
π»π»π»π»
Berita penangkapan Guzman sang Ceo agensi menjadi berita heboh malam ini. Semua media menampilkan pria itu, pria yang dikenali sebagai Ceo yang menaungi agensi dimana bintang-bintang bersinar termasuk Clara, wanita itu juga mendadak jadi bulan-bulanan pembawa berita. Banyak yang menyayangkan Clara masuk agensi tersebut dan menyangka menjual tubuhnya pada Guzman untuk ketenarannya
" Jangan sampai dia melihat berita untuk sementara waktu." Ucap Mike yang duduk disofa bersama Jelo pada Sam, Serena dan Junot
" Sebenarnya apa yang terjadi kapten?" Tanya Jelo yang sejak tadi penasaran kenapa Clara sampai ingin mengakhiri hidupnya
" Dia hamil." Saut Mike membuat semua orang terkejut
" Bagaimana bisa? dia bahkan belum punya kekasih." Ungkap Serena namun Jelo malah menatapi Mike yang menunduk, pria itu sangat yakin bahwa bayi itu milik sang kapten, sejak tasi pria itu yang paling tampak gelisah
" Kau harus menikahinya." Ucap Jelo kian membuat ketiga kerabat Clara terkejut
" Jelo, kau tahu aku belum siap."
" Bukan siap atau tidak, bertanggung jawablah kapten, seperti kau bertanggung jawab dengan pekerjaanmu." Mike menggelengkan kepala, wajah pria itu dipenuhi kebingungan
Jelo menghela nafasnya lalu keluar dari ruang rawat Clara
Berselang satu jam Jelo masuk lagi namun pria itu tak sendiri tapi bersama wanita yang membuat Mike merasa lebih pusing lagi
" Mike!" Sang ibu memanggil dengan bengisnya, Mike menundukan pandangannya
" Jelo sudah menceritakan pada Mammi." Sang ibu mendekati Mike dan memukul kepala anaknya
" Bagaimana bisa kamu menghamili wanita sebelum menikah. Sudah mammi bilang, kamu harus cepat menikah, ini akibatanya kalau terus menunda pernikahan, kamu tidak bisa menahannya kan?" Cerocos sang Mammi dengan begitu bengis
"Mam tahu aku belum siap."
Plak
Dipukul lagi kepala itu dengan kencang
__ADS_1
" Kamu akan membiarkan anak gadis orang perutnya semakin membesar hah?" Mike mengusap wajahnya kasar, ia tak mampu berkata-kata lagi. Jika sang Mammi sudah ikut campur, mau tak mau Mike mengalah. Mike pikir ternyata Jelo lebih licik dari yang ia kira
Mammi Riana mendekati Clara, ia duduk disamping Clara." Malang sekali nasib gadis ini karena bertemu denganmu Mike." Serena, Sam dan Junot tak bisa menahan senyum akan ledekan Mammi Riana pada putranya
" Tunggu, sepertinya Mammi tidak asing dengan wajah ini." Mammi Riana menatapi semua orang bergantian, termasuk putranya yang menunduk. Lalu mengamati wajah Clara lagi dengan begitu cermat
" Bukankah dia pemeran Cecil di Film My love from dubai?" Tanya Mammi Riana lagi dengan kedua mata berbinar terang
" Aaaaahhhh benar sekali, dia Cecil." Mammi Riana tampak histeris dan senang membuat Jelo tersenyum
" Jadi menantuku!" Mammi Riana mendekati Mike dan memeluk putranya
" Dia seorang artis, Mike Mammi tidak menyangka menantu Mammi ternyata artis yang sangat terkenal." Mike meringis kesakitan karena pelukan itu cukup erat menekan lengan atasnya yang dibalut perban
Mammi Riana baru menyadarinya." Apa yang terjadi?" Tanyanya sembari melihat luka ditangan Mike
" Mike baru saja menangkap penjahat."
" Tumben sekali kamu terluka." Ucapnya menepuk pipi Mike
" Itu baru seorang pria, dan Mammi akan lebih bangga padamu jika kamu mau bertanggung jawab atas Clara." Mike menatap lekat sang ibu
" Aku akan menikahinya kalau Clara mau aku nikahi." Semuanya tampak senang dengan mengalahnya Mike
" Mammi yang akan membujuk Clara." Sautnya membelai wajah sang putra
" Uuuhhhmm." Suara Clara membuat semuanya kecuali Mike beringus mendekati ranjang, wanita itu mulai tersadar dan perlahan membuka kedua matanya. Airmata kembali mengalir deras, kepala Clara menengadah keatas pada Sam
" Sam, kenapa menyelamatkanku."
" Mike yang menyelamatkanmu!" Clara menangis tersedu
" Aku tidak mau hidup, aku ingin mati." Sam mengusap dahi itu dengan begitu lembut
__ADS_1
" Jangan menyia-nyiakan apa yang Mike lakukan, dua kali dia menyelamatkanmu!"
" Dia pria yang sangat jahat, aku membencinya. Tapi Sam aku tidak bisa membenci anak ini." Clara mengusap perutnya yang ternyata memang sudah mulai membuncit, selama ini Clara pikir ia hanya sering makan malam dan sedang malas berolahraga. Clara bahkan tak merasakan apapun, semuanya normal begitupun menstruasinya
" Sayang, maafkan putra Mammi." Clara baru sadar ternyata ada orang asing diantara mereka. Clara menatap wajah cantik itu dengan airmata berderai
" Mike akan bertanggung jawab, Mammi janji." Clara menggelengkan kepala
" Aku tidak mau bertemu dengannya lagi." Ucap Clara membuat Mike semakin diliputi rasa bersalah, apa yang dilakukan Mike pasti sangat mengerikan untuk Clara
" Tidak sayang, tante janji Mike tidak akan menyakitimu lagi, tante akan menjagamu." Clara tetap menggelengkan kepala
" Menikahlah dengan Mike!"
" Aku tidak mau!" Mammi Riana menghela nafasnya
" Tinggalkan kami berdua." Perintahnya pada semua orang
Semuanya menuruti Mammi Riana, meninggalkannya bersama Clara dan hanya berdua. Wanita itu berbicara dari hati ke hati dengan Clara, mencoba memahami apa yang Clara inginkan. Mammi Riana mencoba membujuk Clara agar mau menikah dengan putranya. Selama ini ia sangat menginginkan seorang cucu, ketika Jelo menghubunginya tadi, Riana sedikit terkejut namun juga teramat senang meskipun ia akan malu karena Mike menghamili lebih dulu
Sementara diluar Sam dan dua asisten Clara tampak saling berbisik-bisik menggosipkan pria keren tadi yang menolong Clara." Kalau kalian melihatnya, kalian pasti akan sangat terpesona. Dia sangat keren." Bisik Sam pada kedua temannya, yaitu Serena dan juga Junot
" Dia sangat tampan, kuharap mereka benar-benar menikah. Tidak rugi juga punya suami setampan itu." Puji Serena menatapi Mike, seksinya pria itu kini sedang tampak kebingungan, dengan pakaian yang robek dibagian bawah dan darah disekitaran pelipis dan dahi
" Emmmh aku tidak bisa membayangkan, menurutku Clara sangat beruntung. Tampan, seorang kapten, astaga benar-benar keren." Sam terus saja memuji pria itu, ia tidak tahu sekasar apa Mike saat diatas ranjang pada Clara
Jelo menepuk pundak Mike membuat pria itu meringis." Jangan sampai menyakiti Clara, apalagi dia sedang hamil. Aku bicara bukan sebagai bawahanmu tapi sebagai temanmu." Mike hanya diam, entah apa yang pria itu pikirkan
" Kau tahu Jelo, sejujurnya aku benar-benar belum siap. Aku tidak mau terkekang dengan kehadiran seorang istri dihidupku, aku tidak suka dicereweti dan aku paling tidak suka dengan tangisan bayi, bukankah itu sangat mengganggu."
" Ada sebagian orang yang berpikir begitu sebelum mereka menikah. Tapi percayalah Mike, anggapan dan ketakutan akan menjadi sebuah keberuntungan jika kau sudah terbiasa." Mike menunduk memandangi kedua jemarinya sendiri, Jelo tersenyum jarang sekali ia melihat sang kapten galau seperti saat ini
" Clara mau menikah." Mike mengangkat wajah mendengar teriakan histeris yang tampak bahagia itu
__ADS_1
-
-