
π»π»π»π»
Empat bulan sudah berlalu sejak kejadian naas yang menimpa Clara. Wanita itu kini sudah mulai membuka diri dan kembali melanjutkan karirnya dengan cemerlang. Mike juga sudah tak mengganggunya lagi karena ia menutup mulutnya rapat, tak berani melaporkannya pada pihak berwajib, Clara tak mau karirnya hancur begitu saja
Kini Clara sedang berada di acara fanmeeting bersama para wartawan dan para fansnya. Film garapan Jelo yang dibintanginya itu sukses besar dijagat maya, karir dan ketenaran Clara semakin melentang didunia hiburan, para fans nya juga sangat banyak sudah tak terhitung
Diapit sang manager, Clara menjawab satu persatu pertanyaan para wartawan mengenai filmya yang sangat sukses, tak lupa kehidupan pribadi juga tak luput dari pertanyaan para wartawan. Clara sukses menjawabnya satu persatu dengan tepat membuat semua orang terkagum-gaum
" Dia benar-benar seperti dewi." Gumam Ferry dan Martin dibelakang tubuh Mike yang duduk disamping Jelo, Mike seorang sponsor dalam film tersebut, tentu ia hadir diacara penting itu
" Yang mana dia?" Bisik Mike pada Jelo
" Sabarlah, sebentar lagi dia datang." Saut Jelo tetap tenang berbeda dengan Mike yang tampak gelisah
Tepat sekali ucapan Jelo, orang yang ditunggu Mike itu datang. Semuanya tampak berpusat pada pria dengan tubuh tegap dan berusia sekitar 40 tahun, pria itu diaping oleh beberapa pengawal
" Dia?"
" Iya, memangnya kau tidak kenal?" Tanya Jelo jengah
" Memangnya harus?" Tanya Mike membalas
" Kau gila, orang sepenting Guzman saja tidak tahu. Dia bos Clara, pemilik Gzm entertainment. Pengusaha, milyarder juga." Jawab Jelo
Mike hanya mengangguk lalu menatapi pria yang kini duduk disamping Clara, menggandeng wanita yang pernah ia tiduri tersebut
" Clara adalah artis pendatang yang hebat, dia sangat bersemangat dalam pekerjaan, mungkin karena usianya yang masih sangat muda." Guzman tersenyum menoleh pada Clara
" Terima kasih atas dukungan kalian semua, film ini tak akan terkenal tanpa dukungan kalian." Tambahnya lagi tersenyum penuh bangga pada sang artis, Clara membalas senyuman itu kemudian kembali pada wartawan semua, sejenak tubuh wanita itu menegang saat tak sengaja melihat ke arah Mike, meskipun sering bertemu, tubuh Clara masih bereaksi takut pada pria yang kini menampilkan wajah datarnya
Acara yang sangat penting itu selesai dengan sukses. Digandeng Guzman Clara turun dari panggung, pria itu tampak memperhatikan Clara yang notabennya adalah sumber uangnya sekarang. Clara mendapat banyak tawaran disana sini karena kesuksesannya
Mereka dicegat oleh Mike dan kawan-kawan. Ini pertama kalinya ia bertemu Guzman, sang direktur agensi Clara
" Tuan Guzman." Jelo membuka suaranya
" Oh Tuan Jelo." Sapa Guzman mengulurkan tangannya pada Jelo
" Selamat filmmu sukses besar."
__ADS_1
" Ini semua berkat Clara." Puji Jelo melirik Clara yang menampilkan wajah tak sukanya pada dirinya dan Mike
" Oh iya, perkenalkan ini Tuan Mike, sponsor film kami." Guzman menoleh pada pria paling tampan disamping Jelo dan tersenyum
" Kau tidak cocok menjadi sponsor, harusnya kau menjadi aktor." Puji Guzman sambil melirik Clara
" Pasanganmu Clara pasti akan sangat sukses besar." Mike tertawa membuat Clara semakin tak suka, wanita itu tampak semakin merasa jijik pada Mike
" Anda bisa saja Tuan Guzman, sayangnya saya tidak suka berakting." Saut Mike membuat Guzman ikut tertawa
" Nanti malam saya mengadakan party untuk Clara, datanglah bersama Jelo." Ucap Guzman membuat Clara mengernyit kesal, itu terlihat oleh Mike, pria itu tersenyum lebar
" Dengan senang hati." Saut Mike melirik Clara, wanita itu menatapnya dengan begitu tajam seakan ingin membunuh Mike, pria itu mentertawakan Clara dalam hati, Clara benci padanya? Mike tentu mengakuinya
" Kami pergi dulu." Pamit Guzman
" Silahkan, orang sepenting anda pasti sangat sibuk!" Saut Mike memberi jalan pada Guzman yang merangkul pinggang ramping Clara, cukup menjadi perhatian Mike saat ini
" Jangan bilang kau jatuh cinta pada Clara!" Ledek Jelo cekikikan, Mike menoleh menatapnya sengit
" Aku sudah mendapatkannya, aku tidak penasaran lagi." Jawabnya sambil melengos meninggalkan Jelo yang kesal dengan jawaban Mike, pria itu sangat jahat terhadap Clara
Malamnya Mike tampak sudah bersiap-siap didepan cermin dikamarnya. Pria itu semakin tampan nan gagah dengan setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu dilehernya. Punya tubuh 187 cm membuat tubuh Mike terlihat sangat sempurna sebagai seorang pria, wajah tampan blasteran Jawa dan Jerman dan tubuh tinggi itu sering sekali menjadi incaran para gadis-gadua muda
" Aah kamu sudah seperti pengantin pria sayang." Mike berdecak kesal, ia menatap wanita paruh baya yaitu sang ibu melalui cermin
" Mam!"
" Mike, kamu sudah dewasa. Mammi ingin sekali punya cucu." Ucapnya membujuk sang anak sembari mendudukan diri diatas kasur king size milik Mike
" Teman wanitamu banyak kan, Airin contohnya."
" Dia hanya rekan kerja Mam, jangan berlebihan."
" Tapi yang Mammi lihat tidak seperti itu." Mike hanya menggelengkan kepala
" Kamu mau kemana sudah serapi ini?"
" Party."
__ADS_1
" Acara dikantor?"
" No, ini acara bisnisku."
" Bisnis yang mana lagi?" Mike tersenyum dengan kecerewetan itu
" Kalau bisnis wanita sih, Mammi tidak masalah. Asalkan secepatnya menikah."
" Oh ayolah Mam, aku belum siap untuk menikah."
" Kapan siapnya? mau menunggu kau menjadi pria paruh baya?"
"Come on, aku baru 33 tahun."
" Mammi hanya kesepian, setiap hari kamu pergi. Setidaknya jika kamu punya istri dan mammi punya cucu, mammi tidak akan kesepian lagi." Mike menghela nafas
" Tunggulah beberapa tahun lagi." Kini Mammi Riana yang berdecak kesal melipat kedua tangannya didada, memperhatikan sang putra yang sedang menata rambutnya sambil bersiul pelan
" Nikahi saja Airin, Rena, atau Jenifer."
" Tidak semudah itu Mam, memangnya mereka mau aku jadikan istri?."
" Kenapa harus tidak mau? putra Mammi sangat tampan seperti bradfit, mana mungkin tidak ada yang mau?." Mike tertawa akan pujian itu
" Aku lebih tampan dari bradpitt Mam. Ingat itu!!" Protes Mike
" Pokonya Bradfitt sewaktu Mammi masih muda, dia adalah pria yang paling tampan." Mike tertawa lagi lalu memutar tubuh mendekati ibunya dan duduk disampingnya
" Aku akan menikah setelah aku siap." Ucap Mike lalu mengecup pipi sang ibu
" Aku pergi." Mike bangkit berdiri dan melangkah menjauhi sang Mammi
" Bawakan Mammi menantu!" Teriaknya membuat Mike menggelengkan kepala, pria itu keluar kamar dan menuruni tangga menuju lantai satu
Mike adalah putra tunggal dan ia hanya punya seorang ibu. Ayahnya meninggal sewaktu Mike kuliah dan sejak saat itu sang ibu belum menikah lagi. Bukannya egois, Mike tidak terlalu percaya pada pria yang mendekati ibunya, kebanyakan dari mereka hanya menginginkan uang dan warisan dari ayahnya
-
-
__ADS_1