TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN
Bab 39 REVISI


__ADS_3

Selesai acara pemakaman Ali bergegas pergi menemui sang bos besar.


Kali ini Ali mendapatkan perintah untuk menangani para pembelot yang mengganggu proses pengerjaan proyek baru sang bos besar.


Ali kemudian melakukan survey lapangan.


Ali begitu terkejut saat harus mengeksekusi para pemilik tanah yang masih belum mau pindah.


Ali berusaha menemui Salah satu penduduk dan menanyakan alasannya kenapa belum pindah.


"Kami belum mendapatkan ganti rugi lahan, meskipun kami tahu ini bukan tanah hak milik kami, tapi setidaknya mereka memberikan ganti rugi bangunan rumah kami," ucap salah seorang penduduk


Meskipun Ali awalnya tak tega saat menggerakkan anak buahnya untuk mengosongkan lahan dan melawan warga namun demi mendapatkan kepercayaan sang bos besar ia harus melakukannya.


Toh jika bukan ia yang mengeksekusi mereka, tetap saja bos besar akan menggunakan jasa para gengster lain.


Eksekusi berhasil dan semua warga berhasil di relokasi meskipun harus memakan korban jiwa.


Ali kemudian menemui Bos Besar untuk melaporkan kinerjanya.


Bos besar begitu senang dengan pekerjaannya.


"Aku sudah memberikan bayaran mu. beserta bonusnya,"


"Terimakasih Bos, kalau tidak keberatan aku ingin meminta sesuatu darimu," jawab Ali


"Katakanlah!"


"Kebetulan aku memiliki seorang keponakan yang tersangkut masalah pidana. Dia dituntut penjara sepuluh tahun. Bisakah kau membantu meringankan hukumannya. Atau kalau bisa bisakah kau membebaskannya," ujar Ali


Lelaki itu tampak tersenyum mendengar ucapan Ali.


"Siapa namanya?"


"Aldi Hasan," jawab Ali


Bos besar kemudian menelpon seseorang. Tidak lama pria itu kemudian mendekati Ali.


"Semuanya sudah beres,"


"Terimakasih banyak bos," ucap Ali


Ali kemudian berpamitan setelah menyelesaikan semua laporan pekerjaannya.


Ia memilih untuk menjemput Aldi dari lapas. Cukup lama Ali menunggu di depan gerbang lapas, namun Aldi tak juga keluar.


Ali kemudian masuk ke kantor lapas untuk menanyakan Aldi.


"Benar jika terdakwa Aldi hari ini di bebaskan karena seseorang sudah menemaninya. Namun sepertinya ananda tidak mau pulang, ia memilih tetap tingga di lapasnya," jawab petugas sipir


Ali buru-buru menemui Aldi di lapasnya. Setibanya di lapas anak, Ia melihat Aldi tampak meringkuk beralaskan tikar.


Ali menggerakkan gembok sel tahanan guna membangunkan bocah itu.


Benar saja Aldi segera bangun saat mendengar suara itu.

__ADS_1


"Om Ali?" ucapnya tampak berkaca-kaca


Alu kemudian menanyakan kepadanya kenapa ia tidak mau pulang ke rumah setelah bebas.


Aldi menyampaikan alasannya memilih Tetap tinggal di lapas karena ia malu bertemu dengan kedua orangtuanya.


Aldi merasa malu karena sudah membuat nama baik keluarga mereka tercoreng karena kelakuannya.


"Aku tak berani menemui ibuku. Aku tak berani melihat tatapan matanya yang terluka karena ku. Sudah cukup aku membuatnya semakin menderita dengan melihat diriku." jawab Aldi


"Kenapa kau berpikir begitu. Bukankah kau juga tidak melakukan apapun?" ujar Ali berusaha menghiburnya


"Hanya orang tertentu saja yang tahu jika pernah melakukan kejahatan itu. Tapi orang tuaku adalah mayoritas orang yang tahu jika tidak bersalah dalam kasus ini," jawab pemuda itu


Melihat Aldi, Ali merasa sedih. Ia tak bisa menahan pemuda itu.


Ali kemudian menyuruhnya untuk tetap tinggal di lapas.


"Terkadang bagi sebagian orang lapas bisa menjadi tempat yang paling aman. Tapi jika kau terus berada di sini maka semua orang akan mengira jika kau adalah pelaku sebenarnya,"


Mendengar ucapan Ali, Aldi kemudian setuju saat pria itu membujuknya untuk pulang.


Selama perjalanan pulang Ali berjanji akan membantu menjelaskan perkara sebenarnya kepada Ibu Aldi.


Setibanya di rumah Aldi, mereka mendapati rumah itu kosong. Aldi mengira jika ibunya mungkin sedang bekerja jadi rumahnya kosong.


Setelah memastikan tidak ada yang mencurigakan Ali meninggalkan Aldi di rumahnya.


Sementara itu Ridwan merasa kesal saat mengetahui Aldi telah bebas. Ia kemudian memberitahukan Max tentang kabar kebebasan Aldi.


Ia kemudian mencari tahu siapa yang membebaskan pemuda itu. Seketika alis matanya mengkerut saat mendengar nama seorang pengacara kondang yang memberikan jaminan untuk mengeluarkan Aldi.


"Hanya konglomerat dan para tokoh penting negeri ini yang mampu membayar pengacara ini," ucap Max dengan wajah kesal


Max menyimpulkan jika Ali yang sudah membebaskan Aldi dengan bantuan seorang miliarder.


Alibinya terbukti setelah Hera memberitahukan kepadanya jika Ali memang sedang bekerja di bawah kendali seorang konglomerat Indonesia Morgan Wiraatmadja.


"Kenapa kau selalu ikut campur urusan anak-anak!" seru Max mengepal tangannya


Ia kemudian memerintahkan Ridwan untuk segera mengeluarkan surat keputusan untuk mengeluarkan Aldi.


Ia tak mau dengan keluarnya Aldi akan membuat semuanya kacau.


Sore harinya Aldi menghubungi Ali, Pemuda itu memberitahukan Ali jika ibunya sudah pulang. Ia memintanya untuk membantu menjelaskan semuanya kepada sang Ibu.


Ali meminta Aldi menunggu setelah selesai bekerja. Saat ini ia berada di Ares Tower sehingga tak bisa menemuinya.


"Thanks Al, kali ini lo sudah menjalankan tugas dengan baik," ucap Hera


Wanita itu kemudian memberikan amplop coklat kepadanya sebagai imbalan atas pekerjaannya.


Ali kemudian mengecek isinya, ia tercengang saat menghitung jumlahnya yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.


"Hanya lima puluh juta??"

__ADS_1


"Benar, sorry aku lupa memberitahu mu kalau bayaran untuk personal agent dan gengster itu berbeda. Personal agent bisa menerima bayaran lebih besar tergantung level mereka tapi gengster memang sedikit lebih rendah," jawab Hera


"Kenapa bisa begitu??" tanya Ali


Hera kemudian menjelaskan secara rinci alasannya. Ia juga meminta maaf kepada Ali karena sudah membuatnya menjadi seorang gengster bukan lagi seorang personal agent.


"Selain kau memiliki wilayah kekuasaan, kau juga bisa mendapatkan pendapatan lain dari bisnis Ares group yang beroperasi di wilayah mu, selain itu kau juga bisa menjadi bos do wilayah tersebut. Itulah alasan perbedaan bayaran agent dan gengster," terang Hera


"Ok," ucap Ali singkat


Ia kemudian beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Hera.


Saat keluar dari pintu ia melihat Green tersenyum menertawakannya.


Ali kemudian menghubungi Baron. Ali meminta bantuannya untuk mencari informasi mengenai sekretaris Morgan.


Hanya butuh waktu sepuluh menit Ali sudah menerima profil wanita itu melalui surel yang dikirim oleh Baron.


Ia kemudian menuju ke sebuah panti jompo tempat ayahnya di rawat.


Ia melihat seorang wanita cantik tampak telaten menyuapi seorang wanita tua yang duduk di kursi roda


Ali menghampiri wanita itu dan menyapanya.


"Sore Lena," sapa Ali membuat wanita itu seketika menoleh kearahnya


"Sore," jawab wanita itu tampak ketakutan melihat sosok Ali di sampingnya


"Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini, apa Morgan yang menyuruhmu untuk memata-matai ku?" tanya Alena dengan nada sinis


"Santai saja, aku ke sini untuk menjenguk ayahku," jawab Ali menunjuk kearah ayahnya yang sedang main catur bersama rekan-rekannya


Lena menghela nafas.


"Syukurlah, aku harap kau bukan orang cepu atau pengadu yang suka mencampuri urusan orang lain untuk menjilat atasan,"


"Sayangnya Aku bukan tipe seperti itu, kalau tidak keberatan aku hanya ingin mengetahui sesuatu darimu," jawab Ali


"Apa itu?" tanya Lena


"Berapa uang yang dibayarkan oleh Morgan kepada Ares Group untuk membayar jasa relokasi lahan untuk proyek apartemen mereka?"


"Sebenarnya kami di larang memberitahukan masalah ini kepada siapapun karena ini permintaan CEO Ares Group. Tapi jika kau bisa menjamin tidak akan terjadi apapun padaku setelah ini, it's ok, aku bisa memberitahu mu," jawab Lena


"Jangan khawatir aku janji tidak akan terjadi apapun padamu juga keluarga mu setelah ini," jawab Ali


Lena kemudian meminta Ali mencatat nomor teleponnya di ponselnya.


Tidak lama Lena mengirimkan sebuah bukti transfer kepadanya.


Seketika Ali terkesiap melihat nominal transfer itu.


"Lima ratus juta??"


"That's right, itu untuk biaya relokasi sekaligus ganti rugi bangunan. Karena Bos tak mau ribet makanya dia lebih memilih Ares Group yang mengaturnya,"

__ADS_1


Seketika rahang Ali langsung mengeras mendengar penjelasan Alena.


__ADS_2