
Polisi menangkap Green dan pasukannya yang dianggap melakukan penyergapan di Ares Group.
Sementara itu Ali membawa Hera ke rumah sakit. Selama di rawat Hera mengungkapkan kekesalannya terhadap Green yang sudah ia anak emaskan justru berkhianat kepadanya.
Sebagai orang yang sudah mengenal Green lama, Hera tahu jika Green adalah tipe orang yang setia. Ia berpikir jika ada seseorang yang sengaja memprovokasinya dan mencuci otaknya sehingga ia melakukan kudeta.
"Aku mau kau selidiki kasus ini dan cari tahu siapa orangnya yang sudah menghasut Green. Bawa orang itu hidup-hidup menemui ku. Aku janji akan menghabisi keparat itu dengan tanganku sendiri," tutur Hera
Ali terdiam mendengar celoteh Hera yang tak kunjung berhenti.
Saat Hera sudah berhenti berbicara Ali bangun dari duduknya dan menatapnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Hera dengan wajah curiga
"Aku sudah menemukan siapa pelakunya," jawab Ali
"Maksudmu orang yang memprovokasi Green?!"
"Hmm,"
"Siapa dia dan bawa ke sini segera,"
"Orang itu adalah aku,"
Hera seketika tak percaya mendengar pengakuan Ali.
"Mungkin sulit dipercaya, tapi memang benar jika akulah yang sudah memprovokasi Green untuk melakukan kudeta. Selama ini aku tak percaya kalau kau yang menggelapkan uang pensiun teman-teman. Tapi setelah melihat semuanya dengan mata kepala sendiri, aku tak bisa membiarkan mu terus menerus melakukan kecurangan terhadap teman-teman lainnya." jawab Ali
"Jadi sekarang kau bermaksud menghukum ku?" tanya Hera
"Aku hanya tak bisa melihat orang-orang dizolimi. Jikalau memang kamu harus dihukum itu bukan karena diriku, tapi karena apa yang sudah kau perbuat. Seperti kata pepatah apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai," terang Ali
"Dasar pengkhianat!" seru Hera dengan wajah geram
Ali kemudian bergegas pergi setelah melihat kedatangan polisi di ruangan itu.
Setelah Hera di bawa ke kantor polisi Ali pun bergegas menemui Thomas. Ia kemudian meminta Thomas untuk kembali memimpin Ares group.
"Aku yakin Ares group akan kembali berjaya di tanganmu," ucap Ali
"Tapi aku tidak yakin, terlalu banyak orang-orang Hera di sana,"
"Lakukan reformasi besar-besaran, singkirkan semua orang-orang yang sekiranya membelot dan menyusahkan perusahaan," jawab Ali
__ADS_1
Ia kemudian menghubungi Blue dan memintanya untuk menyusulnya.
Setengah jam kemudian Blue sudah tiba di ruangan itu. Pemuda itu kemudian menyerahkan kalung pemberian Hera kepada Ali.
Ali menyerahkan kalung itu kepada Thomas.
"Dengan kalung ini kau akan menjadi pemimpin Ares Group lagi, semoga saja kau bisa memperbaiki semua kebobrokan yang dibuat Hera, terutama masalah pembayaran yang tidak transparan," ujar Ali
Thomas menghela nafas panjang sebelum akhirnya menerima kalung pemberian Ali.
"Semoga saja aku bisa mengembalikan semuanya seperti sedia kala," jawab Thomas
Ali kemudian meminta izin kepada Thomas untuk memeriksa brangkas milik Hera.
Ia berniat mencari tahu tentang bisnis ganja yang dijalankan Hera bersama Max yang mana pasar mereka adalah anak-anak sekolah.
"Silakan saja Al, tapi aku gak tahu passwordnya,"
"Santai saja Thom," jawab Ali
Al kemudian memperkenalkan Blue kepada Thomas. Ia memintanya untuk memintanya untuk menjadikan Blue sebagai agent Ares Group. Ali yakin Blue memiliki potensi yang besar untuk menjadi agent terbaik menggantikan dirinya.
Bahkan melihat kemampuannya bertarung Ali juga yakin ia akan membawa kejayaan bagi Ares Group.
Ali tampak terkejut mendengar Thomas langsung mengangkat Blue menjadi tangan kanannya.
"Apa tidak terlalu dini jika Blue menjadi Agent grade A?"
"Tentu saja tidak, jika kau saja mengatakan Blue akan membawa kejayaan bagi Ares Group, maka tentu saja aku harus merealisasikannya bukan?" jawab Thomas
"Tapi tidak dengan menjadi tangan kanan mu juga Thom, itu terlalu berat untuk anak yang baru memulai debutnya sebagai seorang agent resmi,"
"Tapi aku percaya dengan ucapan mu Al. Aku bisa melihat jika Blue mirip seperti dirimu dulu. Jadi aku harap dia akan membawa Ares kembali ke masa kejayaannya seperti dirimu dulu," sahut Thomas
Blue tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya.
pemuda itu tak henti-hentinya berterima kasih kepada Ali dan Thomas yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya.
Blue bahkan berjanji tidak akan mengecewakan Kedua pria itu. Sebagai debut pertamanya Thomas memberikan mandat untuk mengumpulkan para agent senior di ruang rapat.
"Mengumpulkan para agent senior bukanlah tugas mudah apalagi dalam kondisi seperti sekarang, aku harap kau bisa menjalankan misi ini dengan baik," ucap Thomas
Setelah pertemuan itu Ali sedikit memberikan wejangan kepada Blue. Ia berharap Blue bisa berhati-hati dalam menjalankan misi pertamanya.
__ADS_1
Ia juga memperingatkan Blue agat jangan gegabah atau mudah terpancing emosi saat bertemu para agent senior yang mungkin akan merendahkannya.
"Intinya tetaplah membumi meskipun langit ada di genggaman mu,"
"Baik Om, terimakasih banyak atas nasihatnya," jawab Blue
"Sama-sama,"
Blue terus membuntuti Ali saat pria itu meninggalkannya.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Ali
"Apa boleh aku tetap bersamamu?"
"Sebagai tangan kanan Thomas kau harus selalu bersamanya, kau juga mungkin akan diberikan rumah olehnya. Tapi pintu rumah ku selalu terbuka untukmu, jadi kalau kau ingin mampir maka singgalah sejenak," jawab Ali
"Ok Om, terimakasih,"
"""""*"""""*""""*
Pagi harinya Ali sengaja memboyong keluarganya kembali ke rumahnya.
Regina dan Dayu tampak terkejut saat melihat perubahan rumah mereka.
"Wah rumahnya jadi keren sekarang!" seru Dayu
"Alhamdulillah semuanya berkat bantuan Om Blue, dia yang bantu ayah beres-beres rumah ini," ucap Ali kemudian memperkenalkan Blue kepada istri dan anak-anaknya
Selesai membantu membereskan kediaman Ali, Blue berpamitan. Ia hendak menjalankan misi utamanya untuk menemui para agent senior.
Sementara itu Ali mendatangi SMA Tunas Bangsa untuk mengetahui bagaimana nasib sekolah itu pasca kasus penjualan ganja dan pembullyan di sekolah itu di liput media.
Siswa tampak belajar seperti biasa meski ada beberapa siswa yang menjadi tersangka kasus bullying dan peredaran ganja.
Begitupun dengan kepala Sekolah yang langsung ditetapkan sebagai tersangka dan di gantikan oleh wakilnya.
Begitupun dengan Windu yang mendekam dipenjara bersama kepala sekolah.
Ranti, Darren, Justin dan beberapa orang siswa juga harus mendekam di lapas anak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Ali merasa senang saat melihat situasi belajar yang kondusif tanpa ada Bullying lagi di sekolah. Ia merasa lega dan memilih untuk kembali bekerja di bengkel milik Kris.
#Tamat
__ADS_1
Terimakasih kepada teman-teman yang sudah setia membaca novel ini sampai selesai.