
Ali segera bergegas menuju ke kediaman Kris. Setibanya di sana Kris sudah menodongnya dengan pistol.
"Dasar pengkhianat, kau bilang tidak akan menyentuh ayahku, tapi kau malah membunuhnya. Dasar penipu!" seru Kris
"Kau tahu kan jika aku tidak akan pernah mengingkari kata-kata ku. Asal kau tahu Hera sengaja ingin memecah belah kita dengan membunuh ayahmu. Percayakan aku tidak membunuh ayahmu!" sahut Ali.
Kris yang tak percaya dengan Ali berusaha menarik pelatuk senapannya. Ali segera berusaha melepaskan diri dari Kris. Kedua saling baku hantam, Ali berusaha untuk melepaskan diri dari Kris.
Sebuah tembakan melesat kearah Ali, ia segera menghindari laju timah panas itu.
Ia melepaskan tendangan kerasnya kearah Kris hingga pemuda itu terjungkal.
Ali segera berlari sambil menghindari tembakan Kris yang bertubi-tubi kearahnya.
Blue melesat menggunakan motor sportnya saat melihat Ali keluar dari rumah tersebut.
*Ciitt!!
Ali segera melompat keatas motor Blue dan keduanya melesat meninggalkan Bengkel Kris.
Ali sengaja mengajak Blue ke rumahnya.
"Apa yang harus kita katakan kepada Bos," tanya Blue terlihat panik
"Katakan saja target mati sebelum eksekusi," jawab Ali
"Tapi kalau aku gagal dalam misi pertama ini, mereka akan mengeluarkan aku dari Ares Group," ujar Blue tampak sedih
__ADS_1
"Kalau begitu katakan saja kalau kita sudah menyelesaikan tugas sesuai perintah," jawab Ali
"Lalu bagaimana jika mereka menanyakan tentang target?"
"Biar aku yang menyelesaikannya, sans aja,"
"Tapi nyawaku taruhannya bang, mungkin bagi Abang tidak mengapa, tapi bagiku itu seperti sebuah kesepakatan ," jawab Blue
Mendengar jawaban Blue, Ali segera berkemas dan meninggalkan pondoknya.
Sebelum tiba di Markas Ares Group, Ali dihadang oleh puluhan sepeda motor.
*Buugghhh!
Pertarungan sengit pun mulai terjadi. Ali harus terhempas menghantam sepeda motornya saat seorang pria melepaskan tinju kearahnya.
Ia segera bangun dan melepaskan pukulannya kearah orang-orang yang berusaha membunuhnya.
Ia kemudian mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk dari Hera.
"Dimana kau sekarang?"
"Gudang Alfamart tepi jalan ," jawab Ali dengan santai.
"Ok,"
Tidak lama beberapa dua buah mobil berhenti tepat di depan Ali.
__ADS_1
"Bagaimana dengan pesanan ku?" tanya Hera
Ali tersenyum menjawab Hera, " Semuanya berjalan sesuai rencana"
Seketika Hera tertawa mendengar ucapan polos Jati.
"Ingat jangan tergesa-gesa, karena terburu-buru adalah sifat syetan," tutur Hera
"Bawa jasad Tunggul kepada ku jika kau tidak ingin melihat nyawa keluarga mu melayang di tangan anak buahku,"
"Jangan khawatir seorang Black Kaiser tak pernah ingkar janji," jawab Ali
Batu saja Hera akan pergi tiba-tiba Blue muncul membuat Hera tersenyum kepadanya.
Ia segera menghampirinya dan membisikkan sesuatu kepadanya.
"Aku tunggu!" seru Ali
Hera tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mencium aroma kedatangan Blue.
Ia segera menoleh kearah pemuda itu dan menghampirinya.
"Akhirnya kau muncul juga manis, tolong katakan bagaimana dengan misi pertama mu?"
"Sebenarnya...." Blue berusaha menatap Ali untuk mengatakan sesuatu Namun Ali belum merespon tanda darinya.
Blue yang putus asa tak sadar menceritakan semuanya tentang Misi pertamanya.
__ADS_1
Mendengar mereka gagal menjalankan misinya, Hera tak tinggal diam. Ia segera menarik Blie untuk duduk dan melayangkan pukulannya hingga pemuda itu terkapar di lantai.
Saat itulah sebuah tinju keras menghajar wajah Blue hingga pemuda itu tak berkutik lagi.