Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten
Nasib sial?


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Clara kembali menangis setelah pergulatan panjang itu berakhir. Ia benar-benar kehilangan harga dirinya oleh pria yang kini menampilkan wajahnya tanpa dosa. Sedang memakai lagi kedua celananya yang tadi ia lepas


" Bodoh." Gumam Clara dalam hati, merutuki dirinya yang tak bisa menahan dessahannya ketika mencapai puncak bersama Mike, sejujurnya Clara tak pernah merasakan perasaan aneh seperti itu, rasa sakit dan nikmat secara bersamaan, tubuhnya terasa melayang ketika itu


" Siapapun tolong aku." Gumam Clara mencengkram sprei putih, rupanya gumaman itu masih terdengar jelas ditelinga Mike. Pria itu tersenyum sinis lalu duduk disisi ranjang dengan Clara yang membelakanginya


" Aku akan menolongmu, jika kau mau menurut!"


" Lebih baik aku mati daripada menurutimu!" Mike tertawa


" Kau tidak sadar, kau tadi menikmati permainanku." Jawab Mike. Sebelum bangkit ia menampar kasar bokong bulat padat itu lalu keluar membuka pintu, ia sedikit terkejut karena pelayan sudah menunggunya sejak tadi dengan nampan berisi makanan baru ditangannya


" Ambil lagi yang baru, itu kelihatan sudah dingin." Perintah Mike yang langsung dituruti pelayan tersebut


Clara menangis lagi tersedu-sedu, ia sangat bingung kenapa hidupnya mendadak hancur begini? ditangan seorang pria yang ia sangka adalah pria baik


Ceklek


Pintu kamar itu terbuka lagi namun Clara tetap tak bergeming, masih meringkuk tanpa sehelai benangpun bak bayi. Pelayan itu tampak canggung melihat Clara yang tak memakai apapun, ia tak berani melihat hanya melangkah mendekati meja nakas dan meletakan sarapan pagi baru untuk Clara


" Nona, sarapan pagi anda." Ucapnya lalu unduh diri dari kamar. Clara melirik sekilas sarapan yang terlihat menggugah selera itu, namun selera makannya sudah hilang karena Mike. Seharian ini Clara hanya bisa menangisi nasibnya yang sial


" Mike, jangan lebih gila lagi, bagaimana kalau Clara hamil?" cecar Jelo diruang tamu, kini semuanya telah berkumpul disana


Mike tampak memikirkan ucapan Jelo, lalu ia melirik Fery

__ADS_1


" Pergilah ke apotek." Perintah Mike lalu melempar beberapa lembar uang


" Bos sakit?"


" Kau ini bodoh atau apa, beli obat pencegah kehamilan." Perintah Mike dengan suara membentak sehingga Ferry langsung berlari bersama rekannya yang lain


Mike menghempaskan tubuhnya kesofa disamping Jelo." Berhentilah Mike, kita lepaskan saja Clara, aku yakin dia tidak akan berani."


" Sebentar lagi, aku belum puas."


" Sejak kapan kau jadi jahat begini pada seorang wanita?" Jelo merasa heran, tak habis pikir dengan teman seperjuangannya itu. Ia baru tahu sisi lain temannya


" Jahat darimana? kau tidak tahu saja wanita itu juga menikmatinya." Jelo semakin heran, kedua matanya menyipit, ia sangat mengenal artisnya yang punya sifat dingin dan sombong, apalagi pada seorang pria


Mike tak menjawab, ia merebahkan tubuh dan menyalakan rokok yang senantiasa menemani saat santainya. Jelo terdiam memijat pelipisnya, entah bagaimana ia akan meminta maaf pada Clara atas hal memalukan ini


Kemudian Ferry datang dengan satu kantong obat ditangan yang segera ia serahkan pada Mike. Pria itu melihat untuk sesaat sebelum bangkit dan kembali menuju kamar Clara


" Minumlah ini." Mike melempar sekantong obat tepat didepan kaki Clara, wanita itu mengangkat wajah dan melihat Mike dengan tatapan garangnya


" Aku tidak sudi." Sautnya membuat Mike kesal dan menjammbak rambutnya


" Minum obatnya atau aku akan memaksamu!" Clara tak gentar, ia hanya menatapi Mike


" Oh aku tahu, kau mencoba menjeratku, kau memiliki niat mengandung anakku begitu?" Clara tertawa jahat


" Kau pikir kau sehebat itu?" Mike menampilkan senyum iblisnya, wanita didepannya ini memang terlalu berani

__ADS_1


" Mau coba?" Tantang Mike dengan seringai nakalnya, membuat Clara menciut dan mencoba menarik tangan Mike yang masih menjambbak rambutnya


" Kau sepertinya sudah ketagihan dengan permainanku." Bisik Mike lalu menarik Clara turun dari ranjang dan melucuti bathrod Clara lagi. Ia menarik Clara melalui rambutnya menuju kamar mandi, menyalakan shower hingga air membasahi tubuhnya dan Clara. Salah wanita itu selalu membantah dan menantangnya, pikir Mike sambil membuka semua pakaiannya yang telah basah


Clara memejamkan mata dan menggelengkan kepala ketika melihat tubuh polos Mike." Jangan sok jual mahal." Ucap Mike mencengkram kedua lengan atas Clara dengan kuat membuat Clara kesakitan dan meringis


Mike suka melihat tubuh Clara, yang bisa langsung menaikan gairahnya. Mike menghimpit tubuh itu hingga adiknya yang mulai menegang itu mengganjal diperut bawah Clara. Clara bahkan tak berontak, wanita itu tampak pasrah membiarkan bibir dan lidah Mike mulai menguasai buah dadanya


Mike menncummbui buah dada itu ditengah guyuran air, semakin menambah hawa panas dikamar mandi. Puas dibuah dada, Mike menaikan satu kaki Clara kepinggangnya dan memposisikan dirinya. Dalam sekali dorongan kasar ia memasuki Clara membuat wanita itu menjerit histeris dan mencengkram kedua pundaknya dengan kuat


Mike tersenyum puas, tubuhnya mulai bergerak liar dan memeluk tubuh Clara. Wanita itu tak mengeluarkan suara, hanya memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya begitu kencang sampai mengeluarkan darah segar, saking menahan diri untuk tak menddesah, bagaimana pun Clara adalah wanita yang normal, setiap hujaman itu terasa nikmat untuknya


" Ooh sempit." Racau Mike, memberi jarak tubuhnya, ia menatapi Clara sejenak. Mike akui Clara memang mempunyai wajah natural yang cantik. Lalu Mike melepaskan dirinya menjauhi Clara, ia akan mengubah posisi dan membalikan tubuh Clara membelakanginya. Namun Mike lengah, Clara meronta dan mendorong tubuhnya menjauh


Bruggg


" Awww sial!" Mike berteriak histeris ketika burung yang sedang tegang-tegangnya itu ditendang Clara. Mike kesakitan memegangi adiknya dan itu menjadi kesempatan Clara untuk melarikan diri


" Dasar Bi*ch gila." Umpat Mike mengaduh kesakitan


Sementara Clara langsung berlari sambil menyambar bathrodnya lagi. Ia pakai ditubuhnya lalu membuka kunci pintu kamar. Bibir Clara tersenyum penuh lalu membuka pintu, ia berlari keluar dari kamar


Tepat diruang tamu, Clara berhenti dan bersembunyi ketika melihat ketiga pria sedang mabuk meminum cairan merah sambil tertawa terbahak-bahak. Clara akan mengingat wajah-wajah tanpa dosa itu, lalu Clara mengendap-endap melewati ketiganya yang tak sadar dengan kehadiran Clara


" Kalian cepat kejar, Clara kabur." Teriakan Mike menyadarkan ketiganya, semuanya terkejut dan langsung menoleh menuju pintu dimana Clara sudah raib tak tahu kemana


Clara berlari menyusuri kebun-kebun dan ladang. Sesekali kedua kakinya terjerembab hingga ia terjatuh ketanah. Kulit mulus Clara kini ternodai dengan beberapa luka diwajah dan sekitaran kedua kakinya. Clara juga harus menahan rasa sakit diarea kewanitaannya karena Mike. Sambil berlari ia menangis meratapi hidupnya yang sudah hancur, tapi juga Clara tak bisa pasrah dan membiarkan dirinya terbunuh ditangan para pria keji itu. Clara harus membalas semuanya terutama Mike, tujuan Clara saat ini adalah kantor polisi

__ADS_1


-


-


__ADS_2