
Seperti prediksi Ali, tak lama Hera menghubunginya.
"Dimana kau?"
"Aku keluar sebentar untuk mencari angin," jawab Ali
"Cepatlah kembali!"
"Ok,"
Ali kemudian mengajak Blue menuju ke hotel. Setibanya di sana ia segera menemui Hera di ruang VIP.
Hera segera memperkenalkan Ali kepada seorang konglomerat.
"Dia adalah Black Kaiser, agent terbaik kami. Sebagai pelanggan VIP kami, tentunya aku harus memberikan agent terbaik untuk menyelesaikan masalah anda bukan. Jadi aku memutuskan untuk menjadikan Ali sebagai bodyguard anda mulai sekarang," tutur Hera
"Kenapa bukan Green, kau bilang Green yang akan membantuku menyelesaikan masalahku,"
"Sebelumnya aku minta maaf, kebetulan Green baru saja mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa melakukan aktivitas untuk beberapa hari. Tapi jangan khawatir selain Ali adalah seorang agent terbaik ia juga adalah petarung terbaik di WWM Fighter, dia baru saja mengalahkan Hell Boy yang artinya semua fighter di sana adalah anak buahnya," jawab Hera
Seketika pandangan pria itu berubah terhadap Ali. Ia yang sebelumnya meremehkan Ali seketika langsung setuju dan menerimanya sebagai bodyguardnya.
Ali kemudian keluar setelah meeting selesai. Saat melihat Ali keluar Blue segera menghampirinya dan memberinya selamat.
"Selamat Bang atas job barunya. Aku gak salah udah milih abang sebagai partner sekaligus mentor. Gak nyangka aja, kalau abang juga sudah mengalahkan Hell Boy. Sekali selamat Abang, aku yakin setelah abang mendapatkan job ini posisi abang langsung melejit tinggi dibandingkan Abang Green," tukas Blue
"Thanks Blue," jawab Ali
*********
*Rumah sakit Harapan Kasih
Green terlihat geram saat mengetahui kabar Ali menggantikan dirinya untuk menjadi bodyguard seorang konglomerat.
"Sial, lama-lama Tua bangka ngelunjak juga. Gue gak bisa tinggal diam!" seru Green
Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki latar belakang Ali dan mencari kelemahannya.
"Aku yakin sebagai seorang mantan tentara tidak mungkin ia bergabung dengan mafia tanpa tujuan, cari tahu apa tujuannya agar kita bisa menyingkirkannya,"
"Baik Boss!" seru anak buah Green kemudian bergegas pergi meninggalkannya
Tidak lama seorang gadis muda datang menjenguknya.
"Ranti, Ranti, Ranti... akhirnya kau datang juga lont* cilik!" seru Green dengan bola mata yang hampir keluar
__ADS_1
Ranti terlihat menundukkan kepalanya tanpa berani menatap pria di depannya itu.
"Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu ke sini!" seru Green
Ranti mengangguk pelan. Tak lama sebuah gelas melayang hingga mengenai pelipisnya.
*Prangg!!
"Dasar lont* sialan, masih berani l datang ke sini dengan menampakkan wajahmu yang menyebalkan itu!" ujar Green
"Maafkan aku Boss," Sesal Ranti
Green terus meluapkan kemarahannya kepada Ranti apalagi saat tahu penjualan ganja di SMA Tunas Bangsa terus menurun.
Green menyinggung tentang penjualan Ganja yang mulai menurun di kalangan pelajar SMA Tunas Bangsa karena Ranti.
Namun Ranti membantahnya. Ia menjelaskan jika sekarang dirinya dan para teman-teman lainnya kesusahan dalam melakukan transaksi di sekolah. Apalagi semenjak ada banyak mata-mata yang mengawasi mereka. Belum lagi polisi yang setiap minggu berpatroli di sana untuk mengecek kasus perundungan yang terjadi di sekolah elite tersebut.
Semenjak tidak ada Ilham yang selalu membacking mereka, gerak-gerik mereka tidak lagi luwes seperti dulu. Ranti bahkan menyebut jika kepala sekolah yang sekarang lebih banyak pencitraan dan meminta Green menemuinya jika ingin penjualan ganja kembali meningkat seperti dulu.
"Kalau begitu aku akan mengirimkan seseorang agar kalian bisa bebas bergerak lagi," ucap Green
Ranti kemudian bergegas meninggalkan rumah sakit setelah melaporkan kinerjanya kepada Green.
Gadis itu tidak lupa mampir ke apotek untuk membeli obat merah dan plester.
Melihat Ranti kesusahan membersihkan lukanya Regina membantu gadis itu mengobati lukanya bahkan memakaikan plester di keningnya.
"Terimakasih tante," ucap Ranti kemudian berpamitan
****"********""
Seperti janjinya kepada Beni, siang itu Ali menemui Ridwan kepala SMA Tunas Bangsa untuk memberitahukan jika Beni sudah sembuh dan akan segera masuk sekolah kembali.
Namun kali ini Ali sengaja mengultimatum Ridwan untuk lebih memperhatikan Beni dan siswa lainnya yang sering menjadi korban Perundungan.
Ali yang bekerja sebagai tangan kanan seorang miliarder sengaja menggunakan nama besar bosnya untuk meluluhkan hati kepala sekolah agar melakukan apa yang ia perintahkan.
Ridwan langsung mengiyakan permintaan Ali.
Pria itu tiba-tiba memperlakukan Ali dengan berbeda dari biasanya setelah mendengar pengakuan Ali.
Ia bahkan mengantar Ali untuk melihat-lihat kondisi setiap ruang kelas.
"Sayang sekali, anda tidak bisa melihat kondisi siswa saat sedang *** karena mereka sudah pulang," ujar Ridwan
__ADS_1
"Tidak masalah, nanti aku bisa tanya sama Beni saat dia sudah masuk sekolah," jawab Ali
Setelah mengurus administrasi sekolah Beni Ali kemudian pulang ke rumah.
Ia sengaja membeli banyak makanan untuk keluarga besarannya. Bukan hanya makanan Ali juga membelikan hadiah untuk mereka.
Beni dan Dayu menyambut kedatangan ayahnya dengan suka cita. Namun tidak dengan Saudara iparnya yang terlihat tak senang melihat kesuksesan Ali.
Begitupun dengan Hari yang tampak datar saat Ali menyalaminya.
Mengetahui semua saudara iparnya menganggur Ali kemudian membeli kembali minimarket milik keluarga yang sempat di jual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka saat susah.
Ia kemudian meminta para iparnya untuk kembali menjalankan bisnis keluarga mereka. Meskipun Hari sanksi dengan uang yang dipakai Ali untuk membeli minimarket mereka namun kali ini ia berterima kasih kepadanya karena sudah membantu keluarganya untuk bangkit lagi.
Ia bahkan berterima kasih karena semua anak-anak dan menantunya kembali mendapatkan pekerjaan berkat bantuan Ali.
"Terimakasih banyak Al atas semuanya, aku tidak tahu harus berkata apalagi karena begitu banyak yang sudah kau berikan untuk keluarga ini meksipun kami selalu menghinamu dulu," ucap Hari
"Sama-sama ayah, aku juga harus berterima kasih kepada kalian karena sudah menjaga istri dan anakku selama aku bekerja. Maaf jika aku baru bisa menjadi menantu mu yang berguna sekarang," jawab Ali
Seketika Hari memeluk Ali dan menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.
***********
Keesokan harinya Ali sengaja mengantar Beni dan Dayu ke sekolah.
Kali ini Ali sengaja ingin meluangkan waktunya untuk menjadi seorang ayah yang diinginkan oleh anak-anaknya.
Setibanya di sekolah Beni melarang Ali menemaninya masuk ke kelasnya.
"Ayah sampai sini saja, aku tidak mau teman-teman mengira ku sebagai anak TK yang diantar orang tuanya sampai ke kelas," ujar Beni
"Ok, ayah akan mengantarmu sampai sini saja, semangat!" seru Ali memberikan semangat kepada putranya.
Dihari yang sama seorang guru baru yang dikirim oleh Green pun mulai mengajar hari itu.
Ali bahkan sempat berpapasan dengannya saat hendak meninggalkan halaman sekolah.
Ali yang merasa ada aura berbeda dari pria itu saat menatapnya.
"Selamat pagi pak, maaf kalau boleh tahu dimana ruang kepala sekolahnya?" tanya pria itu
"Kalau boleh tahu Bapak siapa ya?" tanya Ali
"Perkenalkan saya Windu guru Guru olahraga yang baru," jawab pria itu menyalami Ali
__ADS_1
Ali tampak mengamati tato di telapak tangan pria itu.