
"Nay kenapa telpon ku nggak diangkat?? Terus aku chatt nggak di bales?? Kamu kemana seharian ini nggak ngasih kabar ke aku??" ucap Reza sembari berjalan mengimbangi langkah Nayla.
Nayla menghentikan langkah nya. Kemudian memutar badan nya ke arah Reza.
"Kenapa sih rempong amat jadi orang" ucap Nayla singkat kemudian melanjutkan langkah nya.
Siapa yang rempong?? Apaa-apaan dia bukan nya menjawab pertanyaanku malah ngomongin aku rempong. Huftt..
"Ehhh ada Reza, tumben kamu kesini malem-malem, kamu kangen sama Nayla yaa, hayoo acieee" ucap Sinta tersenyum meledek.
" Ehh mama, hmm iyaa nihh Reza kangen sama Nayla" ucap Reza tersenyum penuh di bibir nya.
"Cihhh kangen" Nayla mlengos kemudian dia duduk di ruang keluarga, disana sudah ada kedua orang tua nya.
Reza pun hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla, kemudian dia ikut duduk disamping Nayla.
"Ohh iyaa maa, ini ada titipan dari mama katanya dress code buat pernikahan kak Raehan" sembari meletakkan paper bag di atas meja.
" Wihhh udah jadi yaa, bilangin sama mama mu yaa makasih gitu, kami suka bangett" ucap Sinta sembari mengambil paper bag yang ada di meja.
" Ohh iyaa zaa, besok acaranya jam 8 kan??" tanya Rudi.
" Iyaa paa, mama sama papa jangan sampai telat yaa" jawab Reza.
" Iyaa kami pasti datang tepat waktu, Raehan kan sudah kami anggap sebagai anak kami juga, sama seperti kamu jadi kami enggak mungkin terlambat" Sambung Rudi.
" Ehh iyaa besok kamu jemput Nayla atau gimana??" Tanya Sinta.
"Ehhh ehh enggak usah maa, Nayla besok berangkat sama mama papa aja" sergap Nayla.
" Nggak bisa sayang besok mama sama papa harus berangkat pagi, soalnya kami juga ada janji sama klaen papa" ujar Rudi.
" Nahh iyaa bener paa, untung papa ngingetin mama hampir lupa kalau besok pagi kita ada janji" timpal Sinta.
" Yahhh gimana sih paa maa, besok kan acaranya kak Raehan jam 8 kalau papa sama mama nemuin klaen dulu nanti telat lagi" ucap Nayla menerangkan.
" Tenang kami janji nggak akan telat, besok kita kan perginya pagi banget jadi kami pastikan kami nggak akan telat ke acara Raehan" ucap Rudi menjelaskan.
" Yaudahlah besok Nayla nggak usah pergi" ucap Nayla.
" Kenapa??" Tanya Rudi, Sinta dan Reza serempak dengan ekspresi kaget.
__ADS_1
"Its kompak bangett"
"Kenapa kamu nggak dateng Nay? Padahal kan besok pernikahan kak Raehan, masa' kamu nggak dateng sih?? " ucap Reza kecewa.
" Haha becanda Kali nggak usah di ambil hati" ucap Nayla sembari tertawa kecil.
" Kamu ini bikin aku jantungan aja, kirain beneran nggak dateng" ucap Reza lega sembari mengacak rambut Nayla yang tertata rapi.
"Ihhh apaan sihh zaa" ucap Nayla kesal sembari memukul lengan Reza.
Kedua orang tua Nayla hanya tertawa melihat tingkah Reza dan Nayla.
Waktu pun terus berjalan, saat nya Reza berpamitan untuk pulang Karena waktu telah menunjukan pukul 10 malam.
Nayla sedari tadi sudah masuk ke kamar nya, dia memilih untuk tidur lebih cepat ketimbang harus berlama-lama dengan Reza.
Meskipun Nayla terus menghindari Reza, namun tidak membuat Reza menyerah untuk mendapatkan hati Nayla.
**
Pagi ini mereka semua bersiap-siap untuk datang ke acara pernikahan Raehan. Mereka semua memakai dress code berwarna gold, untuk dress code keluarga khusus warna gold.
Dress code perempuan bersemi kebaya, sedangkan untuk dress code lelaki jas berwarna gold. Nayla memakai dress selutut, dipadukan dengan rambut yang di ikat kepang kesamping menambah ayu wanita itu.
Rudi dan Sinta sudah berangkat sedari pagi, sebenarnya mereka tidak sedang ada janji. Mereka terpaksa berbohong agar Nayla mau pergi bersama dengan Reza.
Ckck sungguh peka sekali orang tua Nayla. Wkwk..
Pukul 7 pagi Reza sudah berada di rumah Nayla, dia sengaja menjemput Nayla lebih awal karena dia tau bahwa pasti jalanan akan macet, yaa meskipun tidak semacet ibukota.
Karena jarak rumah Nayla dengan hotel tempat resepsi Raehan cukup jauh makanya Reza memilih untuk lebih awal menjemput nya.
Nayla berjalan menuruni tangga, terdapat Reza di lantai bawah sedang memperhatikan Nayla turun.
Reza melongo melihat penampilan Nayla yang sangat anggun dan berkelas, rupanya Nayla pintar memadupadankan penampilan nya.
Reza berdecak kagum, sunggu cantik wanita itu seperti bidadari yang baru turun dari kayangan. Hehhe..
Reza menatap dari atas sampai bawah, dia ticak bergeming sama sekali. Nayla heran melihat Reza yang tidak seperti biasa nya.
"Hehh kenapa kamu liatin aku kek gitu?? Awas matamu coplok" ucap Nayla menyadarkan Reza dengan lamunan nya.
__ADS_1
"Subhanallah kamu cantik banget Nay hari ini" ucap Reza kagum.
"Apaaa?? Maksud kamu aku cantik cuman hari ini aja? Kemarin-kemarin enggak?? " ucap Nayla bercak pinggang.
" Ehh ehh bukan gitu maksudku kamu cantin tiap hari, tapi kali ini kecantikanmu menjadi 3 Kali lipat" ucap Reza menenangkan Nayla yang kesal dengan ucapanya.
" Hmm sudah kudugaa, aku emang cantik dari lahir" ucap Nayla tersenyum bahagia dengan ucapanya.
"Cihhh pede sekali" ucap Reza lirih.
"Apa kamu bilang??!" Tanya Nayla dengan nada sedikit tinggi.
"A.. aku nggak bilang apa-apa kok, kamu salah denger kali. Yaudah kamu udah siap kan? Kita berangkat keburu acarnya mulai" ucap Reza kemudian melangkah diikuti oleh Nayla.
Mereka sampai ke hotel bintang 5 tempat Raehan menyelenggarakan akad dan Resepsi. Dekorasinya begitu mewah dan berkelas, membuat siapapun ingin bertukar peran dengan Raehan dan calon istrinya.
Tentu saja pernikahan Raehan mewah Dan berkelas, semua nya sudah Melly atur sedemikian rupa dia ingin pernikahan putra nya berkesan untuk keluarga dan tamu undangan.
Dia ingin pernikahan putra nya tidak dilupakan oleh orang-orang. Mereka rela menghabiskan uang beratus ratus juta untuk pernikahan anak-anak nya.
Karena bagi mereka pernikahan hanya satu Kali seumur hidup, maka dari itu mereka membuat pernikahan putra nya se-glamour ini.
Nayla menemui calon pengantin untuk mengucapkan selamat kepada kedua nya, kemudian di menemui kedua orang tua Reza untuk mengucapkan selamat juga.
Disana sudah terdapat kedua orang tua Nayla. Mereka terlihat bahagia sekali dengan pernikahan Raehan.
Para tamu undangan pun berdatangan, terlihat para kolega-kolega Hans datang. Terdapat juga sahabat-sahabat Reza disana.
Tidak berapa lama acara akad nikah pun di mulai semua hening mendengarkan Raehan membacakan kalimat ijab kobul.
Raehan mengucapkan ijab kobul dengan satu tarikan nafas.
"Sahh??" tanya penghulu.
"Sahhh" ucap para saksi dan tamu undangan.
Setelah acara akad selesai, tidak lupa mereka bersalaman dengan pengantin. Setelah itu dilanjutkan resepsi.
Yapp resepsi diadakan setelah akad nikah, mereka sengaja melanjutkan resepsi setelah akad karena bagi mereka akan terasa hikmat.
Acarapun berlangsung dengan hikmat dan meriah, para tamu undangan sangat menikmati makanan dan acara tersebut.
__ADS_1
***Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih***:'))