Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten
Clara marah


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mike mengambil sumpit yang sudah tersedia satu paket dengan kotak bekal dari Clara, menyumpit nasi yang digulung rumput laut dengan tengahnya berisi sayuran dan menyuapkan ke mulutnya dengan lahap


Clara sedikit senang melihat Mike yang sedang menikmati makanan buatan tangannya sendiri. Bibirnya tersenyum meski tipis


" Makanlah, kau juga belum makan." Perintah Mike sembari memberi sumpit ditangannya pada Clara. Malu-malu Clara mengambilnya dari tangan Mike. Wanita itu mengambil satu sushi jenis lain dan menyuapkan ke mulutnya yang mungil. Mike memperhatikan itu lalu mengulurkan jemarinya mengusap pelipis Clara yang merenung keringat, Clara menghangat dengan perlakuan itu


" Mike, aku membelikan makanan favoritmu, tadinya ku kira Clara tak akan datang kesini." Airin yang sejak tadi memperhatikan keduanya membuka suara sembari mendorong makanan siap saji kesukaan Mike yaitu spagheti bolognese. Mike meliriknya sejenak dan tersenyum, lalu mengambil satu porsi bolognese dari Airin


" Terima kasih Airin." Saut Mike. Airin tampak senang, bibirnya tersenyum lebar


Clara yang melihat itu mendadak murung, dadanya terasa sesak mendadak karena Mike lebih memilih makanan dari Airin ketimbang buatan tangannya sendiri. Clara memegang sumpit itu dengan erat menahan rasa sesak didadanya


" Apa sushinya tidak enak?" tanya Clara


" Kau juga belum makan, jadi aku mengalah." Clara terdiam padahal makanan yang ia bawa tidak sedikit, itu cukup untuk dirinya dan Mike


" Makan yang banyak." Perintah Mike mengusap perut Clara dengan satu tangannya yang bebas. Clara mematung menatapi Mike yang juga menatapnya dengan mulut tak henti mengunyah bolognese yang tampak sangat enak berbeda dengan makanan buatannya yang hanya Mike coba satu potong, Clara sangat tersinggung akan hal itu, lebih tersinggung karena itu adalah pemberian Airin


Nafssu makan Clara hilang mendadak padahal ia baru makan dua potong saja. Ia meletakan sumpit diatas meja dengan sedikit keras." Ini sudah malam, aku harus pulang." Ucap Clara hendak bangun namun ditahan Mike


" Habiskan dulu makannya, setelah itu kita pulang."


" Bukankah kita masih punya pekerjaan." Mike melirik Airin membuat Clara beringus bangkit dan berjalan menuju keluar


" Clara." Panggil Mike ikut bangkit mengejar istrinya


" Sikap wanita itu benar-benar menyebalkan, padahal Mike baru saja makan, sejak tadi belum makan." Gerutu Rena


" Bisa-bisanya Mike menikahi wanita yang tidak pengertian seperti itu." Saut Airin menggerutu


Sedangkan Jelo hanya diam, ia tak ingin ikut campur urusan sang kapten. Tapi melihat Clara yang tiba-tiba aneh begitu, rasanya Jelo curiga. Ia melirik Airin dan Rena bergantian


" Airin, tidak bisakah kau menghargai Clara sedikit saja?"

__ADS_1


" Kenapa kau jadi marah padaku?"


" Aku tidak marah, Mike sekarang sudah menikah bukan pria single lagi. Bisa tidak kau jangan terlalu dekat dengannya, memperhatikannya seperti itu bukankah itu cukup mencurigakan bagi istrinya?"


" Aku tidak tahu apa-apa, kenapa aku yang disalahkan. Jelo kau memang aneh." Gerutu Airin lalu berjingkat meninggalkan semua orang


Diluar Mike meraih jemari Clara menahan wanita itu untuk melangkah." Kita pulang bersama."


" Aku akan pulang sendiri, aku sudah memesan taxi." Saut Clara dingin memalingkan wajah, Mike tidak tahu kedua mata Clara menggenang airmata. Clara merasa sangat buruk, mungkin juga karena hormon kehamilannya. Sejujurnya Clara bukanlah tipe wanita yang cengeng


" Tidak, pulang bersamaku. Aku kembali kedalam, tunggulah disini."


" Tidak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri. Pekerjaanmu sangat penting. " Mike menarik nafasnya pelan mencoba sabar, ia tahu ibu hamil akan serepot Clara saat ini


" Aku bisa kembali besok pagi, tunggulah sebentar saja." Clara menarik tangannya lalu mengambil ponsel untuk memesan taxi online. Mike yang melihat itu jadi kesal, ia merampas ponsel Clara dan mematikan ponsel itu


" Pulang bersamaku, bisa-bisanya kau terus membantah suamimu." Bentak Mike, cukup membuat rasa sesak dihati Clara bertambah, airmata yang sedari tadi ditahannya itu akhirnya tumpah. Meskipun terkejut melihat Clara yang menangis, Mike kembali menarik tubuh itu masuk kedalam


Clara menunduk menyembunyikan airmata dari beberapa pasang mata yang melihat mereka. Wajah Mike beraura dingin saat ini membuat semua tak berani bertanya. Pria itu membawa Clara kembali kedalam ruangannya, menyambar jaket dan memaksa memakaikannya pada Clara


" Kau benar-benar akan pulang?" Tanya Airin disudut ruangan


" Aku akan selesaikan besok." Saut Mike tanpa melihat meninggalkan Airin dan kantornya begitu saja


" Wanita memang luar biasa." Ucap Rekan kerja Airin yang bukan satu tim dengannya. Airin mendelik sebal pada pria itu


"Lihatlah, sejak kapan Mike mengabaikan pekerjaannya!"


" Itu karena wanita itu sedang hamil." Gerutu Airin sambil berjingkat meninggalkan sang pria yang terbahak kencang


" Kau cemburu ya Airin." Teriaknya memenuhi kantor


Keheningan melanda diantara Mike dan Clara. Hanya suara deru mobil dan isak tangis Clara yang terdengar." Apa yang membuatmu menangis hmm?" Tanya Mike mencoba lembut


Hanya angin yang menjawab Mike, pria itu mencebikan bibirnya

__ADS_1


" Jadi seperti ini rasanya punya istri, ketakutanku selama ini terjadi juga." Gerutu Mike dalam hati


" Clara, kau baru makan sedikit, mau pergi makan lagi? kau bebas memilih." Bujuk Mike menyentuh perut Clara tetapi wanita itu malah memalingkan wajahnya kejendela mobil. Mike mengepalkan kedua tangannya, ia merasa geram diabaikan. Jika wnaita itu tidak hamil mungkin Mike sudah menendangnya keluar dari mobil


" Ayolah Clara, aku benar-benar tidak tahu kenapa kau semarah ini?" Gerutu Mike lalu meminggirkan mobil. Ia membuka sabuk pengaman dan mendekati Clara. Mencoba membujuk wanita itu dengan mencium perutnya. Mike berhasil, wanita itu mau menatap Mike


" Apa makananku benar-benar tidak enak?" Tanya Clara sesegukan seperti anak kecil


" Aku tidak bilang begitu?"


" Tapi kau tidak mau memakannya." Mike tersenyum lucu


" Aku sengaja mendahulukan untukmu, aku tahu makanmu banyak." Clara mengusap airmatanya


" Benar seperti itu?" Mike mengangguk


" Aku takut dia kelaparan." Saut Mike sembari mengelus perut Clara, cukup membuat wanita itu luluh dan berhenti menangis


" Kau pasti masih lapar." Clara tak malu mengakuinya, ia mengangguk pelan membuat Mike sigap mengambil papperbag dikursi belakang. Ia buka tempat sushi yang masih tersisa banyak itu untuk Clara


" Kau juga harus makan." Mike mengangguk lalu mengambil sumpit dan menyuapkan untuk dirinya. Sementara Clara mengambil dengan jemari lentiknya


" Kau yang membuatnya?" Tebak Mike


Clara mengangguk pelan


" Ini cukup enak untuk amatiran sepertimu!" Ledek Mike


" Lainkali aku akan buatkan bolognese untukmu." Mike mengangguk pelan


" Tentu, kau harus menguasai resepnya mulai sekarang, karena suamimu ini sangat menyukainya." Clara tersenyum senang begitupun Mike, pria itu ikut tersenyum sembari mengusap sudut bibir Clara yang kotor


-


-

__ADS_1


__ADS_2