini. Kau seorang wanita tentu bisa membedakannya bukan? wanita itu menyukai suamimu!" Clara lagi membisu untuk sesaat
" Aku tidak tahu, aku tidak memikirkan hal itu. Aku juga tidak perduli dengan yang Mike lakukan dibelakangku."
__ADS_1
" Sungguh kau tidak akan perduli." Clara mengangguk cepat
" Kau yakin?" Clara mengangguk lagi
" Pria setampan itu kau yakin?"
" Dia tidak tampan." elak Clara
" Matamu tidak bisa berbohong sayang, matamu mengatakan kalau Mike sangat tampan." Clara bergerak membelakangi keduanya, tak menjawab malah melengos pergi, kedua pipinya merona. Jika saja ia dan Mike tak bertemu dalam kejadian memalukan itu, mungkin Clara memang akan jatuh cinta pada pesona Mike namun dalam hati Clara meyakini bahwa ia begitu membenci Mike
Dikantor Mike sibuk bekerja, mencatat semua bukti dan transaksi Guzman, Ferry dan Martin untuk diserahkan pada hakim. Pria yang baru kemarin menikah itu memaksakan diri untuk bekerja. Sebenarnya ini hanya keinginan Mike semata, Mike tidak tahu apa yang harus ia lakukan dirumah. Jika pernikahannya dilandasi rasa cinta mungkin kini Mike sedang bersenang-senang bersama istrinya, mengurung istrinya dikamar selama seharian. Tapi Clara? tubuh wanita itu selalu gemetar didekati Mike, terlihat sangat takut pada Mike. Mungkin juga trauma karena dilecehkan olehnya
" Mike, bukankah harusnya kau pergi honeymoon?" Mike cukup terkejut dengan kehadiran atasanya yang mendadak tersebut. Pria bertubuh gempal itu langsung saja duduk dikursi Mike
" Aku harus selesaikan kasus ini dulu, baru aku bisa tenang." Saut Mike beralasan lalu kembali pada komputernya
" Minggu depan aku mengadakan pesta untukmu dan Jelo. Tidak ada alasan untuk tidak datang. Ajaklah istrimu." Mike hendak membuka mulutnya untuk menjawab
" Hotel green island."
" Yes, kau tidak akan menyesal. Ini disponsori langsung oleh presiden. Kau harus bangga!" Perintahnya sembari menepuk pundak Mike dan berlalu pergi
" Mike." Panggilan suara merdu itu lagi-lagi Mike diganggu
" Rena, ada apa?"
" Ayo kita rayakan kemenanganmu?" Mike tampak menimbang ucapan Rena, wanita itu tak masuk hanya berdiri diambang pintu
" Aku akan memikirkannya."
" Kenapa harus dipikirkan?" Kini suara cempreng Airin menyaut, wanit itu menerobos Rena dan duduk diatas meja dihadapan Mike
" Sejak kapan kau memikirkan apa yang kita akan lakukan?" goda Airin melipat kedua tangannya didada
" Sekarang berbeda."
__ADS_1
" Inilah alasannya kenapa aku tidak suka kamu menikah." Mike tersenyum lalu menarik pinggang Airin sehingga tubuh itu turun dari atas mejanya
" Katakan pada yang lainnya, kita pesta. Aku yang akan membayar!" Airin dan Rena bersorak senang akan perkataan itu, Airin bahkan sampai duduk dipangkuan Mike dan mencium pipi pria yang sudah menikah tersebut, ini sudah biasa mereka lakukan karena sudah sangat lama dekat, Airin selalu manja pada seniornya itu dan itu sudah menjadi kebiasaan
" Kau yang terbaik Mike." Mike bangkit sehingga Airin turun dari pangkuannya, tapi kedua lengan wanita itu masih melingkar di leher Mike, untuk sejenak Airin menatap ketampanan itu
Ehem
Deheman Rena menyadarkan Airin sehingga melepaskan kedua tangannya. Diikuti Mike, kedua wanita itu keluar dari ruangannya dan pergi menuju ruangan Jelo
Mereka pergi ke karoke, makan dan minum sambil bernyanyi-nyanyi. Mike merasa lepas, pria itu bernyanyi berteriak seperti orang gila melepaskan semua bebannya
Mike hempaskan tubuh besarnya disofa disamping Airin." Mike apa kamu bahagia?" Mike menoleh pada Airin
" Kamu bahagia dengan pernikahanmu?" Mike tersenyum kecut
" Aku baru menikah sehari." Airin merasa semakin penasaran
" Kamu mencintai Clara?" Mike tertegun dengan pertanyaan Airin, ia hendak membuka mulutnya namun Jelo menghentikan itu. Pria itu menarik Mike berdiri untuk berduet bersama. Jelo seakan menghalangi Mike untuk membicarakan pernikahan yang terpaksa pada orang lain, bukan karena Mike tapi karena Clara, ia merasa kasihan pada wanita itu apabila Airin tahu bahwa Mike menikahi Clara karena harus bertanggung jawab pada janinnya
Malam harinya Mike pulang setelah minum-minun dulu bersama para rekan, merayakan kemenangan mereka semua. Mike punya kunci rumah sendiri sehingga ia tak perlu merepotkan para penghuni rumah untuk masuk kedalam. Mike yang sudah mengisi perutnya itu langsung menuju kamar
Ia mendekati ranjang dimana Clara sudah berbaring dan tertidur pulas. Wajah itu tenang dimata Mike, lalu jemari Mike terulur mengambil cetakan usg diatas meja nakas. Mike menatapi janin yang mulai terbentuk itu dengan lekat. Seharian ini pasti Clara bersama ibunya, wanita tua itu memang telaten dan penuh perhatian pada Clara. Pasti wanita itu juga yang memaksa Clara memeriksa kandungannya
Mike memutuskan pergi kekamar mandi setelah puas memandangi calon bayinya dalam cetakan usg tersebut. Sambil mandi ia memikirkan Clara, apa yang harus ia lakukan pada Clara, Mike bahkan tidak tahu bagaimana cara menangani seorang wanita, hidup Mike hanya dihabiskan untuk belajar demi menggapai impiannya. Adapun kesenangan yaitu ketika Mike merasa terbebani dan menyalurkan hasratnya pada wanita penghibur
Mike seperti lupa sudah menikah dengan Clara, ia bersiul dimalam hari dan siulan itu mengganggu tidur Clara, wanita itu membuka kedua matanya dan merasa terkejut melihat Mike yang sedang memakai pakaian. Clara meneguk ludahnya kasar, darahnya berdesir hebat. Mungkinkah ini karena hormon kehamilan, Clara jadi merindukan belaian pria saat ini, ia menyentuh perutnya sendiri
Clara menggelengkan kepala." Jangan Clara, meskipun karena hormon kehamilan, jangan sampai merendahkan harga dirimu." gumam Clara dalam hati lalu memejamkan matanya lagi
" Astaga aku lupa." Gumam Mike saat tak sengaja melihat Clara yang sedang tidur diranjangnya. Mike jadi tersenyum karena ulahnya sendiri
-
-
__ADS_1