TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 33


__ADS_3

Hera menatap sinis kearah Ali. "Bagaimana mungkin seorang Black Kaiser gagal menjalankan misinya. Apa karena dia ayah sahabatmu?"


Hera terlihat menjatuhkan harga diri Ali dengan nyinyirannya.


"Tapi tidak mengapa meskipun kau gagal mengeksekusinya tapi tetap saja aku harus bahagia karena bisa membunuh hakim sialan itu tanpa harus mengeluarkan uang,"


Hera, segera memerintahkan anak buahnya untuk menyeret Blue kedalam mobilnya.


Pagi harinya Ali sengaja menggunakan Hoodie dan menutupi wajahnya dengan masker saat mendatangi kediaman Tunggul.


Ia sengaja hanya memperhatikan para polisi melakukan olah TKP.


Saat bersama kerumunan warga Ali melihat sosok pria misterius yang tampak mengamati tempat itu juga.


Seolah menyadari kehadiran Ali, pria itu buru-buru pergi.


Ali sengaja mengikutinya dari kejauhan.


Ali menghentikan mobilnya di sebuah kafe dimana ia melihat mobil si pria misterius.


Ali sengaja tak keluar dari mobil untuk menghindari kecurigaan targetnya.


Tidak lama pria itu keluar bersama seorang pria yang begitu familiar.


Ali kembali mengikuti mobil pria itu, dan kali ini ia sengaja membenturkan mobilnya ke Mobil target hingga target menghentikan mobilnya dan turun.


Ia menggedor-gedor kaca mobil Ali dan meminta pertanggung jawabannya karena sudah merusak body mobilnya.


Dengan santai Ali turun dari mobil. Betapa terkejutnya pria itu saat melihat Ali. Saat ia berusaha kabur Ali segera menjegalnya. Hanya dengan beberapa kali serangan Ali berhasil membekuk pria itu.


Ia kemudian memasukkan pria itu ke mobilnya.


Ali segera menuju Area group, ia berencana membebaskan Blue dengan memberitahukan Hera tentang perbuatan Max.


Ali sengaja turun sendiri untuk menemui Hera dan menjelaskan kepadanya tentang siapa yang sudah membuat rencananya gagal.


Sebagai seorang agent eksekutif Ali memang memiliki sebuah kartu yang tidak dimiliki oleh agent lain hingga membuatnya bisa masuk di semua ruangan Ares Tower, termasuk ruang kerja Hera.


Betapa terkejutnya Hera dan Max saat melihat kedatangan Ali di ruangannya. Sama seperti Hera dan Max, Ali justru lebih terkejut saat mendengar sepotong pembicaraan mereka yang membahas tentang kematian Tunggul.


"Ali??" ujar Max memperlihatkan rasa terkejutnya saat melihat kedatangan Ali

__ADS_1


Hera buru-buru memberitahu Max jika Ali sudah bergabung kembali menjadi agent Ares Group.


"Sungguh mengejutkan, bagaimana bisa seorang buruh bangunan bisa menjadi agent eksekutif di Ares Group?" ucap Max seolah berusaha menjatuhkan Ali


"Asal kau tahu Max, Al adalah Agent terbaik pada masanya dan sampai sekarang ia tetap menjadi legend di Ares Group," jawab Hera


"Oh begitukah?" Max tersenyum sinis menatap Ali


"Oh iya aku sampai lupa, ada keperluan apa kau datang menemui ku Al?" sapa Hera


"Aku hanya ingin mengatakan padamu, jika aku tidak gagal dalam menjalankan misiku," jawab Ali


"Bagaimana bisa, Tunggul mati di tangan pembunuh berdarah dingin, dan aku yakin itu bukan kau. Dan untuk itulah aku sengaja mengundang Max kemari untuk membahas masalah itu. Aku tahu ada seseorang yang berusaha menjebak mu dan itulah yang sedang aku jelaskan kepada Max, bukan begitu Max?" tutur Hera


"Sebenarnya apa yang sudah kau berikan kepada Hera hingga ia begitu membelamu meskipun kau bersalah dalam hal ini. Bagiku kau tidak lebih dari seorang pecundang yang membuat bisnis ku berantakan. Kau tahu... sekarang para polisi pasti mencurigai aku sebagai pembunuh Hakim itu. Tapi lihat...kau bahkan terlihat begitu santai dan tak memikirkan solusi terbaik untuk kita semua," terang Max


"Kalau begitu berikan aku misi lain untuk membuktikan jika aku bukan seorang pecundang," tantang Ali


Max menertawakan Ali seketika setelah pria itu selesai berbicara.


Ia kemudian membisikkan sesuatu kepada Hera. Wanita itu mengangguk dan tidak lama seorang asistennya segera membawakan sebuah amplop putih kepadanya.


"Singkirkan pria yang ada di amplop itu sebelum pukul lima sore," tandas Hera


Tanpa banyak bicara Ali langsung menyanggupi misi itu dan bergegas pergi.


Ali menginjak gas mobilnya dan melesat menuju ke sebuah tempat.


Ali menghentikan mobilnya di sebuah tanah lapang.


Ia sengaja mendirikan sebuah tenda di sana sambil mengintai penghuni rumah yang tak jauh dari tempatnya.


Pria misterius yang ada di mobil pun turun dan mengejeknya.


"Apa kau yakin bisa membunuhnya dengan jarak sejauh ini?" ledek Sonny


Ali tak menjawab pertanyaan Sonny. Ia justru asyik mempersiapkan senapannya sembari sekali mencobanya.


Saat melihat target muncul Ali segera membidiknya.


*Dor!!

__ADS_1


Seketika Sonny tercengang mendengar suara senapan Ali.


Tidak lama terdengar suara sirine mobil polisi membuat Ali buru-buru membereskan barang-barangnya.


Sonny segera membuka ponselnya dan ia berdecak kagum saat melihat semua pemberitaan media yang memberitakan kematian politisi muda meninggal di rumahnya.


"Anj*ng, apa kau seorang sniper terbaik atau mantan tim sniper?" tanya Sonny penasaran


Tanpa banyak bicara Ali hanya memperlihatkan piagam penghargaan dari tempatnya bekerja.


"Wah pantas saja kau bisa menembak dengan jitu, ternyata kau mantan pasukan khusus,"


Ali meminta imbalan setelah ia memberitahu jatidirinya kepada Sonny. Sonny sebenarnya tak keberatan dengan hadiah yang di minta pria itu dengan syarat ia harus memberitahu alasannya membunuh Tunggul.


Sonny kemudian menceritakan alasannya ia membunuh hakim agung tersebut.


Betapa terkejutnya Ali saat tahu yang menyuruh membunuhnya adalah Hera sendiri.


"Jangan tanya alasannya karena aku tidak tahu, tapi yang jelas mereka sengaja melakukan hal itu pasti ada alasannya," ucap Sonny


"Tentu saja, dan sekarang aku tahu kenapa mereka melakukan ini padaku," Ali kemudian melesatkan mobilnya menuju ke sebuah restoran classic.


Di sana Ali membebaskan Sonny dan menemui seorang pria yang tampak sedang berkaraoke dengan teman-temannya.


"Ali, ternyata kau masih mengingat ku kawan?" sapa Thomas


"Tentu saja, bagaimana kabarmu?"


"Its good,"


"Sebenarnya apa yang sudah membuat mu mundur dari CEO Ares Group?" tanya Ali membuat Thom tercengang


"Itu karena Hera," jawab Thomas


"Apa kau percaya Hera akan mengelola Ares Group dengan baik?"


"Tentu saja tidak," jawab pria itu


"Kenapa kau memberikan perusahaan itu kepadanya jika kau tak percaya?" tanya Ali


Saat mendengar jawaban Thomas, Ali merasa kepalanya terasa pusing hingga ia jatuh pingsan.

__ADS_1


__ADS_2