TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 31


__ADS_3

Justin segera bergegas keluar dari kelas begitu melihat Ranti mengejar Ali.


*Grep!!


Ia menarik pundak Ranti membuat gadis itu tersentak kaget.


"Jangan pernah melibatkan Om Ali dalam urusan mu!" tukas Justin


"Apaan sih, kepo lo!" cibir Ranti bergegas meninggalkan Justin


Sementara itu Ali menemui Kris di bengkelnya.


Ia kemudian menceritakan tentang dirinya yang mendapatkan tugas untuk membunuh ayahnya.


Kris tak kaget saat mendengar pemberitahuan dari Al. Ia tahu sebagai seorang Hakim Agung yang selalu menegakkan keadilan ayahnya memang kerap mendapat ancaman pembunuhan oleh para tersangka kasus-kasus besar.


"Ini bukan pertama kalinya Al, tapi ku akui kali ini aku ketakutan karena kau yang akan jadi eksekutornya," tutur Kriss


"Hera tak memberitahu siapa klien yang sudah memerintahkan kami untuk melenyapkan ayahmu,"


"Setahuku ayah sedang mengurus kasus money laundering seorang pengusaha pembiayaan terbesar di Indonesia,"


"Apakah Maxwell??" tanya Ali mengernyit


"Aku tidak tahu pasti, tapi kalau tidak salah jika kasus ini terungkap maka akan banyak para pejabat pemerintah yang ikut terseret dalam kasus ini. Itulah kenapa kasus ini sangat alot dan tak ada satupun yang berani menanganinya," terang Kris


"Ayahmu memang keren, dia selalu berhasil menyelesaikan kasus-kasus besar, bahkan ia tak takut sedikitpun meskipun ia tahu nyawanya menjadi taruhannya saat mengungkapkan sebuah kasus,"


"Kalau kau ingin tahu lebih banyak tentang kasus ini kau bisa tanyakan kepada Jessica istriku, kebetulan ayah mempercayakan ia sebagai sekretarisnya. Jadi aku yakin dia tahu banyak tentang kasus ini," jawab Kris


Ali memasuki kediaman Kris dan duduk di sofa.


Ia menatap beberapa foto Kris dan istrinya yang terpajang di dinding rumahnya.


Tidak lama ia melihat seorang pria tua mengantar putra Kris.


Ali segera menuju ke belakang saat, Tunggul memasuki ruang tamu bersama Kris dan putranya.


Tunggul menyampaikan kepada Kris jika ia mulai diteror oleh seseorang.

__ADS_1


Ia meminta kepada Kris dan keluarganya untuk segera pindah ke luar kota. Ia tak mau jika Kris dan keluarganya akan menjadi sasaran musuh-musuhnya.


"Aku merasa kasus yang aku tangani sekarang begitu rumit hingga aku harus mengorbankan sesuatu untuk mengusut tuntas kasus ini," ucap Tunggul sebelum berpamitan pergi.


Sementara itu Ali segera keluar menemui Kris saat Tunggul sudah pergi.


Kris segera menkonfirmasi apa Ali yang sudah meneror ayahnya, namun Ali menjawab tidak. Ia mengatakan hanya pergi melihat kediaman Tunggul.


"Aku harap kau tidak menerima tawaran itu Al. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pertemanan kita jika kau sampai mengeksekusi ayahku,"


"Jangan khawatir, aku janji tidak akan pernah menyakiti keluarga sahabat ku," jawab Ali


Ia kemudian pergi meninggalkan kediaman Kris. Kali ini Ali sengaja mengikuti Tunggul. Ia ingin memastikan siapa yang sudah meneror pria tua itu.


Tunggul menghentikan mobilnya di depan sebuah Atm. Namun seorang sniper mengincarnya dari kejauhan.


Ali segera turun dari motornya dan menghajar sniper itu. Ia berusaha mencari tahu siapa yang memerintahnya, namun pria itu memilih bunuh diri dengan menggigit lidahnya.


"Sial!!" Ali segera melesatkan sepeda motornya menuju Ares Tower.


Ia segera naik ke lantai atas menemui Hera di ruang kerjanya.


Hera nampak terkejut melihat kedatangan Ali. Ia kemudian meminta seorang anak buahnya untuk meninggalkannya berdua dengan Ali.


"Kenapa kau berusaha membunuhnya sendiri, padahal kau sudah menyuruh ku untuk mengurus pria itu?" tanya Ali


"Oh tentang itu, sorry ... aku lupa memberitahu kamu kalau aku sengaja meneror pria tua itu untuk menakutinya. Itu adalah permintaan dari klien jadi aku tak bisa menolaknya. Karena tugas ini sangat berat maka aku juga sudah menyiapkan seorang partner untukmu. Sebagai seorang agent terbaik aku memang tidak mungkin meragukan kemampuan mu, tapi aku juga tidak mau gagal dalam misi ini. Kau tahulah apa alasannya," terang Hera


"Kenapa sekarang Ares Group sangat lemah hingga bisa di stir oleh klien?" jawab Ali sinis


"Bukan begitu Al, aku hanya tidak ingin mengecewakan klien kita,"


"Memuaskan klien tapi kau membunuh organisasi mu sendiri secara tidak langsung. Kau tahu kan jika kita meneror korban justru akan membuat gerak-gerik kita mudah di lacak oleh pihak kepolisian, apa kau senagaja melakukan hal ini untuk menyingkirkan aku?" jawab Ali menatap wanita itu dengan tatapan elangnya


Hera yang sudah menangkap amarah dari diri Ali berusaha menenangkannya.


"Dari dulu Ares Group selalu melindungi para agentnya, kau harusnya tahu itu jadi mana mungkin aku ingin menyingkirkan agent terbaik seperti mu,"


"Kalai begitu berhenti meneror Hakim itu dan satu lagi, aku tak butuh seorang pendamping. Aku bisa melakukan tugasku seorang diri,"

__ADS_1


Ali kemudian bergegas meninggalkan tempat itu.


Kali ini Ali sengaja memilih menginap di rumah kontrakannya. Ia sengaja tinggal di sana karena tidak mau keluarganya mengetahui jika dirinya kembali menjadi seorang pembunuh bayaran.


Saat malam menjelang Ali merasa ada seseorang yang mengintai rumahnya. Ia kemudian keluar dan menangkap si pengintai. Betapa terkejutnya Ali saat mengetahui pria yang mengintai rumahnya adalah Blue.


"Maaf Bang, saya hanya diperintahkan oleh Bos Hera untuk menjadi pendamping abang. Saya juga harus melaporkan semua gerak-gerik anda kepada Bos besar," tutur Blue


Ali segera melepaskan pemuda itu dan mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.


"Apa ini debut pertama mu?" tanya Ali


"Kata Bos sih begitu. Dia bilang kalau aku berhasil menjalankan misi ini maka saya resmi menjadi agent level B," jawab Blue


"Kalau begitu kau harus bekerja keras,"


"Baik abang, senang sekali saya bisa bekerjasama dengan legend seperti abang," Blue tampak begitu bahagia saat Ali menjamunya seperti seorang tamu.


Ia bahkan memberitahukan rencananya kepada Blue sehingga membuat pemuda itu begitu senang karena Ali tidak memerlukan dia seperti seorang juniornya.


Pukul sepuluh malam, Ali mengajak Blue ke kediaman Tunggul untuk melakukan misinya.


Keduanya tiba di kediaman Tunggul pukul sebelas malam.


Ali melihat lampu di rumah itu masih menyala sehingga ia mengira jika sang pemilik rumah masih terjaga. Ali sengaja menunggu hingga si pemilik rumah tertidur.


Ia mulai memasuki rumah mewah itu setelah lampu rumah itu padam.


Ali sengaja menyuruh Blue untuk membuka pintu rumah yang terkunci itu.


Karena Blue merasa grogi, ia pun sempat gagal membuka pintu tersebut bahkan beberapa kali menimbulkan bunyi bising membuat Ali khawatir.


Ali merasa ada yang ganjil saat kondisi rumah tetap sunyi meskipun Blue beberapa kali membuat suara bising.


Ali segera mengambil alih membuka pintu itu, saat memasuki rumah itu ia segera menuju ke kamar Tunggul.


Ia sempat melarang Blue yang hendak memukul kepala Tunggul. Ia yang curiga dengan kondisi rumah itu menyalakan lampu kamar tersebut, benar saja ia menemukan Tunggul dalam keadaan tak bernyawa.


"Sial!" seru Ali saat melihat mobil polisi berdatangan ke lokasi

__ADS_1


__ADS_2