
Waktu terus berjalan, tapi tidak ada kejelasan hubungan diantara Nayla dengan Reza. Tidak ada kemajuan hubungan mereka, yaa itu semua karena Nayla tidak membuka hati nya untuk Reza.
Meski demikian tidak membuat Reza patah semangat untuk bisa membuka pintu hati Nayla. Dia akan tetap berusaha hingga membuat orang-orang yang dia sayang bahagia.
Hari ini seperti biasa Nayla berangkat kuliah di jemput oleh Reza. Kali ini Reza ikut sarapan di rumah Nayla, setelah mereka selesai makan mereka pun pergi ke kampus.
Mereka berpamitan dengan kedua orang tua Nayla, mencium punggung tangan kedua nya kemudian bergegas pergi.
Seperti biasa, Reza membukakan pintu mobil untuk Nayla. Reza sedikit berlari mengitari mobil kemudian dia masuk kedalam Mobil setelah itu dia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Nay, setelah kuliah kamu ada acara nggak?" tanya Reza.
" Ohh enggak, kenapa?? Kamu ada acara??" Bertanya balik.
"Baguslah, soalnya hari ini aku ada reuni bareng sahabat-sahabat ku, ehh bukan reuni lebih tepat nya kumpul-kumpul" ujar Reza.
" Ohh gitu, yaudah kalau gitu nanti aku pulang naik taksi aja" menganggukan kepala nya pelan.
"Ehh bukan gitu maksudku, maksudku aku mau ajak kamu ketemu sahabat-sahabat ku, mereka pingin kenal sama kamu, gimana? " ucap Reza.
"Pingin kenal sama aku?? Emang nya mereka tau tentang aku??" tanya Nayla penasara.
"Taulah, mereka kan sahabat-sahabat aku, apalagi mereka kepo nya luar biasa semua hal tentang aku mereka tau. Padahal ada diantara mereka yang udah nikah bahkan udah punya anak, tapi tingkat ke kepoan nya nggak ilang-ilang" jawab Reza sembari tertawa kemudian di ikuti oleh Nayla.
__ADS_1
"Kamu ini ada-ada aja, namanya juga sahabat pasti tingkat ke kepoan nya melebihi hatter's" ucap Nayla sembari tertawa.
Tidak terasa mereka pun sudah sampai di kampus, masih seperti biasa Reza turun dari mobil terlebih dahulu kemudian dia membukakan pintu mobil untuk Nayla, sudah seperti rutinitas yang harus selalu di lakukan Reza, padahal Nayla sering melarang nya melakukan hal tersebut.
Mereka pun berjalan beriringan, Nayla segera pergi ke kelas dan Reza masuk ke ruangan nya terlebih dahulu untuk mengambil absensi kelas.
**
"Pagi guys" sapa Nayla kepada kedua teman nya nya yaitu Ririn dan Dewi.
"Pagi kembali " ucap Ririn dan Dewi berbarengan. Mereka sudah ada di kelas sejak 15 menit yang lalu.
Nayla duduk di samping Dewi, tidak lama kemudian Reza pun datang. Mereka pun melakukan pembelajaran dengan hikmat.
Demikian dengan Reza, dia tidak beranjak dari tempat duduk nya kalau Nayla juga masih ada di sana. Nayla yang melihat Reza masih berada di sana dia merasa risih karena dari tadi Reza memandang Nayla dengan senyum manis nya.
Akhirnya Nayla mengajak kedua teman nya ke kantin, sesampai nya mereka di kantin mereka pun memesan makanan favorite mereka, Nayla memesan jus Jeruk di ikuti oleh kedua teman nya, dan memesan Soto khas Bandung menu favorite mereka bertiga.
Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang, mereka segera menyantap makanan tersebut mumpung masih hangat. Tidak lupa mereka tambahkan kecap saos dan juga sambal yang banyak, karena mereka bertiga memang hobi makan pedas.
"Ehh Nay, bener kabar tentang lo sama dosen ganteng itu??" tanya Ririn menghentikan aksi nya menyantap soto.
" Ehh iyaa bener nggak? Kalau kalian itu jadian??" timpal Dewi penasaran.
__ADS_1
Nayla yang sedang asik menikmati soto Bandung tersebut, kemudian dia menghentikan aksi nya.
"Kita enggak jadian, kenapa kalian bisa mikir kalok aku jadian sama dosen ganteng itu??" tanya Nayla balik.
"Lu tadi bilang apa Nay? Dosen ganteng. Acieee sekarang elu sadar juga kalau pak Reza emang ganteng" Ledek Ririn.
" Ehh enggak-enggak bukan gitu maksudku, nama nya cowok kan ganteng bukan cantik, iyaa itu maksud ku" jawab Nayla gugup sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Nayla jadi salah tingkah, kenapa dia merasa gugup? tohh emang bener Reza adalah seorang dosen yang ganteng. whehee
"Aelah Nay, jujur aja kali kita semua juga udah tau. Soalnya kita liat elu setiap hari berangkat pulang bareng sama dosen ganteng itu" sambung Dewi.
" Nahh iyaiya kita sering banget liat elu berangkat bareng pulang bareng, dan yang pebih unyu nyaa dosen itu bukain pintu buat Nayla, uhhh" ucap Ririn sembari tersenyum kemudian di angguki oleh Dewi.
"Ehh berangkat pulang bareng kan bukan berarti jadian kan?? Itu karena rumah ku sama rumah dia searah, iyaa searah" lagi-lagi Nayla menjawab dengan gugup.
Dewi dan Ririn menatap Nayla dengan tatapan penasaran.
"Ehh kenapa kalian menatap ku seperti gitu? aku kan jadi takut" ucap Nayla sembari mengernyitkan dahi nya.
Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))
__ADS_1