TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 37


__ADS_3

Semua orang tua siswa berkumpul di aula untuk mendengarkan beberapa program sekolah yang dipaparkan oleh Ridwan selaku kepala Sekolah.


Ali melihat Max duduk di kursi paling depan bersama para komite sekolah.


Sedangkan Ali memilih duduk di belakang membaur bersama orang tua siswa lainnya meskipun Ridwan sudah memberinya tempat duduk didepan bersama Max dan para orang tua VIP lainnya.


Ali tampak mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Windu si guru baru. Namun sayangnya ia tak melihatnya.


Ia kemudian mengirimkan pesan kepada Aldi untuk menanyakan keberadaan pria itu.


"Dia tidak ada di kelas pak, kebetulan saya lihat jadwal juga hari ini dia tidak ada jam mengajar. Harusnya dia ada di ruang rapat, tapi kalau tidak ada juga mungkin dia ada di lapangan dengan anak-anak Futsal, soalnya yang aku tahu mereka akan tanding besok," jawab Aldi


Ali kemudian meminta Aldi untuk melihat ke lapangan.


Aldi pun menuruti perintah Ali. Ia mengajak Beni untuk menemaninya ke lapangan, namun di tengah jalan seorang guru meminta Beni untuk mengerjakan tugas guna memenuhi nilainya yang banyak kosong.


Aldi bergegas menuju ke lapangan seorang diri. Ia melihat beberapa siswa sedang berlatih futsal, namun Windu tak terlihat di sana.


Ia memberanikan diri bertanya kepada anak-anak futsal dimana Windu berada.


Mereka mengatakan jika Windu ada di ruang alat.


Aldi bergegas menuju ke ruang Alat, namun pemuda itu melihat Windu berjalan keluar dari ruangan itu .


Aldi terus mengikuti Windu hingga ke sebuah ruang kelas.


Aldi berhenti di sebuah kelas. Ia melihat Windu mendatangi Ranti dan Justin yang sedang merundung seorang siswa.


Awalnya ia mengira jika pria itu akan menolong siswa yang di rundung oleh Justin dan teman-temannya hingga ia menjauh dari tempat itu untuk menghubungi Ali.


Namun baru saja ia hendak menekan tombol call, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan dari kelas sebelah.


Aldi buru-buru kembali ke kelas itu untuk melihat apa yang terjadi.


Aldi begitu terkejut saat melihat Windu justru menyuruh Justin dan kawan-kawannya untuk memukuli siswa tersebut.


Siswa itu mencoba menekan tombol love yang ada di jam tangannya untuk meminta pertolongan Ali.


Melihat siswa itu terus memegangi jam tangannya Windu kemudian mendekatinya. Ia berusaha merebut jam tangan itu darinya.


Ia menyeringai saat mengetahui jika jam tangan yang dipakainya adalah sebuah jam digital yang bisa dipakai untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Windu kemudian menginjak jam tangan itu dan menghancurkannya.


"Sekarang tidak akan ada lagi yang datang menolong mu!" seru Windu


******


Sementara itu Ali yang mendapatkan signal dari siswa yang di rundung segera keluar dari ruangan rapat. Ia menggunakan aplikasi GPS untuk melacak keberadaan jam tangan itu.


Namun sayangnya saat ia menemukan lokasinya ia tidak melihat siapapun di sana kecuali jam tangannya yang sudah hancur di lantai.


Ali buru-buru menghubungi Aldi untuk menanyakan keberadaan Windu. Namun ponsel Aldi tiba-tiba saja mati dan tidak bisa di hubungi.


Sementara itu Aldi terlihat ketakutan saat melihat tatapan mata Windu yang terlihat ingin menghabisinya.


Lelaki itu kemudian mencengkeram kerah baju Aldi membuat pemuda itu semakin ketakutan.


Bulir-bulir keringat mulai membasahi keningnya seolah menyiratkan rasa takut pemuda itu.


"Katakan padaku, kenapa kau memata-matai kami, siapa yang menyuruhmu!" tanya Windu dengan suara keras


Aldi terlihat gagap saat hendak membuka mulutnya.


"Cepat katakan atau nasibmu akan sama dengan Vian!" seru Windu


"Oh jadi dia mata-mata Black Kaiser," Windu tersenyum mendengar ucapan Ranti ia kemudian menyeret Aldi menuju ke lantai tiga.


Sementara itu Justin dan yang lainnya menyeret Vian mengikuti Windu.


Setibanya di sana, Windu menyeret Aldi menuju ke tepi gedung. mendorong tubuh pemuda itu hingga nyaris terjatuh.


Aldi yang benar-benar ketakutan segera bersimpuh dan meminta ampun kepadanya.


"Tolong ampuni aku Pak, aku janji aku tidak akan mengikuti perintah Om Ali lagi dan tidak akan ikut campur terhadap urusan kalian!" ucapnya sepenuh hati


"Sungguh??"


"Benar Pak, aku janji setelah hari ini saya tidak akan cepu lagi dan akan kembali menjadi Aldi si pecundang seperti dulu lagi," jawab Aldi


"Baiklah, kalau begitu aku harus mengabulkan permintaan mu hari ini," Windu kemudian menyuruh Justin membawa Vian


"Aku ingin kau juga menasihati Vian agar menjadi seperti dirimu, karena sebenarnya aku juga tidak mau membuatnya babak belur seperti ini," ucap Windu menggandeng Vian

__ADS_1


Aldi segera berdiri dan menatap Vian yang terlihat babak belur. Ia bahkan tak bisa membuka matanya akibat bekas pukulan Windu.


Aldi tampak menitikkan air mata saat melihat kondisi Vian. Ia terkenang saat melihat kejadian serupa menimpa Beni.


Ia kemudian meraih tangan Vian, "Sebaiknya mulai sekarang kau tidak perlu lagi melaporkan semua aktivitas mereka kepada kepala sekolah, karena seberapa pun kerasnya kita memberitahukan mereka tetap saja tidak akan berpengaruh pada mereka dan justru akan membuat kita dalam bahaya. Jadi mulai sekarang sebaiknya kita cari aman saja, apalagi sebentar lagi kita akan menempuh ujian kelulusan!" ucap Aldi kemudian menyeka air matanya


Saat itulah Windu sengaja melepaskan Vian hingga Pemuda itu jatuh dari atas gedung.


Aldi yang merasakan tubuh sahabatnya itu merosot berusaha meraih lengannya, namun sayangnya ia tak berani mengambil resiko karena tak mau terjatuh menjadi korban berikutnya.


*Buugghhh!!!


"Aaaaaaaa!!" tiba-tiba


Terdengar suara para siswa berteriak histeris saat melihat tubuh Vian tersungkur di lantai.


Ali segera berlari menuju kerumunan siswa untuk melihat apa yang terjadi.


Ia terkesiap saat melihat sosok siswa tersungkur di lantai. Ali membalikkan tubuhnya untuk mengetahui identitas siswa.


Seketika ia mengepalkan tangannya saat mengetahui siswa itu adalah Vian si korban Perundungan.


Ia kemudian mendongak keatas dan melihat sesosok pria berdiri di atas gedung.


Kali ini Ali tak mau salah langkah seperti dulu, ia segera memeriksa kondisi siswa itu sebelum menelpon ambulans.


Ia buru-buru berlari menuju rooftop gedung untuk melihat siapa pelakunya.


Kembali Ali di buat tercengang saat melihat Aldi di sana.


Pemuda itu tampak duduk pasrah di lantai sambil meratapi nasibnya.


Ali segera memeluknya dan berusaha menenangkannya.


"Aku percaya bukan kau pelakunya," ucap Ali mengusap air mata Aldi


Ia kemudian mengajak Aldi turun.


Namun setibanya di kelas, dua orang polisi sudah menunggunya.


"Maaf, berdasarkan laporan dari beberapa siswa kami harus membawa anada Aldi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," ucap polisi memperlihatkan surat penangkapan Aldi kepada Ali

__ADS_1


"Kalau boleh tahu siapa yang melaporkan Aldi?" tanya Ali tampak curiga


"Maaf kami tidak bisa menyebutkan nama si pelapor dengan alasan keselamatan si pelapor," jawab polisi itu kemudian membawa Aldi pergi


__ADS_2