
Max berjalan keluar untuk melihat bangsal perawatan Beni.
Ia melihat seorang pria duduk menemani Beni.
Ia mendatangi suster penjaga dan menanyakan siapa pria yang bersama Beni.
"Dia adalah kakeknya, kebetulan ibunya sedang pergi jadi kakeknya yang bergantian menjaganya," ucap seorang suster
Max tersenyum senang saat tahu bukan Ali yang menjaga Beni.
Ia meninggalkan pos jaga dan menelpon Ansel. Max menyuruhnya untuk segera mengeksekusi Beni.
Ansel bergegas menuju bangsal perawatan Beni. Ia dan kedua anak buahnya segera masuk keruangan itu.
Seorang pria tua berdiri dan menyambut kedatangannya.
"Maaf anda siapa?" tanya pria itu
Tanpa menjawab Ansel segera menyekap pria tua itu dan menyuruh anak buahnya membawa Beni.
"Jangan bawa cucuku," ucap pria tua itu berusaha melepaskan diri dari cengkraman Ansel
Ansel kemudian melepaskan pria itu dan segera menyusul anak buahnya.
Pria tua itu menyeringai dan mengeluarkan senjata apu dari balij bajunya.
Ia menembak salah dua orang yang membawa Beni hingga jatuh tersungkur ke lantai.
Ansel segera berbalik dan mencari siapa yang menembak kedua anak buahnya.
__ADS_1
Pria itu segera bersembunyi dan bersiap menembak Ansel.
Seorang perawat datang dan terkejut melihat dua orang terluka.
Ansel berusaha menenangkan wanita itu dan memintanya memanggil bantuan untuk memindahkan Beni dan kedua anak buahnya.
Pria tua itu segera mengikuti brankar Beni dan memindahkan cucunya ke ruangan lain.
Sementara itu Darren keluar dari ruangannya menuju ruang perawatan Beni.
Pemuda itu ingin memastikan jika Beni baik-baik saja.
Saat melihat kamar Beni sepi, Darren menghubungi Ali dan memberitahu apa yang menimpa Beni.
Ali segera bergegas menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi putranya.
Ia terkejut saat melihat Beni tak ada di ruangannya. Beni segera menanyakan kepada suster jaga tentang Beni.
Pria itu Seketika lemas saat tak menemukan Beni.
"Dimana kamu nak," ucap Ali lirih
Tidak lama Regina datang bersama Hari. Wanita itu tampak sedih saat Ali memberitahunya jika Beni menghilang
Mendengar cucunya menghilang, Haru segera memarahi Ali. Tak mau berdebat dengan ayah mertuanya Alu memilih pergi meninggalkan tempat itu.
*Dreet!
"Halo?" sapanya dengan wajah panik
__ADS_1
"Temui aku di bangsal perawatan Manula," ucap pria itu kemudian mematikan ponselnya
Beni segera naik ke lantai atas untuk menuju paviliun anyelir tempat dimana para manula dirawat.
Setibanya di sana seorang pria melambaikan tangannya.
Ali mendekati pria itu dan terkejut saat melihat Beni bersamanya.
"Kenapa Beni ada di sini?" ucap Ali mengernyitkan keningnya
"Ceritanya panjang, sekarang lebih baik kau segera Bawa Beni ke tempat aman!" seru pria itu
"Baik ayah, terima kasih sudah menyelamatkan Beni,"
Ali segera menggambil kursi Roda dan memindahkan Beni keatas kursi roda. Ia kemudian membawanya meninggalkan ruangan itu.
Kembali Darren menghubungi Ali. Kali ini ia memberitahu Ali untuk memindahkan Beni ke rumah sakit lain karena ayahnya hendak mencelakainya.
Ali berterima kasih kepadanya karena ia sudah memperingatkannya.
Sementara itu Max yang tahu putranya mencoba menggagalkan rencananya segera mengambil ponsel Darren.
"Aku tak menyangka jika kau akan menyelamatkan musuh mu sendiri. Mulai hari ini, aku akan menyita ponselmu sampai kau menyadari kesalahan mu hari ini!"
Max segera memerintahkan Ansel untuk menghadang Beni.
Suara tembakan terdengar di Selasar rumah sakit membuat Ali mempercepat langkahnya.
Ia tahu jika Max tak akan membiarkan dirinya keluar hidupnya.
__ADS_1
Melihat Ayahnya berusaha melindunginya, Ali mempercepat langkahnya meninggalkan rumah sakit.