TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 24


__ADS_3

Dengan bantuan ayahnya Ali berhasil mengeluarkan Beni dari rumah sakit. Ia memindahkan Beni di kediaman Kris.


Ali berpikir hanya itu satu-satunya tempat yang aman untuk Beni.


Sebagai seorang dokter militer, Ali yakin Kris bisa mengobati putranya.


"Aku percayakan putraku padamu. Aku yakin kau bisa mengobatinya. Jadi tolong jaga dia,"


Ali kemudian meninggalkan Beni bersama Kris.


Ia kemudian meninggalkan kediaman Kris. Pria itu menemui ayahnya di panti Werdha.


"Bagaimana keadaan cucuku, apa dia sudah aman?"


"Berkat ayah dia aman sekarang, terimakasih sudah mengunjunginya," jawab Ali


"Andai saja kau tidak menjadi pembunuh bayaran mungkin semua ini tak akan terjadi. Tapi sepertinya hal ini akan menjadi menarik, sudah bertahun-tahun aku merasa jenuh menjadi seorang manula yang kerjanya hanya makan, tidur, dan beribadah. Tapi dengan kasus ini aku jadi memiliki semangat hidup lagi," terang Adolf


"Sepertinya kau benar ayah, padahal aku hanya ingin hidup damai dengan menjadi warga sipil setelah pensiun. Tapi ternyata hidup sebagai warga sipil pun tak seindah yang dibayangkan. Mungkin sudah menjadi takdir ku untuk menjadi seorang petarung hingga memberikan masalah seperti ini padaku,"


**********


*Flashback


Desember 2002

__ADS_1


Keberhasilan pasukan khusus anti teror menangkap tersangka bom Bali 1 mendapatkan apresiasi terbaik dari presiden Indonesia saat itu.


Beberapa orang anggota pasukan khusus memberikan selamat kepada Ali yang menjadi pemimpin dalam Opera penangkapan para ter*ris tersebut.


"Selamat Al, aku gak nyangka kalau kau akan naik pangkat secepat ini. Selamat pak jenderal!" seru salah seorang sahabat Ali


"Aamiin, walaupun belum tentu benar tapi terimakasih atas doanya," jawab Ali


Keberhasilan Ali dalam menangkap tersangka ter*ris membuat karir Ali seketika melejit.


Namun salah seorang seniornya yang merasa tidak suka dengan keberhasilan Ali, berusaha melakukan berbagai cara unt menggagalkan Ali mendapatkan kenaikan jabatan. Salah satunya dengan menjebak Ali hingga dikeluarkan dari satuan tim pasukan khusus.


Seorang anggota sengaja menjebak Ali agar agar gagal mendapatkan kenaikan jabatan tersebut.


Hari itu Ali kembali ditugaskan sebagai eksekutor.


Namun sialnya Ali justru mendengar ucapan atasannya yang hendak menyingkirkannya.


Ali kemudian melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya.


Ia yang dikejar-kejar oleh pasukan khusus sekarat saat beberapa peluru rekan-rekannya bersarang di tubuhnya.


Seorang pembunuh bayaran bernama Thomas. Untuk membayar jasa karena sudah menyelamatkan nyawanya Ali bersedia melakukan apapun demi membalas budi.


Thomas meminta Ali menjadi seorang pembunuh bayaran

__ADS_1


*Flashback off


"Bagaimana ayah bisa tahu Beni sedang dalam bahaya?" tanya Ali


"Sebagai seorang mantan tentara ayah tentu tahu dari kode-kode yang kau kirim lewat pesan singkat mu," jawab Adolf


Ali menghela nafas mendengar jawaban ayahnya.


Beberapa hari sebelumnya ia memang sempat mengeluh kepada ayahnya itu jika ia tak sanggup membayar biaya perawatannya di panti.


"Maaf jika sudah membuat mu khawatir,"


"Untuk apa meminta maaf justru aku senang kau melakukannya padaku. Aku harap kedepannya kau bisa lebih jujur padaku agar aku bisa tahu apa yang terjadi padamu," jawab Adolf


Tidak lama Ali mendapatkan telpon dari Kris. Pria itu memberitahunya bahwa Beni sudah bisa mengenali seseorang.


Ali segera berpamitan dengan ayahnya dan menjenguk Beni.


Saat mengunjungi Beni, Ali terkejut saat Beni mengenalinya dan memanggilnya ayah.


Mengetahui putranya sudah mulai sadar, Ali meminta bantuan ayahnya untuk mencairkan tabungannya.


Ia berniat memberikan uang tabungannya kepada istri dan mertuanya agar mereka tidak mengalami kesulitan keuangan lagi.


Beni begitu senang saat tahu jika ayahnya ternyata seorang mantan tentara.

__ADS_1


Ia bahkan mengatakan kepadanya jika dirinya akan meneruskan perjuangannya dengan menjadi seorang tentara.


__ADS_2