
Nayla memasuki halaman rumah nya yang besar di sambut para pelayan di rumah nya. Rumah Nayla telihat seperti istana, siapa pun yang melihat rumah tersebut pasti takjub. Rumah berwana putih bercampur warna gold Ditambah dengan ornamen-ornamen klasik menambah keindahan Rumah tersebut. Terlihat dari luar rumah tersebut sangat indah, Dengan gerbang tinggi dijaga oleh 2 security.
Masuk ke dalam Rumah, terdapat ruang tamu, terdapat beberapa lukisan terkenal disana, ruang keluarga yang sangat besar terdapat banyak foto keluarga besar disana termasuk foto grandma Dan grandpa Nayla, ruang makan yang bersebelahan dengan dapur bersih, di lantai 2 terdapat empat kamar, kamar yang pertama merupakan ruang kerja milik Ayah Nayla, kamar kedua milik Nyonya Dan Tuan besar, kamar ke tiga yaitu ruang olah raga disana terdapat banyak alat gym, Dan kamar yang terakhir adalah kamar Yona. Sedangkan kamar tamu berada di lantai bawah.
Sedangkan para pekerja tinggal di rumah belakang yaitu rumah kedua. Di halaman belakang terdapat kolam renang yang besar, terdapat Taman pula disana. Keluarga tersebut sering berada di Taman pada waktu libur. Sungguh rumah milik keluarga PRahata Lubis merupakan Rumah impian semua orang.
Nayla melangkah ke dalam rumah, ketika dia ingin ke kamarnya tiba\-tiba dia melihat kedua orang tua nya berada di ruang keluarga sedang menonton tv. Nayla pun menghampiri keduanya.
"Assalamualaikum ma, pa" sembari mencium tangan kedua orang tua nya.
"Waalaikumsalam, ehh anak kami udah pulang" jawab mereka bersamaan.
" Wihh kompak bangett jawabnya, Makin sosweet aja lah yaa" ledek Nayla sambil tersenyum bahagia.
" Iyaa dong pasti, iyakan maa??" jawab Rudi sambil mencium pipi istrinya Dan diangguki oleh sinta.
"Hmm iyaiya udah jangan pamer kemesraan sama Nayla, jadi iri Nay" sembari mengerucutkan bibir kemudian menyenderkan kepala di sofa.
"Mangkanya kamu buruan nikah biar bisa kayak mama sama Papa gini" sinta membalas ciuman suaminya.
" Ehh ma, gimana sih anak kita kan enggak punya pacar gimana mau nikah cobak? " sahut Rudi meledek Nayla tertawa berbarengan dengan sinta.
__ADS_1
" Atau jangan-jangan... ya ampunn paa atau jangan-jangan enggak ada yang mau sama Nayla pa" ucap sinta sembari memasang muka kaget namun kemudian mereka tertawa, Nayla yang sedari tadi diledeki kedua orang tua nya hanya memasang muka cemberut.
"Ihh mama sama papa apaan sih dari tadi ngledek Nayla terus, yang suka sama Nay itu banyak tau.. Nayla kan cantik Pinter baik hati lagi" membalas perkataan mama nya.
"Mana ada orang cantik ngomong cantik, orang baik ngomong baik. kamu ini ada-ada aja" Rudi.
" Udahh ahh Nay males, Nay mau ke kamar bersih-bersih sekaligus istirahat" Nayla berjalan menjauh dari ruang keluarga menuju kamarnya.
"Ehh kamu udah shalat ashar belum nay" teriak sinta,
" Udah ma tadi dijalan" mengeraskan suara Karena dia telah menjauh dari ruang keluarga.
"Liat anak kamu itu pa, udah gede tapi kadang-kadang kelakuan masih kayak bayi, pantes aja kalok kita terlalu khawatir sama dia. emm kira-kira anak nya Hans mau enggak yaa pa sama Nayla, Nayla kan kayak gitu sifatnya" Sinta.
**
Sinta menyiapkan makan malam untuk mereka, dibantu dengan beberapa pelayan yang di tugaskan di bagian dapur. Malam ini mereka masak makanan banyak Karena akan kedatangan tamu untuk makan malam bersama.
"Maa, kamu idah bilang Nayla kalau kita akan kedatangan tamu?" Tanya Rudi.
"Astaga paa, mama lupa kasih tau Nayla. Pasti anak itu ketiduran, Yaudah mama panggil Nayla dulu yaa pa" melangkah menuju kamar Nayla.
__ADS_1
Sinta mengetuk pintu kamar Nayla tetapi tidak ada jawaban, kemudian dia membuka handle pintu untuk masuk.
"Astaagaa Nayla, jam berapa ini? Ayokk Bangun kamu Mandi, terus siap-siap dandan yang cantik yaa Sayang, ini udah waktunya kita makan malam, " sinta.
Nayla yang sedang mengucek-ngucek mata, kemudian dia berdiri untuk masuk ke kamar Mandi namun belum sampai masuk kamar Mandi dia membalik badan ke arah mama nya.
"Hmm maa, tadi mama bilang apa?? dandan yang cantik?? emang nya kita mau makan di luar ma? tumben amat" Nayla.
"Udahh sana kamu Mandi terus ikutin kata mama, jangan lama-lama yaa mama sama papa tunggu di luar". Ucap sinta tersenyum bahagia kemudian dia pergi meninggalkan Nayla.
" Ish mama, ditanya malah pergi. Hmm mungkin iya mau makan diluar yaudah dehh" gumam Nayla sembari masuk ke kamar Mandi.
Setelah selesai berdandan cantik, Nayla keluar kamar tak lupa dia membawa tas miliknya. Dia menuju ruang makan seperti mamanya bilang tadi mereka akan menunggu Nayla disana.
"Ehh Nayla, kamu mau kemana bawa tas?" Tanya sinta yang kaget melihat Nayla membawa tas.
"Lahh tadi kan mama bilang kita mau makan malam di luar mangkanya nyuruh Nayla dandan cantik" menjawab pertanyaan mama nya sembari memasang muka kaget.
"Siapa yang bilang mau makan di luar sayang, mama kan cuman bilang kamu dandan yang cantik" sahut Sinta mengedipkan sebelah matanya ke Nayla.
"Lohh ada om Hans"
__ADS_1
Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))