
"Selamat pagi anak-anak, perkenalkan saya guru olahraga yang baru menggantikan Pak Ilham. Nama saya Windu Salim, panggil saja Pak Win," ucap Windu memperkenalkan dirinya
Selesai berkenalan ia mengajak anak-anak untuk berolahraga di lapangan.
Semua anak tampak antusias berolahraga termasuk Beni yang baru saja sembuh dari sakit.
Hanya Aldi yang terlihat tak mengikuti olahraga dan memilih beristirahat di UKS karena sedang tidak enak badan.
Saat semua siswa sedang berolahraga Windu memanggil Ranti, Justin dan beberapa siswa lainnya ke ruang peralatan yang berada di sebelah UKS.
Sebagai tangan kanan Green Windu memberikan briefing kepada para agent di sekolah.
"Hari ini aku mau melihat progres penjualan kita meningkat. Barang siapa yang berhasil menjual lebih dari 250 gram maka aku akan memberikan bonus. Sebaliknya siapa yang hari ini menjual kurang dari 100 gram maka aku akan menghukumnya. Apa kalian mengerti!" ujar Windu
"Mengerti pak!"
Windu segera keluar dari ruangan itu, ia yang melihat seorang siswa terbaring di UKS menghampirinya.
Pria itu mengusap kening Aldi yang sedang tertidur.
"Panas sekali, sepertinya dia benar-benar tidur!" Windu kemudian segera keluar dan memerintahkan Ranti untuk menjaganya
Melihat Ranti sendirian menjaga Aldi, Justin pun menyusulnya.
Justin langsung memarahi Ranti, ia menuduh jika Ranti sengaja mengadu kepada Bos besar hingga mereka kembali mengirimkan seorang agent untuk mengawasi mereka.
"Aku tidak pernah melakukan seperti apa yang kau tuduhkan. Asal kau tahu, kalau setiap hari Bos besar selalu mengontrol penjualan kita. Kau tidak tahu kan bagaimana rasanya menjadi leader yang selalu menjadi sasaran saat Bos besar marah!" jawab Ranti
"Semuanya akan baik-baik saja andai kau tidak serakah!" cibir Justin kemudian meninggalkan Ranti
"Ah sial, kenapa aku yang selalu di salahkan!"
Ranti yang kesal bergegas meninggalkan UKS.
Saat suasana sepi Aldi membuka matanya, ia segera turun dari tempat tidur untuk kembali ke kelas.
Namun saat hendak mengambil sepatu yang tergelatak di bawah kolong kasur ia menemukan sesuatu.
Ia mengambil sebuah USB yang tergelatak itu dan memasukkan ke saku celananya. Aldi mengira jika USB itu milik Ranti atau Justin makanya ia langsung mengamankannya.
Saat masuk ruang kelas ia lupa mengembalikan USB itu karena Windu menyuruhnya untuk pulang karena sakit.
Ranti yang menyadari kehilangan USB miliknya tampak pucat. Ia buru-buru menuju ke UKS untuk mencarinya di sana.
Ranti yang begitu ketakutan mencari benda itu seharian hingga sore hari.
__ADS_1
Namun usahanya sia-sia karena ia tak menemukan benda itu di mana-mana.
"Bagaimana jika Bos tahu, aku bisa mati seperti Glen,"
**************
Di waktu yang sama Ali mendatangi kediaman Kris, ia sengaja menemui Kris untuk memberitahu siapa pembunuh ayahnya.
Kris yang awalnya masih kesal dengan Ali, akhirnya bisa berbaikan lagi dengannya setelah Ali mengeluarkan semua bukti-bukti pembunuhan ayahnya.
"Pelakunya adalah seorang petarung profesional. Hera dan Max sengaja melakukan hal itu untuk menyingkirkan aku dari Ares Group. Tapi beruntungnya Thomas membantuku sehingga mereka tak bisa mendepak ku," terang Ali
"Sorry kalau aku sudah menuduh mu sebagai pelaku Pembunuh ayahku,"
"Tidak masalah, justru dengan kasus ini aku mau kau membantuku untuk memberikan bukti-bukti ini kepada polisi. Aku yakin polisi mencurigai pelakunya seorang terpidana kasus money laundering yang kasusnya sedang di tangani oleh almarhum. Hanya saja mereka tidak punya bukti untuk menjeratnya," ucap Ali kemudian memberikan beberapa bukti pembunuhan ayah Kris.
Setelah menemui Kris, Ali menemui Thomas di sebuah kafe.
Kali ini Ali sengaja menemuinya untuk mengetahui arti tato guru baru di sekolah putranya.
Thomas yang sudah malang melintang di dunia mafia tampak tak asing dengan tato itu.
Lelaki tua itu menyebutkan jika tato bunga dan senapan adalah simbol yang dipakai oleh sekelompok gengster yang siap mati dalam menjalankan misinya.
Ia menunjukkan foto sekelompok pria yang menggunakan tato tersebut kepada Ali.
"Thanks atas infonya Thom," ucap Ali kemudian menjabat tangan pria tua itu
Pagi itu Ali kembali datang ke sekolah karena ada undangan rapat orang tua siswa.
Hari itu tampak Max juga hadir ke sekolah. Ia melihat pria itu tampak berbincang serius dengan Ridwan dan juga Windu.
Karena acara belum di mulai, Ali memilih berkeliling untuk melihat kondisi sekolah itu.
Ali menghentikan langkahnya saat melihat seorang siswa sedang dirundung oleh teman-temannya.
Ali segera menahan seorang siswa saat ia hendak memukul siswa lainnya.
Melihat kedatangan Ali semua siswa seketika melarikan diri.
Siswa itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Ali, namun tenaganya tak cukup kuat untuk melawan pria itu.
"Kenapa kau merundungnya?" tanya Ali
"Karena dia Cepu!" seru siswa itu
__ADS_1
"Sekarang katakan padaku, apa yang dia lakukan hingga kau dan teman-teman mu merundungnya?" tanya Ali berusaha menurunkan nada suaranya
Sementara itu melihat temannya tertangkap oleh Ali, Ranti langsung berusaha melepaskannya.
Ranti sengaja mendorong Beni yang sedang asyik membaca untuk mengalihkan perhatian Ali.
Melihat putranya terjatuh Ali segera melepaskan siswa itu dan menghampiri Beni.
"Apa kau terluka?" tanyanya begitu khawatir
"Maaf Om aku hanya bercanda," ucap Ranti
"Kamu gak papa kan Ben," ucap Ranti berusaha membantu Beni bangun
"Aku gak papa kok cuma lain kali jangan bercanda kaya gini lagi ya Ran, bahaya," jawab Beni
"Maaf ya Ben, abis kamu dipanggil diem aja sih makanya aku dorong kamu. Tapi beneran Om aku cuma Canda doang, swear!" tandas Ranti
"Hmm," Ali segera menoleh kearah si Perundung namun sayangnya ia terlihat sudah kabur
Ali menatap nyalang kearah Ranti membuat gadis itu tampak ketakutan.
Melihat tatapan mata elang Ali, membuat Ranti ketakutan. Ia kemudian mengajak Beni untuk kembali ke kelas dan meninggalkannya.
Sementara itu Ali kembali mendekati korban Perundungan.
"Kenapa mereka memukulimu?" tanya Ali
"Karena aku melaporkan kelakuan mereka kepada guru BK," jawab siswa itu
"Memangnya mereka ngapain?" tanya Ali
"Mereka menjual ganja di sekolah," jawab siswa itu membuat Ali seketika tercengang mendengarnya
"Lalu bagaimana tanggapan guru BK setelah mendengar laporan mu,"
"Katanya ia akan melaporkan kepada kepala sekolah lebih dulu sebelum memanggil orang tuanya," jawab siswa itu
"Ayah rapatnya sudah di mulai!" seru Beni berlari menghampirinya
Ali mengangguk saat mendengar teriakkan Beni.
Ali kemudian melepaskan jam tangan yang dipakainya dan memainkannya kepada siswa itu.
"Ini adalah jam tangan pintar yang dihubungkan langsung ke ponsel ku, kau bisa menekan tanda hati jika memerlukan batuan ku," ucap Ali kemudian memakaikan jam tangan itu kepada siswa itu.
__ADS_1