TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 40


__ADS_3

#Bagi yang sudah baca Bab 39 harap baca ulang ya soalnya sudah aku revisi, terimakasih#


"Lima ratus juta??"


"That's right, itu untuk biaya relokasi sekaligus ganti rugi bangunan. Karena Bos tak mau ribet makanya dia lebih memilih Ares Group yang mengaturnya,"


Seketika rahang Ali langsung mengeras mendengar penjelasan Alena.


"Ok, Terimakasih infonya,"


Ali kemudian menghampiri ayahnya dan memintanya untuk mengawasi wanita tua yang bersama Alena.


Ia kemudian meninggalkan panti setelah berpamitan kepada ayahnya.


Ia kemudian menemui Aldi di rumahnya.


Aldi tampak bahagia saat melihat kedatangan Ali. Ia kemudian menyambutnya dan mengajaknya duduk bersebelahan dengan ibunya.


Aldi kemudian menceritakan kejadian sebenarnya di depan Ali dan Ibunya.


Ibunya begitu terkejut saat mendengar penjelasan Aldi. Wanita yang baru tahu jika putranya selalu jadi korban Perundungan di sekolahnya menangis tersedu-sedu.


Ia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Aldi.


Melihat wanita itu sedih Ali berusaha menghiburnya. Ia mengatakan kepada Ibunya akan berusaha menegakkan keadilan di sekolah. Ia juga akan berjuang agar Aldi tidak dikeluarkan dari sekolah tersebut.


"Terimakasih banyak Pak Ali karena selalu membantu anakku, aku harap semua orang tua siswa seperti anda pasti tidak ada lagi perundungan di sekolah kita,"


"Untuk itu Ibu juga harus lebih vokal. Jangan hanya diam dan menunggu bantuan datang," jawab Ali


"Baik Pak,"


Saat Ali hendak pergi Aldi memberikan sesuatu kepadanya.


"Apa ini?" tanya Ali

__ADS_1


"Aku rasa isinya sangat penting, karena Ranti berkali-kali mencarinya," jawab Aldi


"Apa kau belum melihat isinya?"


Aldi menggeleng, aku tak mau berurusan dengan geng Perundung lagi makanya aku tidak melihat isi flashdisk itu, jadi jika isinya gak ada yang penting aku harap Om tak keberatan untuk mengembalikannya kepada Ranti," jawab Aldi


Tiba-tiba Ali teringat flashdisk itu, ia masih ingat bagaimana Ranti menolak memberikan flashdisk itu kepadanya setelah berjanji akan memberikannya setelah ia menyelamatkannya.


"Tapi aku yakin ada banyak kejadian penting di flashdisk ini!" ucap Ali kemudian pergi


**********


Malam itu Ali sengaja mendatangi markas Green. Alih-alih menjenguknya sebenarnya Ali datang untuk memprovokasinya.


Ia sengaja membanggakan pekerjaan barunya kepada Green hingga membuat pria itu jengah.


"Jika kau datang ke sini hanya ingin pamer sebaiknya pergi saja. Lagipula aku tak suka di kunjungi oleh musuh ku!" pekik Green


"Jangan begitu, justru kedatangan ku ke sini untuk memberitahukan mu sesuatu. Sebagai sesama gengster sekarang aku tahu bagaimana rasanya dikhianati bos sendiri," jawab Ali


Ali kemudian memperlihatkan transferan yang dilakukan oleh pihak Morgan kepada Ares Group.


"Kau tahu berapa yang aku terima?" tanya Ali


Green menggelengkan kepalanya.


Ali segera mengeluarkan amplop coklat yang diterimanya dari Hera


Green terkejut saat menghitung jumlah uang yang ada di dalam amplop coklat itu.


"50 juta??"


"Benar sekali, sekarang kau tahu berapa banyak uang yang sudah di korupsi Hera??" tanya Ali lagi


"Dari setiap projek yang ditawarkan oleh Morgan, ia selalu membayar angka fantastis untuk jasa kita. Tapi Hera sengaja mengkebiri uang itu dan memberi upah kita seperti memberi makan seekor anj*ng. Kita hanya di beri tulang sedangkan dagingnya dia yang makan," jawab Ali

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah merasakan hal seperti itu," sahut Green


Ali kemudian memperlihatkan beberapa bukti transferan lain dari Morgan kepada Ares Group.


"Itu adalah transferan sebelum aku menjadi tangan kanan Hera, artinya kaulah tangan kanan Hera saat itu. Aku tidak tahu berapa uang yang diterima oleh mu, tapi dari pengalaman ku, aku yakin Hera tidak akan memberikan uang lebih dari 10% uang yang diterimanya kepada mu, bukan begitu??"


Seketika wajah Green memerah mendengar ucapan Ali. Tak bisa dipungkiri semua perkataan Ali memang benar. Selama ini ia tidak pernah mendapatkan bayaran tinggi dibandingkan saat ia menjadi seorang Personal agent.


Melihat reaksi Green Ali semakin memprovokasinya, dengan mengatakan alasan Hera menjadikannya sebagai seorang gangster.


Selain untuk menyingkirkannya, alasan utama Hera menjadikannya gengster adalah untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh Ares Group. Karena seorang gengster secara otomatis akan mendapatkan bayaran lebih sedikit daripada seorang personal agent sedangkan pekerjaan mereka jauh lebih banyak.


Ia sengaja mencuci otak gengster agar bertahan dengan membiarkan beberapa usahanya dijaga oleh gengster tersebut.


Alih-alih menjadi seorang bos sebenarnya Hera justru sangat licik karena berusaha mengeruk semua uang hasil kerja keras mereka ke kantong pribadinya.


"Bagaimana kau bisa tahu semua ini?" tanya Green


"Tentu saja dari sumber yang bisa dipercaya. dan alasan Hera menjadikan semua agen terbaiknya untuk menjadi seorang gengster adalah karena ia ingin menambah wilayah kekuasaannya," sahut Ali.


"Sebagai seorang agent tentu saja aku keberatan, karena secara otomatis pekerjaan ini akan merugikan kita sebagai gengster. Bukankah lebih baik menjadi agent daripada gengster. Karena setiap kita mengalami cedera atau mendapatkan masalah dengan hukum pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh kepada kita. Tapi jika kita menjadi seorang gengster maka Pihak perusahaan akan lepas tangan jika sesuai terjadi kepada kita,"


Seketika Green menggebrak meja meluapkan kemarahannya kepada Hera.


"Kalau begitu aku harus menemui Hera untuk menanyakan kebenaran semua ini,"


"Apa kau bodoh?" tanya Ali menertawakannya


Ia kemudian menawarkan diri untuk membantunya jika ia hendak melakukan kudeta.


Mengetahui sikap meledak-ledak Green, Ali tahu akan berhasil membuat pria itu melakukan kudeta terhadap Hera.


Ia sengaja mau provokasinya dengan memberitahu persediaan senjata yang dimilikinya di kediaman Baron


Mendengar kesungguhan Ali dan kesiapannya untuk menjatuhkan Hera membuat Green akhirnya terperdaya dan bersiap bergabung dengannya untuk menyerang Ares Group.

__ADS_1


__ADS_2