Terpaksa Berjodoh

Terpaksa Berjodoh
Eps.14 Sama Hal nya Dengan Ciuman


__ADS_3

Sesampai nya mereka di ruangan Reza, Nayla langsung meletakan laptop Reza di meja kemudian dia hendak pergi, tiba - tiba...


"Mau kemana kamu??" Tanya Reza cepat.


"Saya mau ke kantin pak, saya laper. Kan tugas saya udah selesai" jawab Nayla.


"Siapa bilang tugas kamu udah selesai?? Kamu harus nemenin saya makan di sini! " ucap Reza.


"Haa gimana pak? " Tanya Nayla memastikan.


"Kamu harus tanggung jawab, tadi pagi saya enggak sempat sarapan, karena pagi-pagi saya harus ke rumah kamu untuk jemput kamu, dan sampai rumah kamu saya tidak jadi sarapan. Jadi saya mau kamu nemenin saya makan sebagai ganti rugi!" lanjut Reza.


Nayla yang mendengar ucapan Reza, dia sangat kesal, dia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sembari menekuk wajah nya menandakan kalau dia sedang kesal dengan Reza.


"Apa-apaan dia main nyalah-nyalahin aku, ckck" batin Nayla.


Kemudian Nayla duduk di sofa yang ada di ruangan Reza. Reza hanya tersenyum melihat tingkah laku Nayla bagi nya melihat kelakuan Nayla merupakan hal yang lucu.


"Nihh makan" Reza memberikan makanan untuk Nayla. Tadi ketika Reza mendengar percakapan Nayla dengan teman-teman nya bahwa dia lapar, Reza segera memesan makanan lewat aplikasi.


Reza duduk di sebelah Nayla, dia sengaja hanya pesan satu untuk mereka berdua.


"Tapi pak, ini kan makanan nya cuman satu. Terus bapak makan apa kalau saya makan ini??" Tanya Nayla dengan nada lembut.

__ADS_1


"Kita makan berdua" jawab Reza cepat.


Nayla hanya melongo dengan perkataan Reza. Dia tidak menyangka Reza si dosen kulkas bisa juga berlaku romantis. Reza menyuapkan makanan ke mulut nya, kemudian menyendok lagi lalu menyuap kan ke mulut Nayla.


"Nihh aaaa' buka mulut mu, jangan cuman liatin aku makan" ucap Reza.


" Gimana enak?? " lanjut nya.


Nayla hanya mengangguk, kemudian mata mereka bertemu dalam beberapa detik, Nayla yang menyadari adegan tersebut dia langsung menundukan kepala nya, dia tersipu malu. Tapi tiba - tiba fikiran jelek nya datang.


"Ehh apa-apaan ini, kenapa dia natap aku kayak gitu, dan apa? Kita makan dengan sendok yang sama yang sama hal nya dengan ciuman. Astagaaa mesum sekali otak nya" batin Nayla kesal.


"Ayo lagi, kenapa kamu diem aja nihh aaa' buka mulut mu, sudah seperti bayi saja makan harus di suapi" ucap Reza memecah fikiran Nayla.


"Kamu tidak ingat kamu harus pulang sama saya! " ucap Reza kepada Nayla kemudian dia bergerak menjauhi Nayla mendekati meja kerja nya.


" Saya bisa pulang dengan taksi pak, lagian bapak kan masih banyak kerjaan jadi saya pulang duluan aja" ngeles Nayla.


" Saya akan segera selesaikan tugas saya , kamu habis kan dulu makanan mu itu enggak baik buang-buang makanan, mubajir" tutur Reza.


Nayla pun menuruti perkataan Reza, Reza menyelesaikan tugas nya. Sebenarnya Nayla tidak ingin pulang bareng Reza, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perkataan Reza.


Beberapa waktu berjalan, makanan Nayla pun sudah habis tidak bersisa, pekerjaan Reza pun sudah selesai. Sebenarnya Reza tidak ada pekerjaan atau tugas yang harus dia kerjakan, itu hanya alasan dia supaya Nayla mau menuruti perkataan nya. Whuu dasar modus lu za. wkwk

__ADS_1


Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Reza menuju mobil. Kali ini Nayla tidak menunggu di bengkel dekat kampus, dia langsung menaiki mobil Reza. Nayla ingin menaik di kursi penumpang, ketika dia hendak membuka pintu di bagian kursi penumpang, tiba-tiba Reza mendorong kembali pintu tersebut dan menghalangi Nayla untuk masuk.


Kemudian Reza membuka pintu mobil bagian depan, dia menyuruh Nayla duduk di sebelah kursi kemudi. Nayla pun mengerutkan kening nya , kemudian dia duduk di kursi depan sebelah kursi kemudi.


Reza berlari kecil mengitari mobil, kemudian dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Kamu mau langsung pulang atau mau mampir dulu kemana gitu?" Tanya Reza.


"Enggak langsung pulang aja. Biar nanti aku toko buku nya bawa mobil sendiri aja" jawab Nayla.


" Kenapa enggak bareng aku aja, aku juga kebetulan ada beberapa buku yang harus aku cari" ngeles Reza.


" Terserah bapak aja" jawab Nayla sekena nya.


"Kalau di luar kelas kamu jangan panggil aku bapak dong, panggil aja Reza atau mas Reza gitu" tersenyum sembari mengedipkan sebelah mata nya.


"Yaa Reza" ucap Nayla singkat sembari memutar bola mata nya jengah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, mereka pun sampai di salah satu toko buku. Reza segera turun dari mobil dan dia bergegas membukakan pintu mobil untuk Nayla.


Namun Nayla hanya memberi senyum terpaksa nya. Kemudian mereka berjalan memasuki toko buku tersebut. Lagi-lagi Reza membuka kan pintu untuk Nayla. Uhhh sweet bangett kamu Reza, author mau dong di bukain pintunya juga, tapi pintu hati author yaa yang di buka:V


Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..

__ADS_1


Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))


__ADS_2