
Max memerintahkan Ansel untuk memata-matai Ali. Ansel memberitahu Max jika Ali berusaha mengumpulkan rekan-rekannya sesama agent pembunuh bayaran untuk melawannya saat.
Max kemudian menghubungi Thomas dan memberitahu tentang Ali kepadanya.
Kali ini Max sengaja mengaku kepada Thomas jika ia sudah menggelapkan uang pensiun anak buah Thomas.
Ia berjanji akan membaginya dengan Ares Group jika ia mau membantunya menyingkirkan Ali dan teman-temannya.
"Ali adalah seorang Leader yang solid, sulit bagi kita untuk mengalahkannya secara fair. Sebaiknya kau bayarkan saja uang pensiun itu kepada mereka lagipula kau sudah mendapatkan banyak keuntungan dari uang itu bukan. Dengan begitu kita bisa menggunakan mereka untuk berbalik melawan Ali," terang Thomas
"Kalau begitu apa untungnya bagi diriku,"
"Tentu saja kau akan mendapatkan untung dua kali lipat. Selain kau bisa menghabisi Ali dengan mudah, putramu juga akan terbebas dari jerat hukum karena tidak ada lagi yang akan mengungkit kejahatannya,"
"Tapi, mengembalikan semua uang pensiun mereka juga bukan hal yang mudah. Kau tahu berapa banyak aku harus membayar mereka?" jawab Max
Lelaki itu tak bisa menyembunyikan rasa galaunya saat harus mengeluarkan uang yang begitu banyak.
"Kau tidak harus membayar semuanya, berikan saja mereka setengahnya, biar aku yang akan mengurus sisanya." jawab Thomas
Max kemudian memerintahkan Ansel untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening Thomas.
Thomas segera memerintahkan Hera untuk mengumpulkan para eks karyawannya yang sudah pensiun.
Ia sengaja mengundang mereka untuk memberitahukan jika ia akan membayar uang pensiun mereka.
Meskipun tidak bisa membayarkan semua uang pensiun mereka. Namun Thomas berhasil mengambil hati mantan karyawannya meski hanya membayar mereka sebesar lima puluh persen.
Ia bahkan mengarang cerita bohong jika selama ini uang pensiun mereka di ambil oleh Ali.
"Aku memang tidak bisa mengambil uang pensiunan kalian dari Ali, tapi aku yakin dengan bantuan kalian aku bisa menangkapnya. Jadi tolong bantu aku menghadapinya," ucap Thomas kemudian bersimpuh di depan para eks karyawannya.
Sementara itu Ali menghubungi teman-temannya untuk membantunya menyerang Max yang sudah mencuri uang pensiun mereka. Ia juga menunjukan bukti-bukti dokumen penggelapan dana mereka yang ia temukan di tempat rahasia Max.
Para pensiunan itu setuju untuk membantunya menghadapi Max.
Mereka kemudian masuk kesebuah mobil Jip menuju ke sebuah Dermaga di daerah Jakarta Barat.
Setibanya di Dermaga, Max dan anak buahnya sudah menunggu mereka.
__ADS_1
Pertemuan berlangsung sengit dsn mendebarkan.
Namun ditengah-tengah pertempuran teman-temannya mulai membelot dan membantu Max mencoba membunuhnya.
Melawan para eks pembunuh bayaran tak semudah melawan anak buah Max. Ali yang kewalahan memilih melarikan diri dari tempat itu.
Ia menemui Baron dan memilih berlindung di sana.
Ali menceritakan pengkhianatan teman-temannya kepada Baron. I
"Aku janji akan membalas perlakuan Thomas hari ini," ucap Ali
"Aku sudah menduganya akan terjadi seperti ini. Thomas pasti memanfaatkan celah ini untuk membuat kau kembali padanya," ucap Baron
"Sebenarnya apa yang mereka inginkan dariku?" tanya Ali
"Kau terlalu naif Al. Siapa yang tidak tahu Black Kaiser?. Dari sekian banyak Agent di Ares Group, hanya Black Kaiser yang tak pernah gagal menjalankan tugasnya. Kau bahkan tak pernah meninggalkan celah saat menjalankan misi dari perusahaan. Jadi boleh di bilang jika kau adalah agent terbaik di Ares Group sepanjang masa. Bahkan Hera selalu iri padamu, karena Thom lebih percaya padamu untuk menjalankan semua tugas-tugas besar." terang Baron
Ali tak mampu menyembunyikan rasa khawatirnya pasca kekalahannya menghadapi Max. Berkali-kali ia menghubungi istrinya hanya untuk menanyakan bagaimana keadaan Beni.
Meskipun Regina mengatakan jika Beni baik-baik saja, namun pria itu tetap tak percaya jika tak melihatnya sendiri.
Dibantu Baron yang memantau dari balik monitor Ali mengendap-endap masuk menuju ke bangsal perawatan Putranya.
Ali melihat beberapa anak buah Max tampak berdiri di Selasar jalan menuju bangsal perawatan Beni hingga didepan ruang perawatan Beni.
Ali masuk ke bangsal perawatan sebelah Beni untuk menghubungi istrinya. Ia bisa melihat dengan jelas wajah panik Regina saat menerima telepon masuk darinya.
Wanita itu bahkan bersembunyi-sembunyi ke toilet untuk menerima panggilan darinya.
Ali memberitahu Regina untuk segera pulang karena ia akan datang menggantinya.
Namun Regina menolaknya, dengan suara gugup ia beralasan jika dokter memintanya untuk mengawasi pola makan Beni.
Ia juga memerintahkan Ali untuk fokus bekerja dan jangan pulang dulu untuk beberapa waktu.
Mendengar suara istrinya ia mulai paham kondisi yang dihadapi oleh Regina.
Ia mengepalkan tangannya dan tak bisa membendung rasa kesalnya terhadap Max yang sudah membuat Istrinya ikut terseret dalam masalahnya.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian menggunakan kostum dokter Ali keluar dan mulai menghabisi satu persatu anak buah Max yang berjaga di sana.
Setelah menyingkirkan semua anak buah Max ia segera masuk untuk melihat kondisi putranya.
Saat pintu terbuka ia melihat Hera tersenyum simpul sambil mengusap wajah Beni.
Beni menatap nanar wanita itu seolah hendak menelannya hidup-hidup.
Ia kemudian meminta Regina untuk keluar membelikan rokok untuknya agar ia bisa leluasa menghabisi Hera.
Regina tampak gemetar saat melihat wajah suaminya yang tampak berbeda. Seumur hidup ia baru melihat pria itu benar-benar marah.
Ia bahkan membisikkan sesuatu padanya sebelum pergi.
Regina meminta Ali untuk menahan emosinya demi putranya.
Namun Balck Kaiser tak bisa melihat seseorang berusaha mempermainkannya dengan menggunakan kelemahannya.
Kali ini ia meminta Hera untuk melawannya secara terbuka. Namun wanita itu menolak dengan alasan ia tak pernah menyimpan dendam padanya.
"Jika kau tidak mendendam kepadaku, maka sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah ganggu keluarga ku," ucap Ali
"Andai saja kau mau menyerahkan bukti-bukti itu padaku, aku pasti akan melakukan apa yang kau perintahkan. Tapi sayangnya aku hanya seorang agent yang harus menuruti perintah dari Bosku,"
Sementara itu di luar gedung seorang sniper terbaik sudah bersiap menarik pelatuk senapannya saat ia sudah memastikan bidikannya tidak meleset.
Sebagai seorang mantan tentara tentu saja Ali mampu membaca sebuah sandi dari bahasa tubuh Hera.
Saat sebuah timah panas melesat kearahnya Ali sengaja mendekati Hera dan segera merunduk saat benda kecil itu mendekat kearahnya.
"Arrghhh!!" Hera meringis kesakitan saat sebuah peluru bersarang di lengannya.
Ali segera melepaskan tendangan keras kearah wanita itu hingga ia ambruk ke lantai.
Sementara itu Baron segera meringkus para sniper itu dan menghabisinya.
Hera berhasil melarikan diri, dan Ali sengaja membiarkannya pergi.
Ia meminta bantuan Barron dan Kriss untuk menghadapi Para petarung Ares Group.
__ADS_1