
Setelah selesai dengan pekerjaanya kemudian Reza memutuskan kembali ke rumahnya. Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...
"Mau kemana dia, siapa tadi yang menelpon dia? apa iyaa itu pacar nya,? arghh Reza kamu kenapa, kenapa mikirin cewek itu sih?" mengusap wajahnya frustasi.
Sesampainya di rumah Reza langsung bergegas menuju kamar, Namun...
"Ehh zaa kamu udah pulang? sini dulu Sayang mama sama Papa mau bicara" ucap mama.
"Ehh iyaa ma, eza Kira mama sama papa belum pulang" melangkah ke tempat orang tua nya berada.
" Nanti malem kamu ada acara nggak" Tanya papa kemudian Reza menggeleng
" Nahh pas kalau gitu, nanti malam kita kerumah sahabat papa untuk makan malam di rumahnya, udah sana kita cuman mau bilang itu aja, kamu siap-siap yaa " lanjut Hans.
Reza hanya menjawab " Hmm" kemudian dia kembali melangkah ke kamar nya.
**
__ADS_1
Hans Dan Melly mereka sudah ada di ruang keluarga tinggal menunggu Reza, setelah Reza datang kemudian mereka langsung bergegas untuk pergi. Reza duduk di belakang kemudi, Hans Dan Melly duduk di kursi penumpang. Malam ini Raehan tidak ikut bersama mereka, Karena Raehan pergi ke luar kota untuk mengerjakan proyek di sana.
"Zaa kamu ingat om Rudi" Tanya Hans kepada Reza.
"Om Rudi? Yang Mana itu pa? sepertinya Reza pernah bertemu?? " Tanya Reza penasaran.
" Itu sahabat papa yang Papa ceritain ke kamu itu, sahabat papa kuliah. kamu kan udah beberapa Kali ketemu sama dia" Hans.
Reza hanya mengangguk tanda mengerti, setelah menempuh waktu kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka sampai ke tujuan. Kemudian mereka turu dari Mobil, Reza takjub dengan rumah sahabat papa nya. pasal nya rumah Rudi lebih mewah dari rumah Hans.
Sesampainya di teras rumah, mereka langsung di sambut oleh Sinta Dan Rudi.
" Terimakasih sahabatku" balas Hans.
Mereka pun masuk kedalam rumah. Mereka langsung duduk di ruang makan.
"Maaf yaa rumah kami kecil, Dan makanan nya seadanya" Sinta sembari mengulurkan senyum.
__ADS_1
"Kamu ini bisa ajaa, rumah sebesar ini dibilang kecil , makanan mewah seperti ini di bilang seadanya. sinta sinta kamu nggak berubah yaa tetep aja merendah" Ucap Melly seraya mengulum senyum nya.
Mereka pun berbincang bincang sambil menunggu Nayla keluar. Mereka banyak cerita tentang masa lalu mereka, Reza yang disitu paling muda dia hanya mengangguk Dan mengulum senyum kepada mereka semua.
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba sesorang datang. Yappp Nayla, Nayla Agustin Prahata Lubis..
"Kamu mau kemana Nayla" terdengar suara sinta memanggil Nayla. Reza yang sedari tadi mendengarkan cerita dua sahabat itu kemudian dia menoleh ke arah wanita itu.
"Nayla, ngapain dia disini?" gumam Reza dalam hati.
Kemudian Nayla mendekat ke meja makan sambil menyalami Hans Dan Melly.
"Haa ngapain dia ke sini?" gumam Nayla dalam hati.
Nayla Dan Reza diam tidak bergeming sedikit pun, mereka hanya perang dalam pikiran mereka masing-masing. Nayla duduk berhadapan dengan Reza. Para orang tua yang melihat Nayla Dan Reza mereka hanya senyum..
Haiii kak, ini karya pertamaku maaf yaa kalau tulisanya acak-acakan. semoga kalian senang membacanya..
__ADS_1
Jangan lupa like Dan Komen yaa supaya aku lebihh semangat untuk menghayalnya. hehhe untuk nulis maksudnya. Terimakasih:'))