
Tokktokk...
"Nayy buka pintunya Nay" ucap Reza cemas.
"Kamu ngapain kesini, udah sana pulang" ucap Nayla sewot.
"Nayy tolong Nay buka pintu nya kita perlu bicara" ucap Reza.
" Nggak ada yang perlu di bicarakan, sana pulang aku enggak mau ketemu kamu lagi" ucap Nayla sedikit berteriak.
" Nayy please kasih aku kesempatan Nay, aku mintaa maaf kalau aku ada salah sama kamu Nay" ucap Reza memelas.
" Pergi Reza, aku bilang pergi aku nggak mau ketemu kamu apalagi ngomong samaa kamu!!" Ucap Nayla berteriak.
" Aku enggak akan pergi dari sini Nay, sebelum kamu bukain pintu nya dan izinin aku untuk ngomong" ujar Reza.
Reza terus mengetuk pintu kamar Nayla, dia terus memanggil Nayla dan menghoyangkan handle pintu.
Nayla merasa tidak nyaman, kemudian dia berdiri dari tempat tidur lalu berjalan membuka pintu kamar nya.
Cekkrekk (suara handle pintu terbuka) Reza langsung masuk kedalam kamar Nayla kemudian dia menutup pintu kamar tersebut.
Sontak Nayla kagett, Reza menarik Nayla ketempat tidur. Mereka duduk di tepi ranjang.
"Nayy ku mohon, pikirin lagi ucapan mu yaa, aku enggak mau batalin perjodohan ini" ucap Reza memohon, dia memengang pundak Nayla.
" Aku udah pikirin ini baik-baik zaa, aku mau kita batalin perjodohan kita" ucap Nayla tegas.
" Tapi kenapa Nay?? Kenapa kamu tiba-tiba batalin perjodohan kita?" Tanya Reza penasaran.
" Aku kan udah bilang sama kamu za kalau kita nggak cocok" jawab Nayla.
__ADS_1
" Haha alasan macam apa itu Nay, Nay aku berani sumpah aku enggak ada hubungan sama Ria, aku tau kamu cemburu kan tadi , please Nay" ucap Reza.
" Kamu kan liat sendiri disana juga ada dino pacar Ria, dino kan sahabat aku Nay. Lagian kita kan sahabatan dari dulu Nay, kamu harus percaya itu" ucap Reza menjelaskan.
" Aku bener-bener udah nggak ada perasaan apa-apa sama Ria Nay, kamu harus percaya itu??" sambung Reza.
Nayla hanya terdiam dia menatap kedua mata Reza, mencari kebohongan disana, namun seperti nya dia tidak menemukan yang dia cari.
Reza mendekatkan wajah nya ke arah Nayla, kemudian dia mencium bibir Nayla dengan lembut. Nayla tidak membalas ciuman tersebut namun dia juga tidak melepaskan ciuman Reza.
Ini ciuman pertama bagi Reza, sebelum nya dia tidak pernah mencium perempuan.
Tidak berapa lama Nayla melepaskan ciuman tersebut karena napas mereka sudah hampir habis.
"Kumohon Nay pikirin lagi yaa" ucap Reza memohon sembari menatap mata indah Nayla.
Nayla hanya mengangguk, kemudian Reza tiba-tiba terjatuh keatas kasur, sontak Nayla kaget.
Sinta dan Rudi yang mendengar teriakan Nayla mereka langsung bergegas menaiki tangga kemudian memasuki kamar Nayla.
Mereka melihat Reza sudah terbaring diatas kasur Nayla dengan mata ter tutup.
"Ya Ampun Reza, dia kenapa Nay??" Ucap Sinta cemas kemudian berjalan mendekat ke arah Nayla Dan Reza.
"Kenapa Reza sampe pingsan begini?? Kamu apain dia Nay??" Ucap Rudi cemas.
" Nayla enggak ngapa-ngapain dia ma, pa tiba-tiba Reza pingsan" ucap Nayla meyakinkan orang tua nya.
Rudi mengecek keadaan Reza.
" Ya Ampun kamu ini bikin cemas aja za, dia tertidur" ucap Rudi.
__ADS_1
"Apa-apaan dia tidur dikamar ku" ucap Nayla kesal, dia sudah cemas tetapi malah Reza tertidur.
"Alhamdulillah, Ya Ampunn Reza pasti kecapean itu sampe dia tidur seperti orang pingsan" ucap Sinta lega.
" Udah ayo keluar, biarin Reza istirahat dia pasti kecapean" ajak Rudi.
Nayla Dan Sinta mengikuti langkah Rudi berjalan keluar kamar.
Mereka berjalan menuju ruang keluarga, mereka duduk disana.
"Nay, Reza bilang kamu mau batalin perjodohan ini yaa?" tanya sinta.
" Pasti si dosen itu udah ngadu sama mama sama papa, dasar tukang ngadu" gumam Nayla kesal.
" Kenapa kamu mau batalin Nay? " Tanya Rudi.
" Nayla nggak cocok pa" jawab Nayla singkat.
" Pokonya kami enggak setuju dan enggak akan pernah batalin perjodohan ini titik nggak pake koma ataupun seru" ucap Sinta.
" Maaa" rengek Nayla.
" Iya bener sampe kapan pun kita nggak akan batalin perjodohan ini Nay, kamu mau ngecewain kita semua??! " Tanya Rudi tegas, Nayla menggelengkan kepala nya.
Sudah lama mereka mengobrol kemudian Nayla memutuskan untuk ke kamar nya untuk membersihkan diri karena waktu sudah hampir malam.
Nayla membuka handle pintu kemudian dia masuk ke dalam kamar. Dia tidak melihat Reza disana tapi dia mendengar suara air mengalir dari dalam kamar Mandi.
"Pasti dia sedang mandi" batin Nayla.
Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
__ADS_1
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))