TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 29


__ADS_3

*Satu Jam sebelumnya...


Azar terkejut saat mendengar Ali akan mengunjungi Ares Group.


Ia melarang Ali karena mengira jika Ali hanya akan menyerahkan nyawanya jika ia nekad mendatangi Perusahaan Jasa Penyedia Pembunuh Bayaran terbesar di Indonesia itu.


"Meskipun aku tahu kau mantan anggota perusahaan itu, tapi tetap saja posisi mu sekarang sudah berbeda. Selain kau adalah seorang buron kau juga sudah menjadi anggota sindikat Penipu yang merupakan musuh mereka sekarang. Jadi tetap saja peluang mu untuk menjadi pemenang dalam peperangan ini hanya 1 persen. Mereka bisa saja menggunakan kekuatan para gengster bawahannya untuk menghadapi mu. Jadi jangan gegabah," terang Azar


"Untuk menghadapi monster maka kita juga harus menjadi monster. Percayakan saja semuanya padaku," Ali terlihat merebahkan tubuhnya di sofa.


Azar menyarankan kepadanya untuk memikirkan rencananya masak-masak. Sebagai seorang yang sudah bergelut dalam dunia hitam, ia tahu benar apa yang akan dilakukan oleh para bandit itu kepada Ali.


Bukan Ali yang ia khawatirkan, namun keluarganya.


Setelah setengah jam terlelap Ali terbangun dan segera membersihkan tubuhnya. Ia sengaja memakai pakaian rapi dan pergi meninggalkan kediaman Azar.


Lelaki tua itu tak bisa menahan saat Ali berpamitan untuk menemui Hera CEO Ares Group.


#Gedung Ares Tower


*Tak, tak, tak!!


Semua orang terhenyak saat mendengar suara derap sepatu pantofel menyeruak memecah keheningan ruangan.


Hera menoleh dan tersenyum saat mengetahui Ali yang datang.


Ia berjalan menyambut kedatangan sahabat lamanya itu.


"Welcome to home Black Kaiser?"


"Thanks," jawab Ali singkat


Seperti sudah tahu apa yang akan dikatakan Ali, Hera mempersilakan pria itu bergabung dengan para agent lainnya di meja rapat.


"Baiklah, karena orang yang sedang kita bicarakan sudah hadir. Jadi mari kita lanjutkan saja perbincangan kita,"


Green yang begitu membenci Ali mengutarakan keinginannya untuk membalas dendam kepada pria itu. Ia bahkan meminta Hera mengijinkannya untuk berduel dengan Ali di atas ring.

__ADS_1


Namun Ali dengan tegas menolak keinginan Green ia justru menyampaikan niatnya untuk kembali bergabung dengan Ares Group.


Pernyataan Ali tentu saja membuat semua orang terkejut.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Hera tampak terkejut


Bahkan beberapa agent juga tak percaya dengan ucapan Ali dan merasa jika ia memiliki tujuan terselubung saat menyatakan bergabung kembali menjadi agent di Ares Group.


Namun sebagai CEO Hera tampak berbeda menanggapi keputusan Ali untuk kembali bergabung dengan Ares Group.


"Aku sudah mengenal Al lebih lama dari kalian. Jadi aku tahu betul bagaimana karakter Abang satu ini," tutur Hera mencoba menenangkan suasana di rumah meja rapat


"Karena Al sudah memutuskan untuk bergabung kembali menjadi agent di Ares Group, maka seperti keinginan Thomas yang meminta dia kembali lagi, tentu saja aku akan menerimanya dengan tangan terbuka,"


Semua mata kini tertuju pada Ali. Raut wajah penuh amarah dan dendam terlihat jelas dalam diri Green yang berusaha menolak kembalinya Ali.


Akan tetapi sebesar apapun usahanya untuk mempengaruhi Hera, wanita itu tetap menerima Ali sengaja Agent Ares Group.


"Welcome back Al!" seru Hera disambut gemuruh tepuk tangan para agent.


Saat acara perkenalan dengan para agent baru Green sengaja meminta Al untuk melakukan sparring dengan seorang agent magang terbaik.


"Ada yang bilang dia seperti reinkarnasi dari seorang Black Kaiser, namanya Blue. Meskipun ia masih berstatus magang tapi kemapuan beladirinya tak bisa diragukan lagi. Jika tak keberatan bisakah kau memberitahu sedikit rahasia teknik bertarung mu kepadanya," ujar Green


Ali tersenyum menatap pemuda di depannya.


"Tapi aku merasa dia lebih baik dariku, jadi aku tak perlu lagi mengajarinya teknik bertarung. Karena kalian sudah memberikan yang terbaik," jawab Ali


Namun saat ia hendak pergi, Blue bersimpuh di depannya dan memintanya untuk melakukan sparring.


"Bertarung melawan anda adalah suatu kehormatan bagi saya, jadi aku mohon mari kita bertarung agar aku bisa menjadi agent resmi Ares Group," ucap Blue menyodorkan sebuah belati kayu kepada Ali


Melihat kesungguhan diwajahnya, Ali tak bisa menolak permintaan pemuda itu.


"Sepertinya aku tidak bisa menolak keinginan seorang petarung sejati,"


"Terimakasih Abang," ucap pemuda itu kemudian berjalan menuju ring diikuti oleh Ali.

__ADS_1


Ali membuka jasnya dan bersiap menunggu serangan dari Blue. Sebagai seorang trainee terbaik Blue menyerang begitu cepat dan sulit di tebak. Pukulannya yang cepat diikuti tendangan mematikan membuat Ali kewalahan.


Melihat jagoannya dapat membuyarkan konsentrasi Ali, Green merasa senang. Ia yakin jika Blue akan bisa mengalahkan mantan Agent terbaik Ares Group itu.


Semua trainee bersorak-sorai saat melihat Blue berhasil menggores lengan Ali dengan belati kayunya.


Ali yang bertarung tanpa menggunakan senjata tampak kesal dengan kesombongan yang diperlihatkan Blue pasca berhasil menebas lengannya.


Kali ini Ali menyerang pemuda itu lebih dulu, dengan gerakan cepatnya kini ia berbalik membuat Pemuda itu tak bisa bergerak bebas menghalau serangannya. Sebuah tendangan keras berhasil membuat Blue berlutut dan dengan cepat Ali mengambil sebuah pena dari saku kemejanya dan mengarahkannya tepat di lehar Blue.


"Mematahkan lengan lawan sangat penting untuk membuat musuh kesulitan bergerak. Tapi jangan lupa jika tikaman di leher akan membuat musuhmu mati dan kau akan menjadi pemenang," bisik Ali


Seketika suara tepuk tangan bergemuruh membuat Hera datang menghampiri Ali


"Sampai kapanpun tak akan pernah ada yang bisa mengalahkan Black Kaiser, agent terbaik di Ares Group!"


*Bughhhh!!


Green melepaskan kemarahannya dengan memukuli Blue setelah gagal mengalahkan Ali saat sparring diatas ring.


"Dasar tol*l, bagaimana bisa kau melewatkan kesempatan untuk memulai debut mu sebagai seorang Agent resmi. Bagaimana bisa kau mengalahkan para mafia di luar sana jika mengalahkan seorang pria renta saja kau tidak bisa!" hardik Green


Blue hanya menundukkan wajahnya dan pasrah saat Green terus memukulinya.


Sementara itu Hera mengajak Ali berbincang di sebuah Cassino.


"Karena kau sudah ada di sini maka aku akan memberikan sebuah tugas penting untukmu," ucap Hera


"Kenapa harus aku, bukankah masih banyak agent lain yang lebih baik daripada aku," jawab Ali


"Sudah ku bilang hanya kau satu-satunya agent terbaik di Ares Group. Untuk itulah hanya kau yang bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik," jawab Hera


Wanita itu memberikan sebuah amplop putih kepada Ali. Ali segera membuka amplop itu dan membuka isinya.


"Dia adalah seorang Hakim Agung yang sedang menangani kasus salah satu klien kita. Kau tahu kan jika dia adalah hakim yang terkenal sangat jujur dan sulit di suap. Tugasmu adalah menyingkirkan pria tua itu. Dan ingat... klien kita menginginkan kematiannya terlihat natural atau kecelakaan. Jadi jangan sampai meninggalkan jejak yang bisa memberatkan hukuman klien kita." terang Hera.


Ia kemudian menjelaskan jika ia juga sudah memberikan informasi lengkap tentang korban di amplop itu.

__ADS_1


"Kalau cuma menghabisi seorang warga sipil, siapapun bisa melakukannya. Bahkan seorang agent magang pun bisa melakukannya jadi sebaiknya berikan saja pekerjaan ini kepada Agent lain,"


"Tidak semua agent bisa melakukan pekerjaan begitu rapih seperti dirimu. Lagipula kami juga perlu mengetahui apa tujuan mu bergabung kembali dengan Ares Group. Tentu saja kami juga perlu bukti yang menjamin kau benar-benar tulus bergabung dengan kami untuk mencari uang atau membalas dendam," jawab Hera


__ADS_2