Ternyata Dia Cuma Bercanda

Ternyata Dia Cuma Bercanda
Gosip


__ADS_3

Aku terkejut karena ternyata kami bertiga pulang pakai mobil. Dan sekarang ini aku sedang duduk di samping Leo dan Risa duduk di samping pak sopir.


"Kamu masih marah?" tanya Leo dengan nada dingin.


Kalau dari nada suaranya sih pastinya Reta ngerasa kalau sebenarnya Leo tuh enggak suka sama dia dan cuma mau manfaatin aja supaya Risa cemburu.


"Enggak." jawab ku sambil tersenyum.


Leo menatap ku dengan tatapan bingung. Apa dia nyadar kalau aku bukan Reta yang asli?


Sebenarnya dia beneran cinta atau enggak sih? Tapi kebanyakan orang mikir kalau dia tuh cinta banget sama Reta.


Bahkan aku aja mikir hal yang sama kalau Leo beneran cinta dan dia enggak ada manfaatin Reta untuk buat Risa sadar sama perasaannya.


"Aku mau minta maaf. Karena aku udah nuduh kalian berdua yang enggak-enggak." ucapku.


"Ris, kalau kepalanya Reta di lempar batu kira-kira dia bakalan normal lagi enggak ya?" tanya Leo dengan nada mengejek.


Sekitar Risa langsung tertawa dan aku bisa mendengar suara tawa pak sopir juga.


"Kamu tuh ada-ada aja deh. Kalau kepalanya di lempar batu pastinya dia nanti bakalan geger otak." ucap Risa.


"Siapa tahu kan dia jadi normal lagi." tawanya.


Aku melihat keluar jendela dan melihat banyak sekali orang yang sedang beraktivitas.


Dunia ini bukan dunia nyata tapi mereka bekerja layaknya berada di dunia nyata. Apa rasa sakit mereka itu nyata? Apa yang mereka perjuangkan itu enggak akan sia-sia?


Ku pikir di dunia novel itu enak ya. Gampang banget suksesnya. Tinggal buka toko kue , dua bulan kemudian udah punya untung jutaan.


Padahal kenyataannya tidak semudah itu dan penuh dengan perjuangan dan doa.


Leo melirik kearah Reta, sementara itu Risa melirik kearah Leo.


"Kamu kenapa kok tumben diem aja? Biasanya kamu bakalan ngomel-ngomel?" tanya Leo dengan nada mengejek.


"Aku enggak papa. Lagi mikir besok apa aku masih di dunia ini apa enggak." jawab ku tanpa sadar.


Leo terkejut mendengar jawaban ku. Dan Risa juga merasa cemas melihat ekspresi Leo.


"Kamu ngomong apaan sih?" heran Leo.

__ADS_1


"Enggak, aku enggak ngomong apa-apa." jawabku sambil tersenyum kearahnya.


Aku memainkan jemariku. Jujur aja aku merasa takut ada di dunia ini sendirian.


Aku tahu watak mereka dan aku juga tahu akhir kisah dari mereka. Dan aku juga merasa takut dengan akhir dari diriku sendiri.


Tiba-tiba mobil berhenti di gerbang sebuah rumah mewah berwarna biru muda. Dan aku yakin kalau ini adalah rumah ku. Karena Reta sangat identik dengan warna biru.


"Makasih ya." ucapku sambil menutup pintu mobil.


Aku langsung masuk ke dalam rumah. Dan aku merasa takjub dengan isinya. Benar-benar sangat berbeda dengan rumah ku.


Aku merebahkan tubuh di kasur yang sangat empuk dan lebar. Kamar yang sangat rapi dan juga estetik.


Karena terlalu nyaman akhirnya aku tidur. Sepertinya dimana-mana aku bisa tidur dengan mudah deh.


Sementara itu Leo dan Risa sedang membicarakan tentang Reta.


Sekarang Risa duduk bersebelahan dengan Leo sehingga mereka berdua lebih leluasa untuk mengobrol.


"Kok dia tiba-tiba berubah ya? Aku salah apa?" tanyanya dengan nada lesu.


"Kamu sih udah dibilangin jaga jarak sama aku tapi malah kamu nempel terus kayak cicak." jawab Risa dengan nada menyindir.


Dan gosip kalau dia menggunakan Reta supaya Risa sadar bahwa sebenarnya Risa punya rasa pada Leo.


"Kayaknya dia mau minta putus deh sama aku." ucap Leo.


Leo tidak menyadari bahwa ada binar bahagia dari mata Risa.


"Enggak boleh ngomong gitu." ucap Risa.


Leo menghela napas panjang dan memeluk tasnya.


"Tadi aja dia ngomong kalau dia jomblo dari lahir itu artinya dia enggak anggap aku pacarnya." ucap Leo.


"Dia enggak ada maksud kayak gitu. Lagian kan Reta juga suka sama kamu. Buktinya dia selalu aja marah-marah ke aku, setiap kali ketemu pasti dia ngajak berantem itu karena dia cemburu." ucap Risa mencoba untuk menenangkan Leo.


Leo tahu kalau Reta selalu saja mengganggu Risa. Terkadang ia sendiri bingung harus membela siapa. Ia takut melukai salah satu dari keduanya. Pada akhirnya mereka bertiga sama-sama. terluka.


"Dia besok ke sekolah enggak ya?" tanya Leo.

__ADS_1


Risa langsung memukuli bahu Leo dengan keras. Dan hal itu membuatku Leo sedikit meringis.


"Kenapa sih mukulin aku?" tanya Leo tak terima.


"Lagian kamu aneh sih. Reta bakalan tetep masuk sekolah. Kamu kan tahu banget kalau dia tuh ambisinya gedek banget." jawab Risa.


Yang dikatakan oleh Risa ada benarnya juga. Reta pasi akan masuk sekolah karena dia tidak ingin tertinggal materi pembelajaran.


"Aku harus gimana supaya dia maafin aku ya?" tanya Leo.


Dia benar-benar merasa tidak enak dengan Reta.


"Beliin makanan. kamu kan tahu dia suka makanan." jawab Risa.


Leo menjitak kepala Risa, "yang suka makanan tuh kamu bukan dia. Lihat pipimu tuh kayak bakpao." ucap Leo sambil mencubit pipi Risa.


Risa langsung menggembungkan pipinya. Dia benar-benar merasa sangat kesal ketika ada orang yang menyentuh pipinya.


"Kasih aja ke Reta. Dia kurus banget kayak orang kurang makan aja." ejek Risa.


"Kayaknya besok aku harus bawa dia ke kantin terus nyuruh dia untuk makan yang banyak." tawa Leo.


"Kamu tahu enggak sih ada gosip tentang kita bertiga yang bikin Reta marah ke aku?" tanya Risa.


Leo belum mendengar gosip terbaru tentang mereka bertiga. Biasanya selalu ada orang yang melaporkannya tapi kali ini enggak ada dan hal itu buat Leo jadi penasaran.


"Gosip apaan lagi? Heran deh sama orang-orang kenapa hobi banget sih jadiin kita bahan gosip." heran Leo.


"Katanya sih aku suka sama kamu saja kamu suka sama aku. Aku baru sadar aku suka kamu tuh sejak kamu pacaran sama Reta. Terus sebenarnya dari awal tuh kamu sukanya sama aku. Dan karena kamu tahu aku punya rasa ke kamu, kamu jadi bingung cara putus sama Risa. Jadi setiap kali aku sama Reta berantem kamu selalu belain aku supaya Reta marah dan akhirnya milih untuk putus dengan sendirinya." cerita Risa.


Risa menunggu respon dari Leo. Tetapi Leo masih saja diam. Dan hal itu membuat Risa menjadi semakin penasaran dengan apa yang ada di otak Leo sekarang ini.


"Udah sampek tuh." ucap Leo sambil melihat kearah rumah Risa.


Dan tanpa sadar Risa mengepalkan tangannya dan melihat kearah rumahnya.


"Aku turun ya. Makasih." ucap Risa sambil tersenyum.


"Sama-sama." ucap Leo.


Setelah itu Leo menutup pintu mobil dan meninggalkan Risa yang masih berdiri dihalaman rumahnya.

__ADS_1


"Kenapa dia enggak peka sih?"


__ADS_2