
Suasana hening seketika hanya ada suara pertarungan sendok garpu Dan piring. Mereka semua menikmati makanan dengan hikmat. Namun berbeda dengan Nayla Dan Reza, mereka masih berperang dalam pikiran mereka masing-masing.
Sesekali Reza melirik Nayla, namun Nayla hanya menunduk. Kemudian Rudi berbicara memecah keheningan di meja makan tersebut.
"Ehhem, ohh iyaa zaa om sampe lupa, kenalin ini Nayla anak om satu-satu nya, kalian udah pernah ketemu kan yaa? soalnya Nayla kan kuliah di kampus papa mu Dan kamu juga mengajar disana" ucap Rudi sembari menunjuk Nayla memperkenalkan.
Nayla hanya tersenyum kemudian mengangguk menandakan dia memberi hormat. Reza hanya mengangguk tanda mengerti Dan tersenyum tipis di bibir nya.
"Nay, anak om ganteng kan? " Tanya Hans kepada Nayla. Nayla hanya mengangguk Dan memberi senyum terpaksa.
"Wlekk ganteng dari Mana sihh, orang dingin gitu" batin Nayla dalam hati sambil menaikan sebelah alis nya.
"Ohh iyaa, za gimana menurutmu Nayla?" Tanya Hans kembali.
Reza yang mendengar pertanyaan dari papa nya hanya batuk Dan berdehem. Kemudian mereka semua melanjutkan makan nya. Tidak lama kemudian...
__ADS_1
"Jadi gini za, Nay kami semua berencana untuk menjodohkan kalian" belum selesai Hans berbicara, Nayla Dan Reza yang mendengar ucapan Hans mereka kaget Dan akhirnya tersedak, Nayla Dan Reza memasang wajah kaget kemudian menaikan satu alis nya. Yapp mereka kompak sekali bukan?
Kemudian sinta Dan Melly memberikan mereka segelas air untuk mereka minum.
"Hati-hati Sayang" ucap Melly Dan sinta serempak.
"Maksud om gimana yaa Nayla nggak ngerti??" Tanya Nayla penasaran.
"Iyaa jadi kami ber empat berniat untuk menjodohkan kalian berdua. Ini rencana kami dari dulu sewaktu kalian kecil bahkan Nayla masih dalam kandungan" ucap Hans menjelaskan.
" Kami sudah ber janji kepada diri kami masing-masing, Dan kami sudah sepakat untuk menjodohkan kalian. Kami tidak ingin ada penolakan!!" Timpal Rudi.
" Iyaa pa, om ini bukan jaman siti nurbaya lagi yang main jodoh-jodohan" timpal Reza mengulangi perkataan Nayla.
"Kami bilang kami tidak ingin ada penolakan! Kami bukan bertanya kepada kalian apakah kalian mau atau tidak. kami hanya memberitahu kalian bahwa kalian akan di jodohkan. Mau atau tidak kalian akan tetap kami jodohkan!!" ucap Hans penuh penekanan di akhir kalimat.
__ADS_1
"Maa" rengek Nayla ke mama nya berharap ada bantuan dari mama nya.
"Kami udah sepakat Sayang kalian akan kami jodohkan. Kamu itu udah ber umur udah saat nya kamu menikah. Nahh untuk saat ini kalian kan bisa berkenalan terlebih dahulu, ber adaptasi satu sama lain kalian bisa saling mengenal lebih dalam lagi" ucap sinta.
Nayla yang mendengar ucapan mama nya dia ingin membuka mulut nya untuk berbicara, namun belum sempat Nayla menyanggah kemudian Melly pun langsung bicara.
"Iyaa Sayang kalian bisa tahap pengenalan lebih dalam terlebih dulu. Lagian Nayla kuliah di kampus om Hans kan? Dan Reza juga mengajar disana. Jadi kesempatan kalian pengenalan lebih mudah lagi. Kalian akan sering ketemu dan bersama" ucap sinta sambil tersenyum bahagia.
"Zaa, kamu enggak mau ngecewain mama kan? mama mau yang jadi menantu mama Nayla. Lagian kakak kamu bentar lagi menikah jadi mama mau kamu juga secepat nya menyusul Raehan" ucap Sinta kepada Reza dengan muka memelas.
Reza Dan Nayla pun hanya terdiam, muka Nayla di tekuk lecek seperti pakaian belum digosok. Berbeda dengan Nayla, Reza mengangguki permohonan mama nya.
Reza adalah anak penurut yaa meskipun kadang-kadang dia membangkang. Reza tidak pernah mengecewakan kedua orang tua nya terlebih mama nya. Semua yang di inginkan Melly pasti Reza penuhi.
Sebenarnya Reza juga tidak suka dengan perjodohan ini. Namun demi membahagiakan kedua orang tua nya dia menyanggupi permintaan mereka.
__ADS_1
Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))