TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 34


__ADS_3

Suara teriakan dan sorak sorai penonton membuat Ali membuka matanya.


Pria itu tampak terkejut saat mendapati dirinya berada di ring tinju.


Ia segera berdiri dan menatap sekelilingnya.


Ali tak percaya jika dirinya berada di tengah di Ring tinju.


Sementara itu dari kejauhan tampak seorang penantangnya berjalan menghampirinya.


Seorang pria berkepala pelontos melompat keatas Ring.


Pria itu segera mendekatinya dengan menggerakkan tangannya seolah ingin menghajarnya.


Tak lama seorang wasit datang menengahi keduanya.


Seorang wanita cantik terlihat berjalan mengelilingi ring sambil membawa sebuah papan bertuliskan angka satu.


Ronde pertama di mulai bunyi suara lonceng membuat kedua pria itu langsung bersiap menyerang.


Meskipun ini bukan kali pertama Ali berada di ring tinju, tetap saja ia merasa kali ini mendapatkan lawan yang cukup sepadan.


Seorang pria bertubuh kekar dengan tato yang hampir memenuhi punggungnya.


Para penonton meneriakinya dengan sebutan Hell Boy.


Saat Ali masih membaca gerakan lawan sebuah pukulan menghantam wajahnya hingga darah segar mengucur dari hidungnya.


*Buugghhh!!


"Habisi, Habisi, Habisi!!!" suara teriakan penonton membuat Hell Boy semakin bersemangat untuk kembali melepaskan pukulannya kepada Ali.


Sementara itu Ali merasa rahangnya terasa retak setelah terkena pukulan pria itu.


Rasa pusing di kepalanya membuat pandangannya sedikit kabur.


Kembali sebuah pukulan melesat di wajahnya dan kali ini Ali benar-benar ambruk ke lantai.


Hell Boy segera mendekatinya dan mendudukinya.


Ia menjambak rambutnya dan mencoba menguncinya.


Suara bell istirahat membuat pria itu gagal mengeksekusi Ali.


Ali segera bangun dan duduk untuk beristirahat.


Ia melihat Thomas menghampirinya.


"Kalau kau ingin mengenal Hera, maka mulailah dari tempat ini. Kau harus bisa menaklukkan tempat ini untuk bisa membongkar kedoknya," bisik Thomas


Ali menyeringai mendengar ucapan mantan bosnya tersebut.


Ia mengambil sebotol air mineral dan menyiram kepalanya.

__ADS_1


"Dasar bodoh, kau pikir bisa menghilangkan pengaruh obat dengan air!"


Saat bell pergantian ronde di mulai, Ali segera kembali ke tengah Ring.


Sang lawan terlihat begitu percaya diri untuk mengalahkannya.


Usia Ali yang memang tak muda lagi membuat pria itu merasa di atas angin.


Ia bahkan membalikkan jempolnya untuk memprovokasi Ali.


Ali membuka Jasnya dan melemparnya keluar ring.


Semua penonton terpukau melihat tubuh kekar Ali. Meskipun ia sudah tua namun tubuhnya masih terlihat bagus dan kekar. Dada bidang dengan Perut sixpacknya tak kalah dengan lawannya.


Setelah mendengar ucapan Thomas kali ini Ali berniat menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat.


Benar saja ia segera melepaskan pukulan beruntung kearah pria itu dan mengakhirinya dengan tendangan melintang yang membuat sang lawan langsung jatuh dari atas ring.


"Satu, dua, tiga!" terdengar suara wasit memberikan kesempatan kepada Hell Boy untuk bangun. Namun pria itu tak kunjung bangun sehingga Wasit mengumumkan kemenangan Ali.


Menang melawan seorang juara bertahan membuat Ali di datangi banyak orang penting.


Mereka sengaja meminta Ali untuk menjadi bodyguard atau seorang agent khusus.


Dari semua orang-orang penting yang menemuinya, Ali menolak bertemu salah seorang penting yang merupakan pelanggan VIP tempat itu.


Ali menolak bertemu dengan Ansel. Ali sekarang mulai tahu bisnis illegal yang di lakukan oleh Hera dan Max.


Ali kembali menemui Thomas yang memilih mengurus sebuah casino.


"Jika kau sudah tahu kebusukan Hera kenapa kau menyerahkan Ares Group kepadanya?" tanya Ali


"Seperti yang dia lakukan kepadamu, dia juga melakukan hal yang sama kepadaku. Dia menjebak ku seolah-olah aku selalu memberikan bayaran yang tidak sesuai kepada para agent, ia menudingku melakukan korupsi uang agent dan mengungkit uang pensiun mereka. Padahal aku sudah menggantinya setengah meskipun aku tahu jika Max yang sudah menggelapkan uang mereka." jawab Thomas.


Mendengar penjelasan Thomas, membuat Ali semakin tertarik untuk bekerjasama dengan Hera dan Max.


Malam itu Ali sengaja mendatangi sebuah pertemuan tahunan yang diadakan para gengster.


Beberapa orang petinggi Gengster tampak menghadiri acara itu termasuk Green.


Melihat kedatangan Ali, tentu saja membuat Green kesal. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Hera membawa pengkhianat itu ke acara besar.


Green berusaha protes namun seperti biasa Hera selalu membela Ali membuat pria itu semakin kesal dibuatnya. Ia merasa semenjak kedatangan Ali dirinya merasa di anak tirikan oleh Hera.


Wanita itu tampak mengistimewakan Ali dengan memberikannya job-job terbaik yang biasa diberikan kepadanya.


"Sebenarnya apa hebatnya tua bangka itu, hingga Hera begitu menganak emaskannya!" gerutu Green


Green kemudian bersepakat dengan beberapa Agent untuk menghabisi Ali.


Diam-diam ia sengaja menggunakan Blue untuk membawa Ali keluar gedung.


"Kalau kau ingin kembali menjadi trinee di Ares Group maka kau harus mengajak Ali ke tempat kita biasa berkumpul," tutur Green

__ADS_1


Mendengar tawaran Green tentu saja Blue tak bisa menolaknya.


Pemuda itu segera mendekati Ali dan mengajaknya keluar.


"Maaf ya Bang kalau merepotkan Abang," ucap Blue


"No matter B, anggap aja ini ucapan permintaan maaf gue karena gagal menjalankan misi kita sehingga kau harus didepak dari Ares Group," jawab Ali


Meskipun ia sudah menangkap gelagat mencurigakan dari Blue, namun Ali tak mempermasalahkan hal itu. Ia justru penasaran kenapa pemuda itu ingin mengajaknya keluar di acara pentingnya.


Blue menghentikan motornya di sebuah bar dan mengajak Ali masuk.


Ali tak curiga saat memasuki bar tersebut. Ia menganggap jika bar itu adalah bar biasa bukan sebagai markas sebuah geng. Apalagi saat melihat banyak cewek-cewek pelajar di dalamnya.


Namun ia sempat mengetikan langkahnya saat melihat Ranti ada di sana.


Ia sempat mengikuti gadis itu pergi namun Blue segera menariknya hingga ia tak bisa menginterogasi gadis itu.


Ali diajak masuk ke sebuah ruangan VIP. Di sana Green dan teman-temannya sudah menunggunya.


Dengan santai Ali menghampiri mereka. Ia bahkan masih meminum wine yang dituangkan oleh Green untuknya.


"Thanks," ucap Ali kemudian menghabiskan minumannya


Ia masih terlihat santai sambil mengimbangi pembicaraan Green dan kawan-kawannya. Namun suasana tiba-tiba menjadi rusuh saat Ali mulai mengetahui teman-teman Green mulai bergerak menyerangnya.


Ali segera menundukkan kepalanya saat sebuah pisau melesat kearahnya. Ia segera mengambil garpu untuk menyerang dua pria di sampingnya yang berusaha menikamnya.


Gerakan cepat Ali yang berusaha menghindar sembari terus menyerang membuat Blue terlihat tegang.


Pemuda itu bingung saat hendak membantunya.


Meskipun Ali seorang diri dan tanpa senjata namun ia bisa mengalahkan Green dan teman-temannya dengan tangan kosong.


Ali bahkan sengaja menyayat kaki Green untuk membuatnya jera. Tak lupa ia membalas perbuatan Green saat di penjara dengan menikamnya.


Seorang anak buah Green berusaha menembak Ali saat pria itu menyayat kedua kaki bosnya. Melihat hal itu membuat Blue berpikir untuk membantu Ali. Ia segera melepaskan tendangan kearah pria itu hingga pistolnya jatuh.


Ali yang sudah selesai memberi pelajaran kepada Green bergegas pergi diikuti oleh Blue.


Pemuda itu buru-buru meminta maaf padanya karena hampir saja membuat nyawa Ali melayang.


"Kenapa harus meminta maaf, justru aku yang berterima kasih padamu karena dengan kejadian hari ini mungkin Hera akan memberikan sebuah job besar kepada ku, yang seharusnya diberikan kepada Green," jawab Ali


"Benarkah?"


"Kita lihat saja nanti," jawab Ali


"Kalau abang tidak keberatan, apa abang bersedia menerima ku sebagai muridmu?" tanya Blue


"Kenapa tidak, kau adalah petarung terbaik. Dan aku bisa melihat jika suatu saat kau akan menjadi the next Black Kaiser," jawab Ali


"Terimakasih bang, terimakasih banyak!" seru pemuda itu merasa senang

__ADS_1


__ADS_2