Ternyata Dia Cuma Bercanda

Ternyata Dia Cuma Bercanda
Apa Ini Nyata?


__ADS_3

Keesokan harinya ternyata aku masih berada di dunia ini. Jadi semua ini bukanlah mimpi tapi ini semua adalah kenyataan.


Dan sekarang ini di depanku ada Leo. Dia memang terlihat seperti orang yang sangat baik sama seperti yang diceritakan di dalam novel.


"Kenapa dari tadi cuma liatin aku aja? Kenapa kamu nggak makan?" Tanyanya penasaran.


Aku merasa heran kenapa Reta bisa menyia-nyiakan orang seperti ini. Kalau aku jadi dia aku akan tetap berusaha untuk mempertahankan hubungan ini dan mengubur egoku dalam-dalam.


Aku pun makan dengan santai. Dan di sini aku juga menyadari bahwa ada begitu banyak tatapan sinis ke arahku. Aku sangat maklum karena di sini peranku adalah sebagai antagonis. Jadi aku tidak terlalu berharap banyak kepada orang-orang untuk menatapku dengan tatapan bersahabat.


"Kenapa sih dia mau sama cewek kayak gitu?" Tanya Mila.


Mila adalah sahabat dekat Risa. Mereka berdua selalu bersama dan tentunya mereka selalu bercerita tentang permasalahan masing-masing.


Sedangkan diriku ini? Aku harus bercerita kepada siapa? Di sini aku digambarkan memiliki banyak sekali uang dan juga aku termasuk orang yang pintar dan juga cantik tetapi sayangnya aku tidak punya teman untuk bertukar cerita


Ternyata nggak punya temen itu nggak enak ya. Aku harusnya bersyukur walaupun aku cuma punya teman satu tetapi dia baik banget dan pengertian sama aku.


"Kamu jangan ngomong kayak gitu. Nanti dia denger." Bisik Risa.


"Kamu lagi ada banyak masalah? Aku lihat dari kemarin kamu diem terus?" Tanya Leo penasaran.


Aku menatap matanya dan aku bisa melihat bayangan diriku ada di dalam matanya. Apakah dia begitu sukanya kepadaku? Sampai di matanya saja dia hanya fokus melihatku.


"Nggak ada sama sekali. Aku cuma capek aja sama pelajaran yang ada. Tugasku juga numpuk dan banyak bimbel yang harus aku ikuti juga." Keluh ku.


Sejujurnya aku sangat kaget karena ternyata jadwal kegiatanku di sini sangatlah padat. Biasanya diriku ini yang selalu rebahan tiba-tiba diharuskan untuk beraktivitas di setiap waktunya.


Harus belajar dan belajar entah itu belajar untuk kepentingan sekolah, belajar piano, belajar masak dan masih banyak lagi.


Aku nggak tahu kenapa diriku bisa bertahan sampai sejauh ini? Padahal bisa saja aku berteriak dan aku menyerah Aku tidak ingin melakukan ini semua karena ini benar-benar sangat melelahkan.

__ADS_1


"Kalau capek kenapa kamu nggak meliburkan diri aja sehari?" Sarannya.


Aku merasa bahwa idenya bukanlah ide yang buruk. Dan aku juga ingin menikmati waktuku ketika aku masih berada di sini. Aku ingin membeli banyak makanan, membeli barang-barang yang aku suka dan berpergian ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.


"Itu ide yang bagus. Gimana kalau kita berdua pergi bareng?" Tanya ku.


Leo terlihat sangat kaget mendengar apa yang aku ucapkan. Pastinya dia tidak pernah menyangka kalau aku yang mengajak dirinya untuk pergi. Padahal biasanya dia yang selalu mengajakku untuk pergi tetapi aku selalu beralasan sehingga kita berdua tidak jadi pergi.


"Aku nggak lagi mimpi kan? Kenapa kamu tiba-tiba mau pergi berdua sama aku?" Tanya Leo penuh dengan rasa curiga.


Aku sih nggak heran ya kalau dia bertanya-tanya dengan sikapku sekarang ini. Karena orang yang biasanya dia temui itu bukanlah aku. Walaupun raga sama tetapi jiwa yang ada di tubuh ini.


"Kamu nggak lagi mimpi kok. Aku lagi bosen aja aku pengen pergi-pergi. Tapi kalau kamu sibuk aku bisa kok pergi sendirian." Jawab ku.


"Aku nggak sibuk sama sekali kok. Nanti sore kita pergi berdua." Ucapnya antusias.


Aku dan Leo makan berdua dan ngobrol banyak hal. Ternyata dia orangnya asik juga ya.


Dan aku heran kenapa bisa Reta mikir kalau Leo tuh cuma main-main sama dia dan cuma manfaatin dia aja.


"Licik banget sih jadi cewek." kesal Mila.


Mila dan Risa berada tidak jauh dari tempat Leo dan Reta makan. Mereka berdua memperhatikan gerak gerik Reta dan Leo.


"Kenapa Leo enggak putus aja sih dari mak lampir kayak dia?" heran Mila.


"Sttt... Enggak boleh ngomong kayak gitu. Itu terserah sama Leo. kalau Leo nyaman sama hubungannya ya silahkan aja." ucap Risa.


Tapi dalam hatinya dia juga merasa sangat heran kenapa Leo mau sama perempuan kayak Reta.


Padahal sudah jelas di sekolah ini tidak ada yang mau bersahabat dengannya.

__ADS_1


"sebenarnya dia pakai apaan sih sampai Leo itu nempel banget sama dia?" heran Mila.


Risa memperhatikan Leo dan Reta keduanya sedang asyik bercanda bahkan suara tawa mereka berdua terdengar sangat jelas.


"Padahal kereta itu jahat banget tapi kenapa sih Lio masih tetap mau sama dia? Padahal ada kamu loh kayak malaikat bareng dia padahal dari kecil tapi dia malah lebih milih Mak Lampir dibandingkan malaikat kayak kamu." heran Mila.


"Udah nggak usah ngomongin dia lagi. kalau Leo sukanya sama Reta Ya mau gimana lagi kita kan nggak bisa apa-apa." ucap Risa.


"kamu kok tumben sih nggak marah-marah?" tanya Leo.


Risa mencoba untuk mendengarkan obrolan mereka. Dan tentunya Mila juga melakukan hal yang sama.


Sejujurnya Mila merasa sangat heran karena tiba-tiba Reta biasa saja ketika bertemu dengan Risa.


"Aku lagi nggak mau marah-marah sih untuk sekarang ini." jawab Reta sambil tertawa.


kenapa dia harus marah ketika dia di sini mempunyai segalanya? harus memanfaatkan situasi saat ini untuk membahagiakan diri sendiri dan menghindari masalah dengan orang lain.


Dan yang sangat ia hindarkan adalah pertengkaran dengan Risa. karena hal itu akan membuatnya semakin jauh dengan Leo.


"Jadi kamu masih punya rencana untuk marah-marah nantinya?" tanya Leo.


"Enggak ada sih. Aku udah tobat aku nggak akan marah-marah lagi dan nggak akan ngajak masalah lagi sama Risa. Karena aku paham kalian mertua kan emang udah lama kenal jadi wajar aja kalau kamu lebih dekat sama dia dibandingkan sama aku." jawabku.


sebenarnya sih walaupun hubunganku nantinya akan berakhir dengannya aku sama sekali tidak masalah karena di sini ada begitu banyak cowok tampan.


dan aku juga nggak mau mengganggu kebahagiaannya. terlebih lagi nanti kalau mereka berdua mulai menyadari perasaannya masing-masing bahwa mereka itu sebenarnya saling suka.


"kok kamu jadi aneh sih?" curiga Leo.


"Nggak usah mikir yang aneh-aneh. aku memang sadar sama kesalahanku jadi kamu nggak usah ngerasa takut lagi kalau misalnya aku sama Risa lagi berantem Kamu bingung mau belain siapa. Kamu boleh kok belain dia." jawabku.

__ADS_1


Dia masih menatapku dengan tatapan curiga. kalau aku jadi dia sih pasti aku juga mikirin hal yang sama.


Nggak mungkin tiba-tiba orang berubah dalam satu hari pasti ada apa-apanya, ada penyebab dibalik itu semua.


__ADS_2