Terpaksa Cinta Om-om

Terpaksa Cinta Om-om
BAB 13


__ADS_3

"Dari mana datangnya air mata ini?" Tanya Deandra pelan.


Segera dia mengusap air matanya. air mata itu mengganggu penglihatannya.


"Raka jelek. Raka kurang ajar. Raka jahat. penjahaaat."


Diandra mengutuk Raka sepanjang jalan menuju kantin. Saat kakinya sampai di sana, terlihat teman-teman sudah terlebih dahulu menikmati menu makan siang. Deandra?


"Deandra, kamu kenapa? kamu nangis?" tanya Marsha.


gadis berpipi cabi itu duduk di depan Marsha dan Cila. Deandra menandaskan jus jeruk Marsha. tak puas dengan itu ia pun menghabiskan soto ayam milik Cila.


"Duh, Deandra itu kan soto ayamku. main embat aja sih. aku kan juga laper."


Mata Cila makin simetris pupilnya. makin juling makin cantik. Bener.


"De, de itu kan minuman aku."


"Sana pesan lagi ntar aku yang traktir."


Deandra makin panas. peniti jilbab di leher ia renggangkan.


"De, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Cila.


"Soto ayamnya lagi bang 2 porsi." Pinta Deandra sambil menelan kunyahan soto yang terakhir.


"De, kamu masih waras kan?" tanya Marsha khawatir.


"Iya, aku lagi pengen makan. Makan besar."


"Kamu lagi marah? De, udah makannya. dua mangkuk soto lagi emang kuat?"


"Masih kuat."


Abang kantin menaruh dua mangkok soto dan minuman tiga jus jeruk di depan mereka.


"ini yang satu buat aku."


Cila mengambil bagiannya. Deandra menggeser segelas jus jeruk ke depan Marsha.


"Yang ini buat siapa De?"


Marsha menunjuk-nunjuk dua gelas jus jeruk.


"Buat aku lah."


kedua sahabatnya menggelengkan kepala.


"tobat tobat."


Cila mengelus dada. Marsha mengelus punggung sahabatnya.


"Deandra, cerita dong kamu kenapa?"

__ADS_1


Deandra masih fokus dengan semangkuk soto dan 2 gelas jus jeruk.


***


Di rumah mewah nan megah. Hans bersiap pergi ke kantor. Wanita cantik tapi agak gemuk itu melayani suami tercinta dengan penuh sukacita. Di meja makan, dia menyediakan menu sarapan kesukaan suaminya. semangkok opor ayam, nasi putih mengepul, abon sapi berjajar rapi. tak lupa susu murni yang di pesan dari tetangga sebelah.


"Diminum dulu ya pa, susunya!"


"Bisa tambah gula sedikit Ma?"


Bu Hans mencampurkan satu sendok kecil gula pasir ke dalam gelas susu murni. jemarinya cekatan mengaduk susu murni di hadapan. Selain aroma kasih sayang, Bu Hans melayangkan sebuah doa. Doa apa yang dia panjatkan?


sayang semoga kamu selalu ingat Mama. ingat susu murni ini ya pa! susu murni Bu Arumi. Eh?! makin manis dan harmonis cinta kita. Seperti susu ini.


Bu Hans menuruti nasihat orang pintar. Katanya, dia harus membeli susu murni milik tetangga sebelahnya. Alhamdulillah ada yang jualan Bu Arumi namanya. Sapinya benar-benar montok. Susu segar selalu diperah tiap hari. Susu segar Arumi memang menjadi primadona. Anda mau juga?


Hans mulai usil, pikirannya mengukir wajah gadis seksi. Siapa dia? Tak lain dan tak bukan dialah Amanda. Setelah berbulan-bulan Deandra kabur dari rumah Mami. Kini, Hans sudah dapat pengganti. Lebih seksi dan menggoda lagi. Umur mereka hampir sama. Tapi cukuplah untuk menepis kemarahan Hans yang telah memuncak dulu. Selamat ya Mami. Kamu selamat kali ini.


Amanda, sayangku kamu dimana? Mana hape disita sementara lagi. Aha?


Hans teringat mencatat nomer hp Amanda di buku agenda kantor. Buku agenda abu yang dia taruh di laci meja kerja ruangan direkturnya.


"Ma, Papa berangkat dulu ya."


"Eits, minum dulu susunya pa?"


"Nggak ah ma, papa buru-buru."


"Papaa."


"Iya Ma."


Hans memilih menuruti wanita yang dipanggil istri itu. Daripada panjang urusannya mending menurut saja. cakep. Misi tetep jalan dong ya!


Alis Hans naik turun. Benar, dia tak suka aroma susu. terlalu wangi sih. Dia menutup hidung untuk meneguk gelas berisi susu itu.


"Habiskan pa."


"Udah kenyang Ma."


"Ayook."


Bu Hans menyorongkan gelas kaca kaca itu ke mulut Hans. hampir saja dia menepisnya tapi dadak dia ingat akan misi yang akan dia jalankan. Amanda. Iya Amanda gadis cantik dan seksi itu.


Hans memeluk wanita yang ada di hadapannya. Erat. Erat sekali. Dia pun mendaratkan kecupan mesra di kening istrinya.


"Papa malu ih dilihat orang."


"Ini kan rumah kita. lagian gak ada orang."


Adegan dewasa 17+ terjadi terpaksa saya sensor maaf ya pembaca.


"Apa yang kamu lihat?" Tanya Hans pada supir barunya.

__ADS_1


"Maaf Pak saya nggak lihat apa-apa." Ucap pemuda itu yang tak sengaja melihat mereka bermesraan.


Amanda kamu membuatku tergila-gila. sabar sayang kita akan segera bertemu. saat kejadian itu kamu pergi ke mana?


Di rumah besar Mami. Amanda sedang menertawakan pria kencannya. Dia semakin dia semakin bersemangat untuk melakukan aksi gila selanjutnya. Amanda adalah seorang gadis yang ditolong mami saat dia mau bunuh diri. Dia adalah korban kejahatan kekasihnya. Gara-gara kalah judi online. Amanda dijadikan tameng. Menjadi 'barang taruhan'.


"Om Hans. Om Hans. mau aja sih aku mainin. sumpah ini seru. Jadi lebih bersemangat untuk bikin dia ..."


"Amanda... Amanda. Dicari Om Hans nih." Teriak Mami, ibu tiri Deandra.


"iya bentar mi."


Amanda menuruni tangga dengan memakai blus biru model bahu terbuka lengan panjanh dan hot pants.


Saliva Hans naik turun. Dia terkesima dengan pesona Amanda. rambut ikal panjang tergerai sepinggang.


"Cantik sekali kamu sayang."


Mata Hans menguliti tubuh Amanda dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Gak salah kalo aku memilihmu sayang. Kamu luar biasa."


Aroma parfum lili kian menyengat Indra penciuman Hans. Hans semakin tergoda melihat gadis di hadapannya. Virus cinta Amanda mulai menyebar. Awas hati-hati Om.


"Beib, kamu kok ninggalin aku sendiri sih. tega."


Rajuk Amanda manja. Amanda membuka percakapan dengan wajah pura-pura.


"maafin aku ya sayang saat itu kondisi sedang tidak mengenakkan. aku harus pulang."


"Iih jahat."


Amanda bersilang dada. Dia membuang muka membelakangi Pria om-om di sampingnya. Om Hans masih memakai baju berdasi saat mampir ke rumah Mami. Waktu makan siang dia sempatkan singgah di rumah kekasihnya. Supir pribadi, dia berhentikan untuk makan di restoran mahal. Bahaya kalo dia ikutan bukan?


"Sayang."


Amanda masih terdiam. Sengaja untuk menarik simpatinya.


"Sayang. Besok ku ajak kamu Jepang ya. aku ada meeting sama klien. Nanti kamu nemeni aku. Kita shopping, jalan-jalan dan honeymoon."


"Emang kita udah nikah kok honeymoon." Jurus Amanda melesat tepat di ulu hati.


"Sayang. Kita nikah siri aja besok pagi gimana?"


"Nikah siri? Enggak."


"Sayang aku gak mungkin ninggalin istriku."


"Kenapa?"


"Karena dia adalah ibu dari anak-anakku. Dia juga yang menemani karir aku saat masih nol."


Baik juga ternyata Om Hans. tidak, tidak aku tidak boleh simpati dia harus hancur. Setiap lelaki yang suka denganku dia harus hancur.

__ADS_1


to be continued.


hai hai jangan lupa dukung author dengan cara tinggalkan like, coment, rate n vote ya gaes. makasih.


__ADS_2