Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten
Kenapa malam ini begitu cantik?


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Mike dan Jelo berjalan beriringan, dibelakang mereka ada Ferry dan Martin. Mereka memasuki sebuah rumah mewah yang seperti sebuah istana. Didepan rumah juga banyak sekali pengawal yang menjaga


Punya undangan langsung dari Guzman membuat Mike dan Jelo tak kesulitan untuk masuk kedalam rumah yang diyakini adalah rumah Guzman. Keduanya masuk kedalam dan disambut dengan suara musik yang merdu


" Selamat datang Tuan Mike, Tuan Jelo." Mike dan Jelo disambut oleh Guzman sendiri bersama seorang wanita yang memiliki penampilan anggun


" Selamat malam, Tuan Guzman." Saut Mike menjabat tangan Guzman, pria itu langsung menggandeng Jelo dan Mike untuk masuk kedalam dan duduk dimeja yang telah pria itu persiapkan untuk keduanya


" Tunggulah sebentar, saya akan menyambut bintang utama malam ini sebentarm" Mike maupun Jelo mengangguk, membiarkan Guzman pergi begitu saja. Kepala Mike mengedar memperhatikan setiap celah rumah yang bak istana tersebut


" Kuharap kita menemukan sesuatu yang besar malam ini." Bisik Mike


" Kita akan mendapatkannya." Saut Jelo


" Kau membawanya?"Jelo mengangguk lalu meraih tangan Mike untuk menyentuh pinggangnya. Sebuah pistol hitam membuat Mike tersenyum dan mengangguk


Keduanya menatapi Guzman yang berdiri didepan pintu, pria itu tersenyum pada wanita yang kini jadi pusat perhatian semua orang yaitu Clara


" Clara sang bintang paling bersinar tahun ini." Teriak Guzman membuat semua orang bersorak senang


" Clara, oh cantiknya." Ucap Ferry membuat Jelo terbahak


Clara memang luar biasa malam ini dengan balutan gaun hitam karya desaighner terkenal. Dipersembahkan Guzman untuk bintangnya malam ini, semua mata tertuju pada Clara, tak terkecuali Mike namun pria itu tampak datar


" Sampai tak mengedip, apa kau benar-benar tertarik pada Clara?" Ledek Jelo lagi


" Kenapa ada pria yang banyak sekali bicara seperti dirimu!" Gerutu Mike membuat Jelo terkikik lucu


" Bisa saja kan, saat bercinta kau memberikan hatimu juga." Mike berdecih lalu menoyor kepala Jelo


" Jangan asal bicara, atau aku akan merobek mulutmu!" Jelo tertawa lagi lalu memperhatikan Clara yang disambut baik oleh Guzman, pria itu merangkul pinggang Clara dengan mesra. Padahal dimata Jelo, Guzman adalah pria yang sudah beristri, yang menyambutnya tadi dan Mike adalah istri Guzman, tapi perlakuan Guzman pada Clara begitu berbeda, atau Guzman memang seperti itu pada artis-artisnya


Acara puncak acara itu adalah memotong kue untuk Clara, wanita itu tampak senang dengan apa yang ia capat sampai detik ini. Dipegangi Guzman, Clara memotong kue dengan tinggi dua meter itu, semua bersorak senang, mungkin dari artis-artis Guzman lainnya juga ada yang tampak iri dengan Clara


Acara selanjutnya acara bersenang-senang untuk semua orang. Guzman mengajak Clara berdansa membuat semua artis dibawah naungan Guzman merasa iri, Clara pendatang baru yang sukses besar hingga bisa memikat Guzman sang Ceo. Tangan Guzman yang melingkar dipinggang Clara itu menjadi perhatian Mike, meski tenang namun pria itu terus meminum cairan alkohol diatas meja

__ADS_1


" Mike, kau ingatkan tujuan kita datang kemari."


" Tentu saja, kenapa kau cerewet!" Jelo mencebikan bibirnya


" Kau iri pada Guzman?" Mike tak menjawab, kenapa juga ia punya teman semengesalkan seperti Jelo, pikirnya


" Baiklah, aku akan memberimu sedikit hadiah." Ucap Jelo lalu bangkit berdiri, Mike hanya diam tak menanggapi Jelo


Pluk


Tiba-tiba lampu dikediaman yang bak istana itu mati mendadak. Mike tersenyum misterius, dengan mata elangnya yang tajam ia mencari keberadaan Clara


" Bisa-bisanya kau Jelo." Gumamnya lalu berdiri dan melangkah menuju dimana Guzman dan Clara berada, Mike mengenali aroma tubuh Clara sehingga ia tak kesulitan mencari Clara


Wanita itu memekik ketika Mike menarik tangannya lalu menggeretnya menuju tempat sepi yaitu dilorong halaman belakang. Dengan pencahayaan terbatas Mike bisa melihat kedua mata Clara yang melotot padanya


" Kau mau apa brengsek?" tanyanya berbisik


" Bersenang-senang."


" Sudah cukup, aku tidak mau melihatmu lagi."


" Boooommm, karirmu yang kini sedang bersinar itu akan hancur meledak bagaikan bom waktu."


" Kenapa Tuhan menciptakan pria sejahat dirimu." Mike tertawa pelan


" Kau harus menurutiku."


" Aku tidak sudi." Saut Clara memalingkan wajahnya dari pandangan Mike


Mike mengecup pipi Clara


" Lepaskan aku!" Mike tak perduli, bibirnya turun kebawah pada leher Clara. Awalnya mengecup lama-lama melakukan lebih dengan lidahnya


Kedua mata Clara kembali berkaca-kaca, ia benci dengan dirinya yang takluk pada Mike, pria itu begitu mengintimidasi dirinya. Clara hanya menggigit bibir bawahnya begitu dalam ketika sentuhan-sentuhan itu mengalirkan gelenyar aneh ditubuhnya


" Kau nikmat." Puji Mike

__ADS_1


" Kumohon jangan." Lirik Clara


" Salah sendiri kenapa malam ini begitu cantik." Ucap Mike dengan seringai nakalnya lalu menaikan satu kaki Clara keatas kakinya dan menggulung gaun Clara


Clara memejamkan mata." Lepaskan aku atau aku akan berteriak."


" Berteriak saja, kau sendiri yang akan menanggung malu." Ucap Mike dengan seringai nakal dan jemari menyusup pada cd merah menyala Clara


" Kumohon Pak Mike, biarkan aku jangan menggangguku lagi " Ucap Clara dengan nafas terengah


" Diam dan nikmati." Bisik Mike dengan nafas memburu lalu menurunkan resleting celananya kebawah


" Aaahhmmmp." Clara menjerit dan menutup mulut akan penyatuan kasar itu, Mike selalu kasar dan membuatnya kesakitan


Satu tangan Mike, melingkar di pinggang Clara dan yang lain menahan satu kaki Clara. Tubuhnya mulai bergerak berirama dengan wajah ia benamkan dileher Clara. Sementara wanita itu menutup mulut dengan satu tangan, tangan yang lain mencengkram jas hitam Mike menahan sensasi yang luar biasa yang selalu ia rasakan ketika Mike menidurinya


Ditengah permainan lampu menyala terang, membuat Mike berhenti dan melihat kesemua arah. Untungnya tidak ada orang disana sehingga Mike kembali melanjutkan permainan yang belum usai untuknya, pria itu mulai menambah kecepatan sehingga suara benturan tubuhnya dan Clara terdengar lebih keras


" Nikmat sekali Bi*ch." Umpat Mike ditengah permainan panas yang menguras tenaga dan keringat


Clara semakin menutup rapat bibirnya, ia tak ingin Mike percaya diri bahwa ia sangat menikmati permainan intim Mike padanya


" Berhenti Mike." Pekik Clara ketika melihat bayangan orang yang makin mendekat pada mereka


" Ada orang, kumohon." Clara mencoba mendorong tubuh besar Mike membuat pria itu berhenti dan langsung menggeret Clara menuju sebuah ruangan, Clara mencoba meronta namun seperti biasa tenaganya kalah kuat


Ia dibuat terkejut ketika Mike menidurkan dirinya pada sebuah meja biliard. Dalam sekali dorongan tubuh itu kembali menyatu, Mike tentu tidak akan berhenti sampai ia selesai dan merasa puas


Nafas Clara terengah-engah, dadanya kembang kempis memperhatikan caiiran putih kental yang begitu banya dipaha kanannya. Mike mengeluarkannya diluar, pria itu sadar ketika mencapai puncak


" Lihat, betapa baiknya aku. Aku tidak akan membebanimu. Selamat atas karirmu." Ucap Mike yang sedang memejamkan mata dan terlentang disebelah Clara. Clara tak menoleh, ia terlalu benci wajah tampan itu. Clara merapihkan dirinya lalu beringus turun dari atas meja billiar dan meninggalkan Mike


Ia berjalan sempoyongan dan kembali menangis. Harga dirinya habis tak bersisa karena Mike, Clara benci dirinya yang tak berdaya dihadapan pria itu


" Mmmmmpppppp." Clara dibekap oleh seseorang dari belakang dan tak sadarkan diri


-

__ADS_1


-


__ADS_2