TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bonus Chapter


__ADS_3

Cukup lama Ali berada dalam ruang penyekapan tersebut. Ia tak bisa keluar karena terlalu sulit melepaskan diri dari rantai yang begitu kuat memborgol kaki dan tangannya. Berkali-kali ia harus melewati penyiksaan yang membuat tubuhnya dipenuhi luka. Bahkan salah satu matanya sengaja di tusuk oleh sang psikopat.


Di hari ke lima Ali mulai menemukan cara untuk kabur dari tempat itu. Ia sudah tidak bisa membiarkan keluarganya di sekap oleh penjahat itu.


Saat lampu ruangan di hidupkan Ali bersiap untuk melakukan rencananya,


Saat dua orang pria hendak menyalakan tombol penarik rantai yang memborgol kaki dan tangannya ia segera menarik salah seorang pria itu dan membekapnya.


Saat pria lain mengeluarkan pistolnya Ali sengaja memasang badan pria itu untuk menghalau tembakannya hingga peluru habis.


Ali mendorong pria yang sudah tak bernyawa itu dan mengambil kunci borgol darinya.


Sementara itu pria itu berusaha menghentikannya namun Ali sengaja membuatnya mendekatinya hingga ia lebih mudah untuk membekuknya.


Selesai menghabisi kedua pria itu Ali membuka borgolnya dan keluar dengan membawa dua senapan di tangannya.


Ia membombardir semua anak buah Thomas yang menjaga ruang penyekapan.


Melihat Ali seperti seorang malaikat pencabut nyawa membuat anak buah Thomas memilih menyelamatkan diri daripada harus menyerahkan nyawa saat melawannya.


Ali yang dipenuhi luka mencoba menerobos masuk ke ruang VIP.


Seorang wanita tua yang merupakan ibu dari Thomas sekaligus menjadi sekretarisnya tersenyum menyambut kedatangan Ali.


"Selamat Malam Al, sepertinya kau perlu bantuan apa yang bisa ibu bantu nak?" tanya wanita itu dengan ramah


"Malam Tante, maaf Al hanya ingin bertemu dengan Thom," jawab Ali


"Masuk saja, Thom baru saja datang," jawab wanita itu tanpa menaruh curiga.


Namun Ali tak segera masuk ke ruangan Thomas.


Ia malah meminjam telpon sebelum menemui pria itu.


"Maaf boleh pinjam telepon sebentar Tante?"

__ADS_1


"Silakan nak," jawab wanita itu menyodorkan telepon di mejanya kepada Ali


Melihat Ali kesulitan menekan angka-angka membuat wanita itu menawarkan diri untuk membantunya.


"Kenapa jari-jarimu dipenuhi luka?" tanya wanita itu


"Biasa Tante, anak cowok suka berkelahi," jawab Ali menyunggingkan senyumnya


"Kalau kau kesulitan menekan nomor teleponnya, biar tante saja yang bantu. Kamu cukup bacakan saja berapa nomor ponselnya,"


"Baik Tan,"


"Sudah selesai," jawab wanita itu kemudian memberikan gagang telepon kepadanya


"Terimakasih Tante," Ali sengaja menghubungi ayahnya dan memintanya untuk menjenguk anak dan istrinya yang masih di sekap oleh anak buah Thomas.


"Sama-sama Al,"


Setelah memberitahukan ayahnya Ali menutup telponnya.


"Sama-sama nak,"


Ali kemudian masuk kedalam ruangan Thomas.


Thomas seketika shock saat melihat Ali memasuki ruangannya.


Ia buru-buru mengambil pistol dari laci mejanya. Namun sayangnya Ali lebih dulu menembak lengan pria itu membuatnya mengerang kesakitan.


Ali kembali menembak lengan Thomas saat ia kembali mencoba mengambil pistolnya.


Ali kemudian mengambil pistol dari laci meja itu dan mengambil ponsel Thomas.


Ali sengaja menyalakan musik klasik kesukaan Thomas untuk mengiringinya mengeksekusi pria itu.


Ali tak lupa mengambil pisau-pisau bedah milik Thomas yang selalu digunakan untuk menyiksanya.

__ADS_1


Ia kemudian menghampiri pria itu yang berusaha keluar dan mulai menyayat anggota tubuhnya seperti yang ia lakukan padanya.


Thomas berusaha kabur dan meminta bantuan namun sayangnya tak ada seorangpun anak buahnya yang mau menolongnya. Mereka bahkan memilih pergi meninggalkannya daripada harus mati sia-sia melawan Ali.


Mengetahui tak ada seorangpun yang akan menolongnya membuat Thomas segera mencabut samurai yang terpajang di dinding ruangannya dan menggunakannya kearah Ali.


"Jangan bergerak atau aku akan membunuh istri dan anakmu!" ancam Thomas


Ia segera mengambil remote dan menyalakan televisi di ruangannya.


Thomas begitu terkejut saat melihat Ayah Al melambaikan tangan kearahnya.


"Sial, kenapa pria tua itu ada di sana!" pekik Thomas segera melempar remote tvnya.


Tak ada pilihan lain baginya selain melawan Ali.


Ia kemudian menebaskan samurainya kearah pria itu, namun Ali lebih dulu menikamnya hingga samurainya terjatuh ke lantai.


Gerakan Ali yang begitu gesit dan cepat membuat Thomas benar-benar ketakutan.


Ia berusaha kabur sambil memegangi perutnya saat melihat Ali mengambil samurainya.


*Jrasshhh!!!


Seketika darah mengucur saat Ali berhasil menebas tubuh Thomas.


Iapun luruh jutuh tersungkur ke lantai.


Setelah memastikan Thomas benar-benar tewas, Ali kemudian keluar dari ruangan itu.


"Apa urusanmu sudah selesai?" tanya wanita itu kembali menyapanya saat Ali melintas di depannya


Ali hanya mengangguk kemudian pergi.


""''''''' REAL TAMAT YA"""""""""""

__ADS_1


NANTIKAN KISAH SERU LAINNYA 😘😘😘. JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN KASIH GIFT JIKA SUKA DENGAN CERITANYA 😉😉😉


__ADS_2