
"Dimana pengantin wanita? Apa udah selesai??" tanya Reza kepada MUA yang berada di dalam kamar.
"Ohh iyaa pak udah selesai, sekarang masih memakai gaun. Sebaiknya bapak tunggu sebentar, sebentar lagi pengantin wanita nya keluar" ucap salah satu MUA yang berada di ruang make up.
" Baiklah saya tunggu disini aja"
Tak lama kemudian Nayla selesai dengan gaun nya, dia keluar dari kamar ganti. Nayla nampak sangat cantik dan anggun tidak lupa kesan galmor pun berada pada diri nya.
Reza yang tadi nya memainkan hand phone nya, seketika dia menghentikan jari nya dan melihat ke arah Nayla.
"Masya Allah sungguh cantik" ucap Reza dengan sangat kagum, dia tidak berkedip sekalipun, dengan susah payah menelan salivanya.
"Dari dulu kali" ucap Nayla sinis.
"Kamu cantik banget Nay, mama enggak salah pilih buat jodohku, hahha"
"Hmm iyaa mama mu enggak salah pilih buat jodohmu, tapi mama ku salah pilih buat jodohku" ucap Nayla sedikit sewot sembari berjalan ke arah meja rias.
Reza hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla, pasalnya Reza sadar Nayla belum sepenuhnya menerima perjodohan bahkan pernikahan ini.
Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar tersebut. WO memberitahu kepada mereka bahwa acara ijab kobul akan segera di mulai.
Reza terlebih dahulu keluar dan duduk di depan penghulu. Sedangkan Nayla menyusul dengan di bantu WO dan MUA, kemudian dia duduk disebelah Reza.
Para kerabat dan tamu undangan tidak berhenti berkedip melihat Nayla yang memasuki ruang akad.
Nayla terlihat sangat cantik, bukan hanya tamu undangan, sahabat-sahabat Reza pun tidak henti-hentinya menatap Nayla dengan penuh rasa kagum.
"Saya terima nikah dan kawin nya Nayla Agustin Raharta Lubis binti Rudi Adijaya Raharta dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 3 kilo di bayar tunai"
" Bagaimana para saksi?? Sah??" tanya penghulu.
" Sah " ucap semua orang yang ada disana.
" Alhamdulillah hirrobil alamin" ucap semua orang.
Reza memasangkan cincin kawin ke jari Nayla, begitu juga sebalik nya. Setelah itu Nayla mencium tangan Reza, Dan Reza mengecup kening Nayla.
Semua orang yang berada disana nampak bahagia. Setelah itu mereka berdua menyalami kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Tidak lupa para tamu undangan menyalami kedua mempelai untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka.
"Akhirnyaa sahabat gua udah mengakhiri masa kejombloan nya, selamat yaa bro" ucap Mike dengan memeluk Reza.
" Akhirnya kaum jomblo didunia ini sudah berkurang haha" cletuk Fahri kemudian di sahuti oleh sahabat-sahabat nya.
"Kampret lo pada" umpat Reza.
Setelah acara akad selesai kemudian di lanjut acara resepsi. Acara resepsi diselenggarakam sampai malam, banyak tamu undangan yang berdatangan, tidak berbeda dengan pernikahan Raehan, pernikahan mereka pun di hadiri oleh kolega-kolega bisnis orang tua mereka.
Terdapat juga rekan dosen Reza, dan beberapa mahasiswa Reza yang juga teman Nayla. Mereka semua nampak menikmati acara resepsi tersebut.
Rudi, Sinta, Hans dan Melly dan keluarga besar mereka nampak bahagia dengan pernikahan Reza dan Nayla, begitu juga dengan Reza.
Di lubuk hati terkecil Nayla juga merasa bahagia, namun dia juga belum sepenuh nya menerima pernikahan mereka. Sesekali Nayla menyunggingkan senyum nya.
Acara resepsi pun selesai, mereka nampak kelelahan.
"Ini Zaa I'd card kamar hotel kalian, malam ini kalian minep di sini aja. Kami mau pulang ke rumah kami" ucap Hans sembari memberikan I'd card kepada Reza.
Reza pun mengambil I'd card yang diberikan papa nya.
" Maa apa-apan si" seketika pipi Nayla merah merona. Merekapun berpamitan, setelah keluarga nya pulang Nayla dan Reza memasuki kamar hotel mereka.
Nayla berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah terasa lengket.
Nayla berendam di dalam bathup untuk merilekskan badanya tak terasa sudah satu jam dia berendam
Sial kenapa gua sampe lupa bawa handuk si. Gumam Nayla.
Reza yang sedari tadi menunggu Nayla diluar, dia merasa khawatir karena sudah 1 jam Nayla tidak juga keluar dari dalam kamar mandi.
tok. tokk.. tokk..
"Nayy apa kamu masih hidup? Apa kamu masih bernafas Nay.? "
"Iyalah lu pikir gua mati apa" ucap Nayla sewot.
" Kenapa kamu lama banget, dari tadi nggak keluar-keluar aku kira kamu pingsan" ucap Reza.
__ADS_1
" Hmm Zaa aku lupa bawa handuk, bisa nggak kamu ambilin handukku"
" Ya ampun aku kira kenapa, yaudah iya aku ambilin" Reza berjalan mengambil handuk kemudian berjalan ke kamar Mandi.
" Nay ini aku udah ambilin handuk mu"
Nayla membuka sedikit pintu kamar mandi.
"Mana Za" Nayla mengambil handuk di tangan Nayla, namun Reza mendorong pintu tersebut.
"Aduhh Zaa enggak usah becanda aku udah kedinginan ni"
" Kenapa si kita kan udah halal"
"Cepet nggak usah mikir yang aneh-aneh" cletuk Nayla.
"Huftt" dengus Reza.
Marhaban Yaa Ramadhan, mohon maaf yaa kak jika cerita nya agak susah dimengerti🙏
Stay at home, tetap jaga kesehatan!!
SEDIKIT BERBAGI PENGETAHUAN YAA KAK!
▁▂▄▅▆🥫QUOTE CINTA RAMADHANᶜʰᵃ🥫▆▅▄▂▁
🔖Orang Bodoh vs Orang Pandai
*kisah Ali bin Abi Thalib dan Kisah Orang Paling bodoh dan Paling Pandai*
Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Amir bin Marwi:
“Siapakah orang yang paling bodoh?”
“Orang yang merasa paling pandai” jawab Amir.
“Anda benar!” kata Ali, “Lalu siapakah orang yang paling pandai?”
“Orang yang tidak melebihi diam dalam memberikan hukuman kepada orang bodoh!” jawab Amir.
__ADS_1
🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)