
Blue terlihat mendatangi sebuah bar tempat dimana para agent berkumpul.
Tampak beberapa orang berteriak saat dua orang terlihat berduel diatas ring.
Ia kemudian menghampiri seorang seorang pria bertato yang sedang menikmati segelas wine.
"Apa aku boleh bergabung?" tanya Blue
"Memangnya ada larangan duduk di sini," jawab pria itu tampak sinis
Blue memesan sebotol wine dan menuangkan minumannya ke gelas pria itu.
Lelaki itu menoleh kearah Blue.
"Ada perlu apa sampai-sampai kau menuangkan minuman ke gelas ku?" tanya pria itu
Blue menunjukkan kalung milik Hera kepadanya.
"Jadi kau kaki tangan pemimpin Ares Group yang baru?" ucap pria itu tampak tak suka menatap Blue
"Sebenarnya saya baru mulai debut hari ini, dan Bos Thomas memberiku tugas untuk mengundang Abang ke Ares Tower besok pagi," jawab Blue
"Darimana kau tahu kalau aku ini agent Ares Group?" tanya pria itu lagi
Blue buru-buru mengeluarkan sebuah daftar nama-nama agent senior Ares Group yang diberikan oleh Thomas.
"Jadi dia kaki tangan Thom yang baru!" seru pria lain dengan suara lantang
Semua orang seketika menghentikan aktivitasnya saat mendengar ucapan pria itu. Mereka seketika menoleh kearah Blue.
Blue merasa jika ada sesuatu yang tak beres di tempat itu ia mengambil gelas minumannya dan meneguk habis isinya. Ia sengaja menggenggam gelas itu sambil mengamati mereka satu persatu.
Instingnya mengatakan jika dirinya tengah memasuki sarang harimau dan bersiap-siap untuk melawan para harimau tua itu.
Suasana tiba-tiba menjadi hening, bahkan pertandingan tinju bebas pun dihentikan.
Blue mencoba bersikap setenang mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan para agent tersebut.
Ia segera menarik belati dari balik bajunya saat mendengar derap langkah mendekatinya.
*Jleb!!
Pria itu tak menyangka jika Blue bisa mengetahui kedatangannya dan dengan cepat menyerangnya hingga ia lunglai ke lantai.
*Praannng!!!
Sebuah botol minuman terjatuh saat Blue berhasil menikam seorang lelaki yang hendak menyerangnya menggunakan botol minuman.
*Bruugghhh!!
__ADS_1
Seketika semua orang terkejut saat melihat jagoan mereka tumbang oleh seorang anak ingusan.
Mereka segera merangsek maju menyerang Blue.
Blue segera melompat keatas meja agar bisa melihat semua gerakan musuh-musuhnya.
Seorang pria tampak menikmati pertunjukan itu sembari menghisap rokoknya.
Meskipun Blue tampak gesit dalam menghindari serangan lawan-lawannya, namun jumlah lawan yang begitu banyak membuat pemuda itu harus jatuh tersungkur saat seseorang menikamnya dari belakang.
Seorang lainya melepaskan tendangan kerasnya hingga membuatnya jatuh tersungkur.
"Kau pikir seorang agent baru seperti mu bisa mengalahkan kami. Ingat sehebat apapun dirimu kau tidak akan pernah bisa mengalahkan kami," ucap seorang pria menginjak kepala Blue
"Bunuh saja dia dan kirim mayatnya kepada Thomas!" seru seorang pria lainnya
"Habisi, habisi, habisi!!" terdengar sorak sorai para agent yang meminta untuk menghabisi Blue
Sementara itu Blue yang sudah tak berdaya hanya pasrah saat seseorang menikam perutnya.
Namun pemuda itu masih bernafas meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka dan sayatan pisau.
"Kasian sekali kau nak, kau bahkan harus menjadi tumbal sebelum menikmati manisnya uang seorang pembunuh bayaran!"
Tak mau mati penasaran Blue menekan alarm jam digital pemberian Ali.
Ali tak sengaja menangkap panggilan darurat dari ponselnya. Ia melihat panggilan itu dari Blue.
Ali mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan maximal. Ia merasa ada yang tak beres dengan Blue karena ia berkali-kali menekan tombol panggilan darurat. Hanya butuh waktu empat puluh lima menit Ali akhirnya berhasil menemukan kafe tempat Blue beranda.
Ali sengaja membawa mobilnya masuk kedalam bar.
*Braakkk!!!
Semua mata tertuju kepada Ali. Semua orang seketika mundur saat melihat seorang Black Kaiser di tempat itu.
Ia memasang alat pengendali inframerah di tangannya sebelum turun dari mobilnya.
Semua orang menatapnya dengan tatapan bengis. Ali yang melihat Blue terkapar di lantai tak bisa menahan. emosinya lagi, ia segera mengepalkan tangannya dan mengarahkannya kepada orang-orang di depannya dan tombol memencet tombol penembak secara otomatis.
Tidak lama terdengar suara tembakan dari mobil Ali yang menewaskan hampir sebagian para agent.
Puas membombardir para agent Ali mengeluarkan sebuah pisau dan menyayat leher satu persatu agent yang di temuinya.
Melihat kebrutalan Ali membuat semua Agent yang tersisa lari tunggang-langgang langgang meninggalkan tempat itu.
Ali menghampiri Blue yang sekarat di lantai. Ia kemudian menggendong pemuda itu dan membawanya masuk kedalam mobil.
Ia menghentikan mobilnya di kediaman Kris dan memintanya untuk mengobati Blue.
__ADS_1
Melihat telapak tangan Blue yang masih mengepal Ali kemudian membukanya. Ia mengambil sebuah kalung yang di bawa pemuda itu.
Seketika rahangnya mengeras, dan wajahnya mulai memerah saat melihat liontin kalung itu.
"Tolong selamatkan dia!" ucap Ali
Ia kemudian kembali memasuki mobilnya dan bergegas pergi menemui seseorang.
*Ciit!!
Ali menghentikan mobilnya di depan sebuah Casino.
Saat ia memasuki tempat itu, tak ada seorangpun di sana, hanya alunan musik klasik yang terdengar merdu mengiringi seorang pria tua yang terlihat sedang berdansa seorang diri.
Ali memberikan tembakan peringatan terlebih dahulu sehingga membuat pria tua itu menyudahi dansanya.
Ia mengusap keringatnya dan tersenyum menatap Ali.
"Tidak seperti prediksi ku, kau terlambat datang Black Kaiser!" ucap pria itu kemudian mengambil sebuah remote menyalakan televisi di depannya.
Ali mengernyitkan keningnya saat melihat keluarganya di sekap oleh pria itu.
"Ku kira kau lebih cerdik sekarang, tapi semakin tua usiamu ternyata kau semakin melemah Al!" ucap pria itu
Ia kemudian duduk di sebuah sofa dan menikmati minumannya dengan santai.
"Lepaskan mereka. Mereka tidak ada hubungannya dengan apa yang aku lakukan?" ucap Ali
"Kau sudah membuat ku kehilangan hampir semua kekayaan ku, bahkan membunuh anak istrimu tak cukup menutupi kerugian mu karena tingkah sok jagoan mu itu!" tandas pria itu menuding Ali
"Aku kecewa sekali denganmu, ku pikir kau kembali ke Ares Group benar-benar tulus tapi tidak ku sangka kau malah menusuk ku dari belakang. Rasanya sakit sekali," ucap pria itu memegangi dadanya
Ia kemudian mengambil sebuah pistol dan mengarahkannya kepada Ali.
Dor, dor, dor!!!
Ali mengernyitkan keningnya menahan sakit saat timah panas mengenai dadanya.
Ali merasakan pandangannya mulai kabur, dan tidak lama ia ambruk ke lantai.
Dua jam kemudian Ali membuka matanya.
Ia mendapati dirinya di rantai di sebuah ruangan dimana kaki dan tangannya di borgol.
Tidak lama Seorang pria muncul dengan membawa pasukan yang siap mengulitinya.
"Maaf kesayangan ku, aku tidak bisa membunuh mu dengan cepat. Aku ingin menikmati bagaimana kamu merasakan kesakitan saat menuju ajalmu," ucap pria itu
Ia segera memakai sarung tangan dan mengeluarkan beberapa pisau bedah.
__ADS_1
Ia sengaja menyayat anggota tubuh Ali sehingga membuat pria itu mengerang kesakitan. Bukan hanya di kuliti bahkan ia disetrum dan serta di bakar kulitnya menggunakan sebuah solder.
Setelah puas melihat Ali merintih kesakitan iapun pergi meninggalkannya.