Terpaksa Berjodoh

Terpaksa Berjodoh
Eps.5 Hari Pertama Kuliah (Part 2)


__ADS_3

"Ehh saya Pak?" Tanya Nayla memastikan, kemudian di angguki oleh Reza


"Nama saya Nayla Pak, Nayla Agustin Prahata Lubis" jawab Nayla dengan gugup.


Mereka yang mendengar nama lengkap Nayla kaget, pasalnya nama Nayla merupakan nama anak konglomerat. Mereka yang hanya tau nama tetapi tidak tau wajah anak dari pasangan konglomerat Prahata Lubis, mereka memandang Nayla dengan takjub, bukan hanya Karena dia anak konglomerat namun Karena kecantikan Dan keramahan Nayla membuat dia semakin di sukai banyak orang.


"Namanya bagus juga, hmm" gumam Reza dalam hati.


**


 


Setelah mereka semua keluar dari kelas, Nayla merasa lapar Dan dia mengajak teman yang baru saja dia kenal tadi ke kantin, yappp namanya Ririn Dan Dewi. Mereka bertiga jalan ke kantin, sesampainya di kantin mereka memesan makanan.


"Ehh elo beneran anaknya Rudi Prahata Dan Sinta lubis?" Tanya Dewi penasaran kemudian di angguki oleh Ririn yang sedari tadi penasaran.


"Hmm iyaa kenapa emg? ada yang salah??" Nayla.


"Enggak ada yang salah sihh, soalnya gua cuman tau nama tapi enggak tau orangnya. kan bonyok elo sering masuk berita tapi kok elo enggak pernah muncul??" kini Ririn yang Tanya.


"Ohh itu, jelas gua nggak pernah masuk infotainment kan gua kuliah di Amsterdam jadi jarang pulang" jelas Nayla kemudian di angguki kedua temanya tanda mengerti.

__ADS_1


"Ehh tadi dosenya gantengg bangett yaa guys, uhh aku jadi semangat kalok dia yang bimbing kita" jelas Dewi penuh dengan kebahagiaan.


" Iyaa ganteng bangett, gua mau jadi pacar dia, jadi selingkuhan juga nggak papa" timpal Ririn sambil senyum membayangkan mereka pacaran


"Apaan sihh kayak gitu kok ganteng, nyebelin gitu kayak manusia kulkas tau nggak, dingin" Nayla angkat bicara sembari memutar bola matanya jengah Karena kedua teman nya memuji dosen itu dari tadi.


"Ehem ehem siapa tadi yang kamu bilang nyebelin Dan manusia kulkas?" tiba-tiba terdengar suara Reza, mereka bertiga kaget kemudian memutar posisi ke arah Sumber suara.


"****** gua, Nayy kenapa mulut elo lemes banget sih" batin Nayla sambil membungkam mulutnya yang lemes sembari memejamkan mata.


"Ehh bapak, enggak pakk itu kulkas punya ibu kantin nya udah jelek jadi enggak enak di liat manusia" Nayla menjawab sambil melirik ke arah kedua temanya berharap mereka mengerti kode dari Nayla.


Setelah mendengar penjelasan dari mereka , tiba-tiba Reza langsung duduk di sebelah Nayla.


"Saya boleh kan gabung disini? soalnya meja nya udah penuh semua tuh" sambil menunjuk sekeliling. Ririn Dan Dewi mengangguk sembari tersenyum, berbeda dengan Nayla, ia hanya diam tidak bergeming.


"Ngapain sihh dia gabung kesini? padahal kan itu jelas-jelas ada meja kosong disana" gerutu Nayla dalam hati.


"Rupanya hanya kalian berdua yang memperbolehkan saya duduk disini, yaudah kalau gitu saya enggak jadi duduk disini" melirik ke arah Nayla sambil berdiri.


Ririn Dan Dewi mereka langsung memelototi Nayla memberi sinyal agar Reza duduk disana.

__ADS_1


Melihat tingkah laku kedua teman nya akhirnya Nayla berbicara


"Nggak papa Pak , silahkan duduk disini" tersenyum terpaksa.


"Okelah kalau kamu maksa" Reza mengulum senyum kemenangan.


"Haaa siapa yang maksa dia? Kalau bukan Karena mereka berdua ogah gua duduk bareng dosen devil ini" gerutu Nayla dalam hati.


Suasana hening tidak ada yang berbicara, Ririn Dan Dewi sesekali mencuri pandang kearah Reza sambil tersenyum, tapi Reza malah melirik Nayla dengan senyum tipis di bibirnya. Namun Nayla hanya diam Dan menunduk, sampai akhirnya hp Nayla berbunyi Tring Tring


"Hallo Assalamualaikum, ohh okee Nay segera kesana" Menutup telepon kemudian berpamitan dengan teman-teman nya.


"Hmm Rin, Dew gua pamit dulu yaa, nanti kita sambung di grub chatt" mengedipkan sebelah mata nya Dan beranjak pergi.


"Emang nya siapa yang nelpon nay? buru-buru banget, atau jangan-jangan pacar kamu yaa??" Tanya Dewi penasaran sambil tersenyum, Nayla tidak menjawab pertanyaan Dewi dia hanya tersenyum Dan melanjutkan langkahnya.


"Siapa yang menelpon Nayla?" Tanya Reza pada Ririn Dan Dewi mereka hanya menggelengkan kepala tanda tak tahu.


Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..


Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))

__ADS_1


__ADS_2