
Setelah acara selesai ayah dan ibu membawa ku ke sebuah ruangan bernuansa hitam. Tempa yang benar-benar mengerikan.
Di rumah yang sebagus ini dan semegah ini nyatanya ada ruangan tersembunyi yang tidak di ketahui oleh orang asing.
"Berlutut!" teriak ayah.
Tanpa ku sadari aku langsung berlutut dan mengangkat kedua tangan ku ke atas.
"Kamu tahu apa kesalahan mu?" bentak ayah.
Suaranya benar-benar terdengar sangat menggelegar. Atau mungkin karena ini berada di ruangan yang aneh makanya suaranya terdengar lebih besar?
"Renungkan kesalahan mu!" ucapnya dengan nada ketus.
Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki seseorang. Dan ketika aku berbalik ternyata dia adalah guru privat yang mengajari ku.
Untuk apa dia kemari? Apa dia ingin menolong ku? Tapi, kenapa dia hanya sendiri jika ia ingin menolong ku?
Bukankah tempat ini sangat beresiko untuknya? Dan dari mana dia tahu tempat ini?
"Ayah?" bingung ku.
Aku melihat guru privat ku menghampiri ayah dan langsung berlutut juga. Situasi macam apa ini? Apa dia memohon supaya aku tidak di siksa?
"Reta!" panggil ayah dengan suara dingin.
Aku tertegun. Apa yang akan terjadi saat ini? Apa aku akan tetap hidup atau aku akan mati di sini?
"Jika kau memberitahu orang lain lagi, orang itu akan mati saat itu juga!" ancamnya.
Aku melihat guru privat ku, dia membuka kaca mata hitamnya. Terlihat sangat jelas bahwa dia banyak menangis.
Aku tidak berani berkata-kata. Ku rasa aku memandang harus diam untuk saat ini. Tidak ada hal yang menguntungkan untuk ku
"Apa ada orang lain yang tahu masalah ini?" tanya ibu sambil tersenyum lebar kearah gitu privat ku.
Aku melihat badannya bergetar. Dan aku yakin sekali bahwa dia sangat takut dengan ibuku.
"Tidak ada yang tahu selain saya." ucapnya.
Ibu tersenyum lembut lalu dia menamparnya dengan cukup keras. Suara yang ditimbulkan membuat ku ngeri.
Bagaimana bisa dia begitu mudahnya memukul seseorang dengan tangan cantiknya?
__ADS_1
"Jika, ada berita aneh yang muncul kau dan keluarga mu tidak akan aman. Dan kau tidak akan lagi menjadi gitu privatnya." ancam ibu.
Dia langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Aku tahu jika aku berada di posisinya aku juga tidak akan membantah. Karena aku tahu di dunia ini uang adalah yang berkuasa.
Dunia gelap yang benar-benar butuh penerangan. Dunia yang memerlukan oksigen untuk bernapas bukan untuk mencekik.
"Kau, pergi!" ucap ayah.
Dia langsung berdiri dan ketika dia menatap ku dia menggerakkan bibirnya, "ibu akan menolong mu. Sabar."
Aku tidak bisa menahan air mata ku. Bagaimana bisa dia menolong seseorang padahal dirinya sedang saja membutuhkan pertolongan orang lain.
Menjadi orang baik itu memang enggak gampang. Ada begitu banyak yang dia singkirkan yaitu ego dan mempertahankan rasa kemanusiaan yang kini sudah mulai pudar.
"Retaaaa..." panggil ibu dengan suara mendayu.
Aku menelan ludah ku. Suaranya benar-benar menghipnotis ku untuk tetap diam dan memandang wajahnya.
"Kesalahan mu apa, nak?" tanyanya masih dengan nada yang sama.
Ibu mendekati ku dan dia kini berjongkok di depan ku sambil memainkan rambut ku.
"Aaa..."
Ibu menjambak rambut ku cukup keras. Dan kalian tahu aku hanya bisa menahan rasa sakitnya dan menangis.
"Ibu sudah katakan padamu untuk menjadi anak yang baik. Tapi, kenapa kamu malah membangkang? Apakah kamu nyaman di kurung di sini?" tanyanya tepat di samping telinga ku.
Bulu kuduk ku langsung merinding. Apakah dia benar-benar seorang ibu? Bagaimana bisa seorang ibu tega menyiksa anaknya sendiri?
"Sepertinya dia tidak mendengar mu. Sepertinya dia akan mendengar jika aku yang bicara padanya." ucap ayah.
Dia mendekati ku. Dan aku langsung memejamkan mata ku.
"Lain kali kalau kamu ingin bicara kamu harus berpikir terlebih dahulu. Kamu sudah mulai berubah. Apa otakmu itu sudah tidak berfungsi lagi?" tanyanya sambil mengelus kepala ku.
Aku menjadi semakin yakin bahwa mereka bukanlah orang tua kandung. Keduanya sama sekali tidak ada aura seorang ayah maupun ibu.
Tindakan mereka benar-benar bukan menjaga tapi malah merusak.
"Jika kau mengulangi hal yang sama, ayah tidak tahu apa yang akan ayah lakukan pada mu. Jadi, ini adalah peringatan terkahir untuk mu." ucapnya sambil berhenti mengelus kepala ku.
"Aku sudah lelah. Sebaiknya kita pergi tidur." ajak ibu.
__ADS_1
"Kau lelah?" tanya ayah dengan nada lembut, "apa ini semua gara-gara anak ini?" tanya ayah sambil melotot kearah ku.
Benar-benar keluarga yang gila. Hubungan macam apa ini?
"Benar sekali. Lebih baik dia diam di sini sampai dia sadar dan kembali menjadi anak yang penurut." ucap ibu.
Ayah melihat ku dengan tatapan tak suka. Dan itu membuat ku semakin ngenes.
Ku pikir mereka adalah orang tua yang baik. Tapi, kenyataannya sangat berbanding terbalik.
Orang tua yang terlihat penuh kasih sayang nyatanya melakukan banyak kekerasan secara fisik maupun mental.
Orang tua yang terlihat perhatian nyatanya mengekang dan juga menuntut kita untuk menjadi seperti yang mereka mau.
Apakah mereka enggak sadar apa yang mereka lakukan itu salah? Apa melaksanakan kekerasan kepada anak itu adalah hobi mereka?
"Ingat! Jika kau berulah lagi mungkin kau tidak akan bernapas lagi." ancam ibu.
Nada bicaranya sih manis dan lembut. Tapi, kata-kata yang ia keluarkan seperti racun dan dapat merusak mental.
"Bukankah jika dia mati kamu tidak akan merasa lelah harus mengurusinya?" tanya ayah sambil tertawa pelan.
"Betul sekali. Aku sudah sangat lelah mengurusinya. Padahal saat dia kecil dia benar-benar anak yang manis dan penurut. Tetapi setelah dia remaja dia malah mulai menunjukkan sifat pembangkang. Sungguh mengecewakan." sedih ibu.
Ini namanya buka menurut tapi tertekan. Bagaimana bisa orang dewasa tidak bisa membedakan antara menurut atau terpaksa?
Sepertinya mereka yang butuh di periksa otaknya. Karena tindakan dan kata-kata yang mereka ucapkan sama sekali tidak masuk akal.
"Tidurlah yang nyenyak ya sayang." ucap ibu sambil mencium pipi ku.
"Jangan mimpi buruk. Itu akan menganggu tidur kami." ucap ayah sambil mengelus kepala ku.
Akhirnya mereka berdua benar-benar pergi dan disini aku sendirian.
Aku langsung merebahkan tubuh ku ke lantai. Hari yang benar-benar cukup melelahkan dan aneh.
"Punggung ku rasanya ngilu banget dan kami ku juga kesemutan."
Aku harus kembali ke duniaku Aku tidak ingin lama-lama berada di dunia aneh ini.
Aku tidak akan kuat berada di sini bahkan sebelum waktunya untuk mati mungkin saja aku akan bunuh diri untuk lepas dari semua ini.
Bagaimana bisa mereka menyuruhku untuk tidur yang nyenyak dan tidak mimpi buruk. Sedangkan yang kualami saja ini sangat mengerikan.
__ADS_1
Apa mereka berdua sebenarnya bukan manusia? Dan apa mungkin orang yang menciptakan karakter mereka adalah psikopat?
Dia tidak bisa menyakiti orang di dunia nyata tetapi dia bisa membunuh orang di dalam khayalannya.