Terpaksa Berjodoh

Terpaksa Berjodoh
Eps. 21 Batalin Perjodohan??


__ADS_3

Reza melihat Nayla berjalan keluar komplek, dia menghentikan mobil nya kemudian turun dari Mobil lalu agak sedikit berlari mendekati Nayla.


Reza meraih tangan Nayla, Nayla sontak kaget dan menghentikan langkah nya kemudian melepaskan tangan Reza.


"Kamu apa-apaan sih?" Tanya Nayla kesal.


"Kamu kenapa Nay? Tiba-tiba pingin pulang apa kamu cemburu sama Ria??" Ucap Reza.


" Siapa juga yang cemburu! Udah aku bilang aku lupa kalau aku ada janji" jawab Nayla dengan nada jutek.


" Yaudah kalau gitu biar aku anter" ucap Reza.


" Nggak usah kamu lanjutin aja ngobrol sama mereka, aku bisa pulang sendiri!" Ucap Nayla sewot.


"Aku nggak akan biarin kamu pulang sendiri, kamu berangkat sama aku pulang juga harus sama aku" ucap Reza sembari menarik tangan Nayla, menyuruh Nayla masuk kedalam mobil.


Nayla pun terpaksa mengikuti kemauan Reza, dia masuk kedalam mobil. Reza pun masuk kedalam mobil, kemudian dia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil Nayla hanya terdiam, dia memalingkan wajah nya, dia mentap kejendela mobil.


"Kamu kenapa?" Tanya Reza.


"Gpp" jawab Nayla singkat.


"Kalau gpp nggak mungkin kamu diem gini" sambung nya kembali.


Nayla hanya mendengus.


" Kalau aku ada salah aku minta maaf yaa, aku enggak tau kamu kenapa tiba-tiba mau pulang" ucap Reza dengan nada lembut.


" Zaa" menarik napas kemudian membuang nya kasar.


"Sepertinya kita nggak bisa lanjutin perjodohan ini" sambung Nayla.


Mendengar ucapan Nayla sontak Reza kaget dan mengerem mendadak. Dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan kemudian mematikan mesin mobil nya.

__ADS_1


Dia menatap Nayla dengan tatapan penuh tanya, sembari memegang kedua tangan Nayla.


"Kenapa Nay?? Kenapa kamu mau batalin perjodohan kita?? Aku ada salah sama kamu?? Aku mintaa maaf Nay" ucap Reza dengan nada sedih.


" Aku rasa kita emang nggak cocok za" ucap Nayla.


" Nggak cocok gimana Nay? Aku enggak mau batalin perjodohan ini Nay, aku enggak mau ngecewain kedua orang tua kita, ku mohon Nay pikirin lagi " ucap Reza masih dengan muka sedih.


" Aku akan bilang sama mama sama papa untuk batalin perjodohan ini" ucap Nayla.


"Enggak pokok nya kamu enggak boleh batalin Nay" ucap Reza sembari memeluk Nayla.


" Aku mau pulang za" ucap Nayla melepaskan pelukan Reza.


Reza pun melajukan mobil nya dia menitikan air mata nya, entah kenapa hati nya sakit mendengar ucapan Nayla.


Mereka masih terdiam satu sama lain, ada butiran kristal bening di pelupuk mata Reza, yang sebentar lagi akan menetes.


Merekapun sampai dirumah Nayla, Reza hendak turun untuk membukakan pintu mobil Nayla, namun Nayla sudah terlebih dahulu turun kemudian dia berjalan cepat memasuki rumah.


"Ehh anak mama udah pulang" ucap Sinta.


"Ehh mama, ma Nay istirahat dulu yaa, bye ma pa" ucap Nayla melanjutkan langkah nya menuju ke kamar.


Melihat tingkah Nayla membuat pasangan suami istri itu bingung. Mereka saling menatap satu sama lain, tidak berapa lama Reza pun masuk ingin menghampiri Nayla ke kamar nya. Namun...


"Zaa, Nayla kenapa?? Kalian enggak berantem kan??" Tanya sinta penasaran.


Reza pun menghentikan langkahnya setelah mendengar ucapan calon mertuanya itu.


Reza melangkah mendekati pasangan suami istri tersebut kemudia dia duduk di depan kedua orang tua Nayla.


"Kamu kenapa zaa, muka kamu pucet banget, kamu nggak apa-apa kan??" Ucap Rudi.


Reza menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


" Ma, pa, tolong Reza, Reza nggak mau perjodohan ini di batalkan" ucap Reza memohon.


"Emang siapa yang mau batalin za? Kita kan enggak batalin perjodohan kalian" ucap Rudi bingung dengan ucapan Reza.


" Iyaa kenapa sih, kamu tenang aja sayang kami enggak akan batalin perjodohan kalian" timpal Sinta.


" Nayla ma,pa, Nayla mau batalin perjodohan ini, tapi Reza nggak mau" ucap Reza menunduk.


" Haaa kenapa Nayla mau batalin perjodohan ini apa kalian berantem" tanya Sinta penasaran kemudian di angguki oleh suami nya.


" Aku juga enggak tau ma, tiba-tiba Nayla bilang mau batalin perjodohan ini" ucap Reza.


"Biar papa yang ngomong sama Nayla" ucap Rudi berdiri hendak menghampiri Nayla kemudian di cegah Sinta.


"Jangan paa, biar Reza dulu aja yang selesain masalah nya, kalau enggak berhasil baru kita turun tangan" ucap Sinta.


Rudi pun mengangguk, Reza menghembuskan napas nya berat.


" Yaudah sana kamu samperin Nayla, kita tunggu kabar baik nya" ucap Sinta.


Reza pun mengangguk, kemudian dia berdiri lalu melangkah menuju kamar Nayla.


Nayla masuk kedalam kamar kemudian dia mengunci pintu. Dia melemparkan tas nya sembarangan lalu melepaskan hills nya dengan kasar.


Dia merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


"Bisa-bisa nya Reza bersikap Manis kepada Ria di hadapan ku. Apa dia masih ada rasa sama Ria?? Arghhh" mengacak rambut nya frustasi.


" Ngapain juga kamu mikirin dia Nay, nggak nggak aku nggak mungkin cemburu kan??" tanya Nayla pada diri nya sendiri.


Reza membuka pintu kamar Nayla, namun terkunci. Kemudian dia mengetuk- ngetuk pintu kamar.


Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..


Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))

__ADS_1


__ADS_2