
π»π»π»π»
Mike menghempaskan tubuhnya keatas ranjang hingga mengampul. Ia merutuki sang Mammi yang mengganggu kesenangannya. Mike memejamkan matanya dalam menahan hasrtanya yang menggebu pada Clara, padahal tadi Mike sudah berhasil dan sekarang ia jadi bingung lagi harus memulai semuanya dari mana
Mike membuka mata ketika suara sendal yang berbenturan dengan lantai itu kian mendekat padanya.." Mau kemana?" Mike menyambar jemari Clara
" Aku akan membantu Mammimu!"
" Disini saja temani aku."
" Tapi aku lapar?" Mike melongo, belum saja dua jam Clara mengisi perutnya
Mike mengangguk-ngangguk." Pergilah, isi perutmu." Ucapnya terdengar kesal ditelinga Clara
Dua jam Mike tidur dengan rasa dongkol dihatinya. Pria itu terbangun dan mendapati Clara tak ada dikamar
" Kemana dia." Gumam Mike lalu beringus turun dari kasur. Ia keluar rumah untuk mencari istrinya
Mike ke lantai satu dan masih tak menemukan Clara lalu ia mendekati seorang pelayang yang sedang mengelap kaca jendela
" Dimana Clara?" Tanya Mike
" Tadi bersama Nyonya, mungkin mereka dikamar Nyonya." Mike langsung naik lagi menuju lantai dua. Ia membuka pintu kamar sang ibu dan ternyata benar, Clara disana bersama sang ibu, wanita itu tengah mencoba baju hamil yang dikeluarkan Mammi Riana dari lemarinya
" Ini bagus-bagus Clara, Mammi hanya memakainya sekali saat mengandung Mike. Mike kan tidak punya adik." Ucap Mammi Riana yang sedang duduk disisi kasur memandangi Clara yang melihat-lihat, keduanya tak menyadari keadaan Mike diambang pintu
" Cobalah yang itu dulu, itu cukup seksi. Mike akan menyukainya." Ucap Mammi Riana dengan kekehan kecil. Clara menurut, bersama wanita itu Clara tampak merasa nyaman. Ia tak segan membuka pakaiannya didepan Mammi Riana hingga menyisakan bra dan Cdnya saja
Mike tersenyum menatapi Clara yang sedang memakai pakaiannya. Pelan-pelan ia masuk kedalam dan menjatuhkan tubuhnya kekasur dengan pandangan tak lepas dari Clara
" Bagaimana menurutmu Mike? cantikan?"
" Yang tadi lebih cantik." Saut Mike
" Yang mana?" Tanya Mammi Riana
" Sebelum itu?"
" Yang mana, Clara kan baru mencoba satu baju."
" Sebelum Clara memakai baju." Saut Mike dengan senyum nakal. Mammi Riana tertawa sambil menepuk pipi putranya
Rupanya Mike membuat Clara malu, wajah wanita itu bersemu merah
" Nanti saja tidak pakai bajunya dikamar kalian, sekarang Clara coba lagi yang lainnya." Perintah Mammi Riana membuat sang putra tersenyum lebar karena Clara pasti akan membuka bajunya lagi
" Urusan begitu saja kau senang." Gerutu Mammi Riana membuat Mike terbahak kencang
Kamar itu dipenuhi tawa Mike dan Mammi Riana. Keduanya sama-sama tak malu membicarakan hal yang menurut Clara sangat pribadi. Hati Clara menghangat, ia tidak pernah mendapatkan kehangatan keluarga seperti saat ini, sejak kecil Clara tak mengenali ayah dan ibunya
Mike baru saja akan memejamkan matanya lagi bersama Clara dikamar Mammi Riana. Keduanya tanpa sadar ketiduran disana
__ADS_1
" Mike." Sang ibu kembali memanggil Mike
" Hmm?"
" Ini sudah sore, cepat antar Clara ke rumah sakit." Mike membuka mata, ia menoleh pada Clara yang tidur membelakanginya, satu tangan Mike menjadi bantal untuk wanita itu
" Aku tidak tega membangunkannya."
" Bangunkan saja, lagipula ini bukan waktunya tidur." Saut Mammi Riana lalu menggoyang bahu Clara
" Sayang." Panggil Mammi Riana pada Clara, dalam waktu singkat ia begitu menyayangi menantunya tersebut sampai-sampai ia lebih mendahulukan Clara ketimbang anaknya dalam hal apapun
Perlahan kedua kelopak mata Clara naik keatas
" Bukankah kamu akan memeriksa kandunganmu?" Clara mengusap wajahnya lalu bangun duduk, ia menoleh pada Mike yang masih rebahan
" Clara akan siap-siap." Sautnya sambil turun dari kasur diikuti Mike yang juga bergegas
Mammi Riana tersenyum menatapi keduanya yang sangat serasi. Beruntung anaknya bertemu Clara, menikahi wanita itu dan kini Mike lebih sering ada dirumah karena harus lebih sering memperhatikan Clara. Biasanya Mike hanya satu atau dua jam dirumah, karena pria itu sibuk dengan pekerjaannya, hingga harus menginap dikantor. Kini ia punya alasan agar Mike bisa terus berada dirumah
Keduanya sudah rapi. Mike memakai mobil hitam yang sudah lama tak ia pakai. Clara tak menyangka ternyata Mike punya begitu banyak mobil mewah, sebenarnya apa saja pekerjaan yang dilakukan Mike? jangan-jangan pria itu memang penjual narkoba, pikir Clara dalam hatinya
" Ayo masuk." Mike tumben sekali membuka pintu untuk wanita itu. Clara menurut, ia masuk kedalam duduk disamping kemudi. Sedangkan Mike yang mengemudikan mobil tersebut
Mike lurus kedepan ia tak sadar Clara memandanginya sejak tadi. Clara memandangi wajah tampan Mike, wajah tampan ayah bayinya, setelan pria itu juga selalu keren dan terlihat mahal untuk ukuran seorang perwira polisi yang masih bergelar jendral bintang dua, karir Mike melejit diusia yang masih muda
" Emmmh Mike?" Mike menoleh sekilas
" Kenapa? sungguh lapar lagi."
" Tidak, tidak jadi." Saut Clara
" Aneh sekali." Saut Mike melirik sekilas lalu menyentuh perut Clara
" Berat tidak membawanya kemana-mana?" Tanya Mike
Clara menggelengkan kepalanya. Mike tersenyum lucu melihat itu lalu fokus mengemudi
1 jam Mike mengendarai mobil menuju rumah sakit terdekat. Ia segera keluar setelah memarkirkan mobilnya lalu membuka pintu untuk Clara. Ini pertama kalinya Clara menunjukan diri lagi di khalayak umum dengan pakaian seadanya tanpa ditutup-tutupi
Beberapa orang tampak mengenali Clara dan mencoba mendekat untuk mengambil foto namun langsung ditahan Mike, pria itu mendekap dan melindungi Clara sampai masuk keruang perawatan. Inilah yang ditakuti Clara jika keluar tanpa ada manager dan asistennya, ia takut merepotkan orang disekitarnya. Apalagi sekarang ia sedang dikait-kaitkan dengan masalah Guzman
Pernikahan yang tertutup juga mengundang banyak tanda tanya besar untuk para fans Clara. Pasalnya Clara tak memperkenalkan calon pasangan pada publik
Clara Anindita
Mike kembali mendekap Clara ketika nama perempuan itu dipanggil. Dimana pun Clara, ia selalu menjadi pusat perhatian karena wajah bintang yang sedang bersinar itu tampak tak asing
Sang dokter tersenyum ramah pada Clara, wanita itu tampak mengamati pria disamping Clara
" Silahkan berbaring ibu." Mike membantu Clara berbaring untuk melakukan pemeriksaan. Pria itu mengamati setiap detail apa yang dokter lakukan pada istrinya
__ADS_1
Hingga sebuah layar monitor memperlihatkan gambar bayi dalam 4 dimensi. Mike tersenyum melihat hasil cetakannya dilayar monitor tersebut
" Menurutmu dia mirip siapa?" Tanya Mike mencondongkan tubuhnya pada Clara
" Coba tanyakan pada dokter." Mike tertawa pelan lalu mengalihkan perhatian pada sang dokter wanita yang sedang mengamati dirinya dan Clara
" Apa jenis kelaminnya dok?"
" She is baby girl." Mike tertegun mendengarnya, pria itu mencondongkan diri lagi mendekati Clara
" Seorang wanita, biasanya akan mirip ibunya." Ucap Mike merapihkan rambut Clara yang berantakan
Clara hanya tersenyum, wajahnya menengadah pada layar monitor
" Dia baik-baik saja kan dok?"
" Ibu tidak boleh stress ya, selalu rajin olahraga ringan dan minum air putih yang banyak."
" Stress?" Tanya Mike
" Iya, itu bisa mempengaruhi kondisi bayi." Saut dokter wanita itu, ia sangat yakin suami yang disembunyikan Clara itu adalah pria tampan ini. Bagaimana pun Clara seorang selebritis, tidak ada yang tidak mengenalinya
Sejak dari ruang pemeriksaan, Mike tampak murung. Pria itu lebih banyak diam hingga Clara bingung harus mulai bicara darimana. Setengah perjalanan, barulah Mike membuka suaranya
" Clara, apa yang membuatmu stress?" Tanya Mike melirik sejenak
" Kau stress menikah denganku?" Tanya Mike lagi tak memberi kesempatan Clara untuk bicara. Ucapan dokter sedikit mengganggu pikiran Mike
Pria itu segera memarkirkan mobilnya kepinggir dan bergerak menghadap Clara
" Clara, bagaimana kalau kita buat kesepakatan?"
" Kesepakatan?" Mike mengangguk
" Kesepakatan untuk menjaga bayi kita."
"Kesepakatan bagaimana?" Mike meraih jemari Clara, menggenggamnya
" Berjuang bersama-sama agar bayi kita lahir kedunia ini dengan selamat." Clara sedikit tersentuh akan ucapan itu
" Contohnya, jangan stress. Jangan terlalu banyak pikiran dan jaga pola makanmu. Aku akan membantumu, semua kebutuhanmu, semua yang kau inginkan akan aku penuhi. Demi bayi kita."
" Kenapa kau menginginkan bayi ini?"
" Bukankah itu tujuan awal kita menikah? aku tidak ingin pernikahan ini sia-sia. Aku akan menjagamu dan dia." Ucap Mike seraya mengelus perut Clara
Clara memaksakan senyumnya, ia tak suka dengan perkataan Mike kali ini, sedikit melukai hatinya sebagai seorang ibu dan wanita. Tidak bisakah Mike bilang bahwa ia akan menyayangi putri mereka?
" Deal?" Tanya Mike seraya menaikan jari kelingkingnya. Clara hanya bisa mengangguk lalu membalas menautkan jari kelingkingnya
-
__ADS_1
-