Terpaksa Berjodoh

Terpaksa Berjodoh
Eps.18 Bidadari Sedang Tersenyum


__ADS_3

"Kita enggak percaya, pasti kamu udah bohong sama kita kan" jawab Dewi dan Ririn serempak.


"Emm baiklah - baiklah aku akan mengaku, tapi ini rahasia kita bertiga yaa, jangan sampai ada yang tau lagi selain kita" memastikan kepada kedua teman nya.


Dewi dan Ririn mengangguk tanda mengerti, sembari menyatukan jempol tangan dan jari telunjuk membuat angka nol.


"Sebener nya gua sama Reza di jodohin" berbicara dengan suara pelan namun tetap terdengar oleh kedua teman nya.


Ririn dan Dewi kagett mendengar pernyataan dari Nayla, mereka berdua saling memandang dan memasang wajah kaget tidak menyangka apa yang di ucapkan oleh Nayla.


"Kita sama-sama di jodohin, tapi gue nggak mau tapi orang tua gue sama orang tua Reza maksa bangett" lanjut Nayla.


"Terus terus gimana? Lu suka sama dia?? " Tanya Ririn penasaran.


" Ya enggaklah, gua aja kesel banget sama tu orang, gua udah coba nolak tapi orang tua kita tetep bersikukuh supaya kita menerima perjodohan ini, emang nya gua anak kecil apa main di jodoh-jodohin" jawab Nayla.


" Aelahh kalau gua jadi elu, pasti gua terima perjodohan itu. Secara pak Reza kan ganteng, udah itu yaa Pinter sukses baik hati pagi" ucap Dewi dengan tersenyum sembari membayangkan muka Reza.


"Ehh iya bener kata lu dew, kalau gua jafi Nayla pasti gua terima dengan senang hati" timpal Ririn.


"Ehh apaan sihh kalian ini, orang gua nggak suka sama dia kok. Perasaan kan nggak bisa kita bohongin" Ucap Nayla .


" Aelahh Nay, cuman elo aja yang enggak suka sama Reza, semua cewek suka banget malahan sama dia, malah pada ngantri-ngantri. Kayak nya mata elo minus dehh Nay, apa perlu kita bawa elo ke dokter mata biar di periksa" ucap Dewi terkekeh.


Mereka pun tertawa bersama, mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi Reza mendengarkan ucapan mereka dan sekarang Reza berdiri tepat di belakang Nayla. Dia hanya tersenyum manis.

__ADS_1


Ririn dan Dewi hanya senggol-senggolan tangan, mereka sadar bahwa Reza pasti sudah mendengarkan percakapan mereka. Mereka nampak canggung, untung nya Reza tersenyum kepada kedua nya.


Untung saja Dewi dan Ririn berbicara yang baik-baik sedari tadi. Jadi mereka tidak akan khawatir jika mereka akan mendapat masalah.


"Nay, udah selesai makan nya??" tanya Reza mengagetkan Nayla. Nayla langung berbalik badan menghadap Reza.


"Ehh ngagetin aja, sejak kapan kamu di sini??" Tanya Nayla gugup.


"Sejak tadi, tapi belum lama sih masih sekitar 15 menitan" jawab Reza enteng kemudian dia duduk di kursi kosong sebelah Nayla.


"Haa udah 15 menitan, berarti dia denger dong ucapan ku tadi. Aish tapi nggak papa aku kan emang enggak suka sama dia" batin Nayla.


"Udah kan? " Tanya Reza membuyarkan lamunan Nayla.


" Ehh iya udah. Yaudah yuk, guys gue pulang duluan yaa , see u" berpamitan kepada kedua teman nya sembari cipika-cipiki.


Nayla dan Reza pun berjalan meninggalkan kantin, mereka berjalan ke parkiran sampai nya di parkiran seperti biasa Reza melakukan rutinitas nya untuk membukakan pintu mobil untuk Nayla.


Setelah mereka berdua memasuki mobil, Reza pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Kamu tadi denger percakapan kita?" Tanya Nayla memecah keheningan. Nayla melihat Reza dingin, muka nya merah seperti dia sedang kesal.


"Hmm" jawab Reza.


"Kamu denger semua nya? " Tanya Nayla kembali.

__ADS_1


" Hmm" Reza fokus mengemudi.


" Kamu marah aku tadi bilang gitu??" Tanya Nayla penasaran.


"Kenapa aku harus marah? Kita kan emang enggak ada perasaan apa-apa" jawab Reza berbohong.


"Ohhh" Nayla mengangguk. Entah kenapa hati Nayla merasa sakit mendengar ucapan Reza barusan, bahwa dia juga tidak suka terhadap Nayla.


Sama hal nya dengan Nayla, hati Reza begitu sakit dada nya terasa sesak ketika mendengar ucapan Nayla, bahwa dia benar-benar tidak menyukai Reza.


"Kita masih lama??" Tanya Nayla memecah ke heningan, Nayla sadar bahwa ucapan nya tadi telah menyakiti hati Reza.


"Sebentar lagi, kamu jangan khawatir sahab-sahabat ku baik kok, mereka ramah-ramah istri mereka juga demikian" ucap Reza.


"Ohh okee, tapi aku pasti malu banget" ucap Nayla.


"M**alu kenapa? " ucap Reza menoleh ke arah Nayla kemudian memalingkan pandangan nya ke arah depan kembali.


"Iyaa malu kan mereka semua sahabat-sahabat mu, pasti akan canggung" jawab Nayla.


" Sebentar lagi mereka juga akan menjadi sahabat-sahabat mu, kamu tenang aja mereka enggak gigit kok" ucap Reza sedikit tertawa kemudian di ikuti Nayla.


Reza melihat senyum Manis Nayla, dia speerti melihat bidadari sedang tersenyum ceria.


Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..

__ADS_1


Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))


__ADS_2