Terpaksa Berjodoh

Terpaksa Berjodoh
Eps. 24 Ide Yang Bagus


__ADS_3

" Makasih yaa ma, grandma udah mau bantuin Nayla. Nayla risih banget di jodohin sama orang yang enggak Nayla cinta" ucap Nayla.


" Iyaa Sayang sama-sama, yaudah grandma tutup dulu telepon nya yaa Sayang, kamu jaga diri baik-baik" ucap grandma.


" Iyaa ma, grandma juga jaga kesehatan yaa, byee Assalamualaikum" ucap Nayla mengakhiri telepon.


" Waalaikumsalam" tut tut bunyi telepon mati.


"Yesss akhirnyaa aku bisa bebas juga dari perjodohan ini. Pasti papa sama mama kena marah itu, haha tapi nggakpapa salah siapa main jodoh-jodohin. Maaf yaa ma paa" ucap Nayla tersenyum penuh kemenangan.


Nayla bersolek ria hari ini dia ada janji dengan sahabat nya yaitu Riko, karena hari ini Nayla tidak ada kuliah dia memutuskan untuk menghabiskan waktu nya hari ini bersama Riko.


Nayla memakai dress selutut dengan warna biru toska, dia mengambil tas kesayangan nya. Kemudian dia bergerak keluar Kamar menuruni tangga.


"Nay, pagi-pagi gini kamu mau kemana?? Bukan nya hari ini nggak ada kelas??" tanya Sinta.


" Ehh mama ngagetin aja, iyaa Nay mau pergi ada janji sama Riko mah. Mama inget Riko kan??" berjalan mendekati mama nya yang berada di dapur.


"Ingett dong, ehh emang dia udah pulang ke Indonesia? Bukan nya dia mau lanjutin di Amsterdam yaa?" Tanya Sinta.


" Riko! Gimana kabar nya dia? Papa kangen pengen ngobrol sama dia, dia anak yang cerdas" timpal Rudi yang sudah berada di ruang makan.


" Iyaa dia udah pulang, kata nya dia suruh lanjutin perusahaan Papa nya sama kayak Nayla maka nya dia pulang" ucap Nayla.


" Alhamdulillah kabar nya baik pa, dia juga pengen main kesini tapi masih sibuk, hari ini dia free maka nya Nayla mau Jalan bareng dia. Dia nitip Salam buat mama papa" sambung nya.


" Kamu udah bilang sama Reza kalau kamu mau ketemu Riko??" Tanya Sinta.

__ADS_1


" Belum. Buat apa Nayla bilang ke Reza" ucap Nayla.


" Kamu jangan gitu Nay, takut nya nanti dia salah paham kalau kamu enggak ngomong ke dia. Emang kamu mau Jalan ke Mana sama Riko?? " Rudi.


"Nggak akan salah paham paa, lagian aku sama dia kan enggak bakal lanjutin perjodohan ini" ucap Nayla santai.


" Kamu masih mau batalin perjodohan ini Nay?? Papa nggak akan lakuin itu, kalau kamu mau batalin lebih baik kamu keluar dari rumah ini!! " ucap Rudi.


" Paa tolong ngertiin Nayla, Nayla bukan anak kecil lagi paa, Nayla berhak menentukan pilihan Nayla. Nggak mungkin Nayla menikah dengan orang yang enggak Nayla cinta" ucap Nayla sedikit gemetar.


" Pokok nya Papa nggak mau tau, kamu harus menikah dengan Reza. Reza itu jodoh terbaik buat kamu, apa kamu masih mikirin cowok brengsek itu hah??! " ucap Rudi dengan nada tinggi.


Seketika suasana di meja makan terasa panas, Kristal bening Tak mampu tertahan untuk jatuh, Sinta yang mendengar perdebatan kedua orang yang dia cintai dia hanya bisa diam.


Dia tau betul sifat suami nya, bahwa yang sudah menjadi keputusan suami nya tidak bisa di ganggu gugat.


Nayla pergi meninggalkan kedua orang tua nya, dia sedikit berlari dengan air mata yang sudah tumpah sejak tadi.


Dia melajukan Mobil nya dengan sangat cepat, Rudi dan Sinta sejujurnya tidak tega melihat putri nya menangis, namun ini adalah keputusan yang tepat.


"Paa harusnya Papa jangan sekeras ini pa, kasihan Nayla" ucap Sinta sedih.


"Kita harus sekali-kali keras ma, biarin dia nenangin pikiran nya. Ini udah menjadi perjanjian Kita sejak dulu, Papa enggak mungkin ingkarin janji Kita sama Hans " Rudi.


Tringtring...


Suara hp Rudi berbunyi, dia melihat ada nama mama nya. Kemudian dia menggeser tombol hijau di layar hp nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum maa, mama apa kabar? Tumben nelvon pagi-pagi gini" ucap Rudi.


"Waalaikumsalam, kabar mama sehat, iyaa ada hal penting yang ingin mama bicarakan sama kamu" ucap seseorang di sebrang telvon.


" Hal penting apa ma?? " Tanya Rudi penasaran.


" Kenapa kamu main jodoh-jodohin Nayla Rud? " tanya grandma penasaran.


" huhh anak itu pasti udah ngadu ke mama" menarik nafas nya berat.


"Nayla udah besar kenapa kamu jodohin dia? Kenapa kamu tidak bilang ke mama kalau kamu jodohin dia?? Kamu jodohin dengan siapa Nayla?? " grandma melayangkan pertanyaan-pertanyaan nya.


" Satu-satu ma nanya nya. Gini maa sebelum nya Rudi dan sinta minta maaf sama mama Karen's belum sempat ngasih tau ke mama kalau Rudi dan Sinta jodohin Nayla. Nayla aku jodohin sama Reza anak Hans sahabat aku dulu ma, mama masih inget kan?? " ucap Rudi menjelaskan.


" Kami udah berjanji sejak Nayla masih di dalam kandungan, kami akan jodohin anak-anak kami. Nahh sekarang mereka udah dewasa jadi kita akan lakukan perjanjian Kita dulu" sambung nya.


" Reza anak yang sholeh, dia cerdas, mandiri bertanggung jawab dan yang pasti dia pekerja keras ma. Maka nya Rudi dan Sinta sangat senang dengan perjodohan mereka, Rudi hanya ingin yang terbaik buat Nayla" ucap nya menjelaskan.


" Tapi kenapa Nayla menolak?? Kalau emang Reza itu baik maka lanjutkan nak, mama setuju. Mungkin Nayla hanya kaget Karena dia di jodohkan, lambat laun dia juga bisa menerima nya" ucap grandma.


" Tapi Nayla bersikeras untuk batalin perjodohan nya ma, bahkan dia mengadu sama mama, Rudi paham banget sama anak itu, dia akan bersikeras atas apa yang dia mau" timpal Rudi.


" Kalau begitu, kenapa enggak kalian nikahkan saja secepat nya. Dengan begitu Nayla enggak akan bisa membatalkan perjodohan nya" memberi Saran.


" Boleh juga ide mama, kalau begitu kita akan urus ini secepat nya" Kali ini Sinta yang menjawab dengan antusias.


Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..

__ADS_1


Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))


__ADS_2