Terpaksa Cinta Om-om

Terpaksa Cinta Om-om
Bab 19 Birthday Gifts


__ADS_3

Restoran itu terlihat megah dengan area parkir yang sangat luas. Mereka memilih duduk di kursi dengan meja bundar bercover putih di ujung. Arloji perak Bayu menunjuk angka 10. Bayu menarikkan kursi untuk gadis berpipi chubby. Gadis itu pun mendudukinya. Pemuda itu duduk berseberangan terpisah oleh tisu dan vas bening berisi sekuntum bunga mawar merah.


Deandra mengedarkan pandangan pada beberapa ornamen restoran yang dia tempati sekarang. Terlihat lukisan abstrak nan indah yang memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Di depan meja mereka, ada tamu yang sudah menikmati hidangan yang terlihat menggoda. Kebanyakan dari mereka, memakai barang-barang berkelas dan glamor. Dia pun melihat kondisi dirinya tepatnya pakaian yang dia pakai.


"Bayu Aku sudah lapar. tapi ...'


"tapi apa."


"Kau tak bilang tadi bawa aku ke tempat seperti ini. lihat diriku Bayu?"


Gadis itu menunjuk setelan baju yang dia kenakan. Dia hanya memakai kaos biru panjang polos dengan rok piskid sangat sederhana. Tak lupa mengenakan hijab pashmina biru bermotif bunga. Iya semenjak belajar di pesantren, Deandra sekarang lebih sering memakai baju panjang. Berbeda sekali dengan yang dulu. Semua serba terbuka. Dia lebih suka memakai rok mini atau hotpants. minimal celana di atas lutut.


"Sejak kapan kau peduli dengan penampilanmu?"


"Kau mau mempermalukan aku ya?"


Mata Diandra menyipit tapi dia tidak menyesal dengan ucapannya. Mereka sudah seperti kopi dan gula. kemana-mana selalu bersama. tapi itu dulu. sekarang mereka hidup di tempat berbeda.


"Deandra, Deandra kamu itu lucu."


"Apanya yang lucu? emang aku badut apa?"


"Kamu mau pesan apa?" tanya Bayu.


"Ehm. Terserah kamu aja deh."


"Saya mau steak saus keju."


"Aku gak suka keju. Original steak aja."


"Minumnya?"


"Hot lemon aja. Sepertinya aku harus mengurangi berat badanku. Ya, makan daging tambah daging dong."


"Sesekali gak apa-apa."


"Sebentar ya, saya ijin ke toilet dulu."


"Jangan lama-lama."


"Iya."


Bayu berlalu meninggalkan Deandra sendiri. Saat dia mau memutar kepala ke samping. Tetiba ada benda yang terjatuh di kaki meja mereka. Selembar kertas kecil berwarna merah. semacam kartu ucapan.


...Selamat Ulang Tahun Deandra yang ke-19. Gadis berpipi Chubby, Semoga panjang umur dan sehat selalu. di usiamu yang bertambah satu tahun ini semoga kamu semakin dewasa. Menjalani hari lebih bahagia dan penuh cinta. cerobohnya dikurangin ya! lebih berhati-hati dalam bersikap, berucap...


...dan bertindak. Semoga tercapai cita-citamu....


...----Bayu...


Membaca kartu ucapan merah, mata sipit itu berkaca-kaca. pertahanan mulai jebol. mengalirlah air mata itu ke pipi. Setelah kepergian papa dan mamanya tak ada seorang pun yang mengingat hari kelahirannya bahkan dia sendiri mulai lupa.

__ADS_1


Terima kasih Bayu. kau seperti malaikat kecil penolongku. batin Deandra.


terlihat sosok wajah dengan senyum menawan yang berjalan menuju meja Diandra.


video duduk ayo duduk Bayu duduk di depan Diandra di depan Diandra Diandra segera mengusap air matanya.


"hei kenapa hei kau kenapa? Matamu sembab."


"Enggak. Aku enggak apa-apa. Hanya kelilipan."


"Sini aku bantu mana yang sakit?"


tubuh Bayu mendekat tapi segera ditepis oleh Deandra.


"Enggak. Aku gak pa--pa."


"Beneran?"


Bayu kembali duduk ke kursinya. tak lama setelah itu seorang waitress membawa menu makanan yang telah mereka pesan. steak saus keju dan original steak tersaji di hadapan mereka. hot lemon dan secangkir kopi moccacino membuntuti kedua hidangan tadi. satu lagi sebuah kue tart bertopping remahan coklat mendarat di hadapan mereka.


"Happy birthday Deandra." Ucap Bayu dengan senyumnya yang menawan.


Lagi-lagi cairan bening di sudut mata berulah. Segera jemari Deandra mengusapnya.


duuh airmata, jangan keluar sekarang dong!


Deandra mengipas-ngipas bawah kantung mata. Berharap aliran matanya kembali ke dalam atau mungkin tak jadi keluar.


"Terima kasih Bayu. Kau sudah banyak membantuku. kau memang sahabatku yang paling baik."


"Hadiah yang lain menunggumu di pesantren."


"Ohya? Jadi penasaran. Kamu sengaja ya bikin aku penasaran."


"Makan dulu yuk, nanti keburu dingin." pinta Bayu sambil memegang telinga cangkir putih.


Bayu teringat sebuah kartu ucapan merah yang diselipkan di saku kanan celana. Jemarinya sibuk menyusup ke beberapa sisi


"kau mencari sesuatu?" tanya Diandra sambil menikmati steaknya.


"Ehm. Enggak..."


"ah masyak? Ehmm kamu nyari ini ya?"


Gadis berpipi chubby itu mengeluarkan sebuah kartu ucapan merah dari kantung kaosnya.


Duuh Bay, Bay .... kok bisa sih ada di tangan dia. Harusnya tadi kan gak usah. Mau dikemanain nih wajah. Lagian kenapa juga mesti gugup segala sih. Wah, udah gak beres nih ...


Wajah Bayu makin memucat dan memerah seperti buah stroberi yang disiram saus leci. Suara gemuruh di dadanya semakin tidak karuan. Segera dia meneguk moccacino untuk meredakan ketegangan.


***

__ADS_1


Bayu mengantar Deandra pulang ke pesantren.


"makasih ya bayu!"


"Iya sama-sama."


Bayu mengambil tas ransel merah dari tangan gadis itu. mengantarnya masuk sampai ke dalam. Deandra disambut oleh teman-teman sekamarnya. kecuali seorang teman yang bermata juling.


"Deandra, kamu udah baikan, kan?" Marsha memeluk tubuh gadis itu erat."


"Iya, kami rindu." Rosi ikut memeluknya.


"aww. gak bisa napas ini." seru Deandra.


"Kenalin, ini Kak Bayu. Kak Bayu ini Rosi dan Marsha temen Sholeha akuuuh."


"Hai Kak Bayu." sapa kedua gadis itu bersamaan.


"Hai Rosi, hai Marsha."


Marsha tak berani melihat senyum dan wajah cowok di depannya. Sedangkan Rosi, dia terdiam, terbengong hingga tak mampu berkedip. Astagfirullah. Bangun Rosi! Apa iya senyum Kak Bayu begitu menggoda?


"Assalamu'alaikum," pamit Bayu


"Wa--- Alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab mereka kompak.


***


"Di mana kamu sekarang Amanda, Aku ada tugas untukmu?"


Mami?


Sebuah pesan notifikasi wa masuk ponsel Amanda. Dia menekan tombol hijau dan menelepon balik.


"Ada apa Mi?"


"Kau kemana saja?"


"Aku sekarang kerja di kantor Samudra group. Dan tidur di apartemen. Om Hans menyiapkannya untukku."


"Aku ada tugas untukmu."


Gadis itu mengangguk pelan. Dia mendengarkan semua apa yang diperintahkan Mami dengan seksama. senyum menyeringai keluar dari mulutnya. jemari lentiknya membolak-balik berkas yang masih menumpuk di meja kerja.


Amanda menjadi sekretaris Bayu atas rekomendasi Hans. Pria opa itu adalah kolega bisnis papanya Bayu. Atas permintaan wanitanya, siapa yang mampu menolak? Amanda sendiri yang memilih tempat untuk pekerjaannya sekarang. Samudra group adalah perusahaan nasional ternama di Indonesia.


Aku sudah melakukan apa yang harus kulakukan. Sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan aksi drama yang menggemaskan. Batin Amanda.


Sebuah pesan diluncurkan ke beberapa kontak telepon. dia mengirim gambar seseorang dan beberapa foto.


"Bos baruku ini pasti tahu di mana Deandra berada." batinnya lagi sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Informan Amanda bekerja sangat cekatan dan rapi. Dia menyuruh informannya melakukan pencarian Deandra sepekan sebelum mami memberikan tugas.


"Bos, saya sudah dapat kabar tentang Deandra. Terakhir saya lihat dia di sebuah klinik di Surabaya." Ucap seorang lelaki disambungan telepon Amanda.q


__ADS_2