
π»π»π»π»
Clara membuka kedua matanya, ia merasa asing dengan tempatnya sekarang. Clara beringus bangun ketika pintu terbuka dan disana menampilkan Guzman. Clara mengusap dadanya yang terasa lega, ia pikir sedang diculik lagi oleh Mike
" Bos, dimana saya?"
" Kau sedang dirumahku, tenanglah." Guzman tersenyum lalu mendekati Clara, ia duduk disamping wanita itu dan mencoba meraih pipi Clara untuk ia sentuh, namun wanita itu seketika menjauh hingga jemari pria berusia 40 tahunan itu terapung diudara
" Aku mencarimu, kau menghilang begitu saja." Ucap Guzman masih dalam mode sabar, sedangkan Clara hanya diam, ia mulai ketakutan ketika sadar Guzman hanya memakai bathrod coklat ditubuhnya, dadanya dipenuhi bulu membuat Clara bergidig takut, dalam hatinya ia lebih memilih Mike yang melecehkan dibanding pria yang masuk setengah tua tersebut, pikir Clara yang menurutnya sangat gila
" Maaf bos, kepala saya sangat pusing dan saya ingin cepat pulang." Guzman tersenyum manis
" Menginap saja disini, lagipula managermu sudah pulang sejak tadi." Spontan Clara melirik jam didingding yang sudah menunjukan pukul 02:30 pagi, Clara terkejut bukan main
" Dia mencarimu, memangnya tadi kau kemana?" tanya Guzman. Clara menggelengkan kepalanya
" Bercinta bersama Mike?" Kedua mata Clara membulat
" Bos." Panggilnya terbata
" Kau berhubungan dengannya?" Kedua mata Clara berkaca dan menggelengkan kepala
" Tidak, aku tidak memiliki hubungan dengannya."
" Lalu yang kulihat tadi apa? atau kau menjual tubuhmu padanya." Kedua tangan Clara terkepal akan hinaan itu
" Berapa hargamu? akan kubayar semahal mungkin bila kau memuaskanku malam ini."
" Aku tidak menjual tubuhku." Tolak Clara dengan kedua mata berlinang cairan bening lalu beringus bangun dan mencoba berlari menuju pintu, naasnya pintu itu terkunci rapat menbuat Clara semakin ketakutan
" Tolong." Teriak Clara membuat Guzman tertawa kencang
" Mau berteriak seperti apapun, tidak akan ada yang mendengar. Ruangan ini sudah dipasang peredam suara." Clara semakin ketakutan, ia berlari menjauh ketika Guzman mendekat. Mereka kejar-kejaran sampai akhirnya Clara terjatuh
" Aaahhh sakit." Clara memegangi perutnya yang teramat sakit karena terbentur ujung ranjang. Bukan merasa kasihan Guzman malah tertawa kencang dan berjongkok mendekati Clara
Clara menangis tersedu akan rasa sakit itu
" Syuuut sayang, tenanglah. Aku akan membuatmu puas, sama seperti Mike akupun sangat perkasa diatas ranjang." Clara tak mendengarkan ocehan itu, perut yang sangat sakit membuat Clara tak fokus dan membiarkan tubuhnya dibawa Guzman naik keatas ranjang
" Kau harus menurut, seperti teman-temanmu. Apalagi kualitas aktingmu yang bagus, kalau kau mau melayaniku malam ini akan kupastikan kau bisa menjadi artis international." Bujuk Guzman membelai pipi Clara, pelipis Clara yang berkeringat menjadi perhatian Guzman, pria itu menjilatnya dengan rakus
__ADS_1
" Kumohon tolong, perutku sangat sakit." Gumam Clara, wajahnya sudah sangat pucat seperti tak teraliri darah
" Clara sayang." Bisik Guzman lalu menyingkap gaun hitam Clara, nafasnya memburu melihat caiuran putih kental yang hampir mengering dipaha Clara. Tanpa rasa iba Guzman menampar wajah Clara
" Salahmu memilki hubungan dengan Mike." Ucapnya mencengkram kuat wajah Clara
" Seharusnya kau tidak berhubungan dengan pria manapun, dengan begitu aku akan melunak dan mendekatimu dengan pelan. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Tapi kau malah menjadi pela*ur untuk pria itu. Dengar Clara, pria itu tak ada apa-apanya dibanding aku, kau bisa membeli apapun yang kau mau bila menjadi istri keduaku." Tutur Guzman berapi-api lalu mengambil tisu dan mengelap sisa caiiran itu dengan kasar dipaha Clara
"Sakit, perutku." Suara Clara sudah sangat lemah
" Berhenti bersandiwara, karena aku tidak akan pernah berhenti. Akan kutunjukan bahwa aku lebih hebat dari Mike." Ucapnya lalu membenamkan wajah didada Clara yang masih tertutupi gaun
Braaaaannnnggggggg
Suara pecahan kaca membuat Guzman berhenti, pria itu sedikit terkejut ketika melihat Mike dan Jelo menhancurkan jendela dari arah luar. Mike dan Jelo masuk kedalam dan langsung mebekap Guzman
" Kau ditangkap atas pelecehan *****al pada Clara, kau berhak untuk tetap diam dan memanggil pengacaramu!" Ucap Mike memborgol Guzman
"Mike Clara.." Ucap Jelo ketika melihat Clara tak sadarkan diri diatas ranjang
Mike segera mendekati ranjang lalu membopong Clara. Ia sedikit terkejut ketika darah menetes kebawah pada lantai putih. Pandangan Mike menajam pada Guzman
" Kupastikan kau akan dihukum mati." Ucap Mike lalu beringus membawa Clara keluar dari kamar
Mike langsung membawa Clara kerumah sakit terdekat. Sambil menunggu Clara, pria itu menghubungi Jelo
" Jelo, bagaimana dengan Ferry dan Martin?"
" Maaf Kapten, mereka berdua sepertinya sudah tahu penyamaran kita."
" Aku akan segera kesana begitu dia sadar." Ucap Mike lalu mematikan panggilan. Ia beringus bangkit ketika dokter yang menangani Clara keluar dari ruang UGD
" Bagaimana keadaannya dok?"
" Untung saja bapak sangat cepat, jika tidak bayi kalian akan terganggu. Sepertinya Ibu sangat shock."
" Ba-bayi?" Mike tercengang hingga mulutnya terbuka lebar
" Ibu sedang mengandung, memasuki usia 4 bulan." Mike semakin tercengang hingga ia tak bisa bersuara bahkan menatap dokter tersebut
Bayi
__ADS_1
Bayi
Bayi
Mike tercengang dengan nama bayi yang disebutkan dokter. Mike tidak mungkin tidak mengakuinya. Selama ini ia pikir semuanya berjalan baik, tidak ada kabar apapun dari Clara tapi yang terjadi malah membuat jantungnya hampir copot
" Pak, ibu sudah sadar." Mike tersadar lalu mengangguk. Ia hempaskan tubuhnya pada kursi lagi dan memijat pelipisnya yang terasa pusing. Jangankan memiliki seorang bayi, seorang istri pun Mike belum siap
" Apa yang harus kulakukan?" Gumam Mike lalu menghubungi Jelo
" Kapten, kita semua sedang sibuk."
" Jelo, Clara."
" Ada apa dengan Clara? dia meninggal?" Mike menarik nafasnya
" Kemarilah."
" Ada apa?" Mike mematikan panggilan tersebut, Jelo malah membuatnya semakin pusing
Mike memutuskan masuk kedalam ruangan UGD tersebut dimana Clara sudah sadar. Wanita itu tampak melamun dengan airmata berurai dipipinya. Mike duduk disamping Clara yang seketika itu juga bergerak membelakanginya
" Kau puas sekarang?" Tenggorokan Mike terasa tercekat, 1000 persen memang kesalahan Mike yang tak bisa menahan hawa naffsu
" Kau puas telah menghancurkan hidupku?" Mike tak bisa menjawabnya, ia memang sangat salah terlarut dalam pesona kecantikan dan kemolekan tubuh Clara
" Aku sangat membencimu, aku juga sangat membenci bayi ini." Ucap Clara membuat Mike kian merasa bersalah dan menundukan pandangannya
" Pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi."
" Bagaimana dengan-"
" Aku akan melenyapkannya." Mike mengepalkan kedua jemari, demi Tuhan dalam hidupnya Mike tak pernah merasa semenyesal saat ini, sampai-sampai darah dagingnya pun harus menjadi korban. Tapi Mike juga tidak bisa bertanggung jawab, ia masih mempunyai tujuan dalam hidupnya
" Bukankah sudah kubilang kau harus meminum obat itu?"
" Pergi." Usir Clara memaksa Mike bangkit berdiri dan benar-benar meninggalkan Clara seorang diri
Seketika Clara menangis meraung meratapi nasibnya yang sangat buruk
-
__ADS_1
-