
Kini Senja sudah terbaring di kamar yang biasa gunakan, setelah di periksa tadi, Senja terkena Demam tinggi yang mengharuskan Senja mendapatkan perawatan khusus.
"Senja bisa saya jaga, anda bisa kembali." Ucap Ibu Ayu sembari menatap orang di hadapannya dengan tajam.
"Tidak, saya akan menjaga Senja hingga sembuh. Jadi biarkan saya menginap malam ini disini, saya mohon!." Ucap nya yang tak lain adalah Dapa.
Sebenarnya, Dapa tidak pergi setelah Senja pergi. Ia mengikuti Senja memastikan keadaannya baik-baik saja, tetapi ternyata salah! Senja tidak baik-baik saja. Ia sakit hingga terkulai lemas karena tenaganya yang sudah habis.
"Saya bisa sendiri, anda tidak perlu repot-repot! Lagi pula Senja meminta anda untuk pergi." Ucap Ibu Ayu yang tersirat rasa marah di dalam dirinya, mungkin karena mendengar cerita Senja tentang kehidupannya.
"Saya mohon, Bu! Biarkan saya menjaga dan merawatnya." Ucap Dapa sembari menatap Ibu Ayu lekat. Ibu Ayu menghela nafasnya pelan, "baiklah! Saya akan mengizinkannya." Ucap Ibu Ayu yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Dapa dengan raut wajah yang tak bersahabat.
Setelah kepergian Ibu Ayu, Dapa mendekati ranjang yang kini Senja sedang terbaring lemah di sana. Baju yang basah kini telah berganti, Senja sedang di kompres supaya demam yang di deritanya segera menurun.
"Cepatlah sembuh! Saya tidak ingin melihat kamu sakit." Bisik Dapa tepat di telinga Senja yang kini sudah tertidur karena efek obat yang di berikan Dokter pribadi Dapa.
'Mengapa saya bisa sepeduli ini dengan Senja? Apakah rasa cinta itu sudah muncul di dalam diri saya? Dan dendam serta benci yang ada di dalam hati saya menghilang?.' Batin Dapa sembari menatap lekat wajah Senja yang tertidur pulas.
TING!
Sebuah pesan masuk di ponsel Dapa, segera sang empu membukanya yang ternyata dari orang yang ia suruh untuk mencari keberadaan pesuruh yang menjadi BG untuk Anjani dan Senja saat kejadian menyedihkan itu terjadi.
__ADS_1
"Malam, Bos. Mereka sudah di temukan, saya sudah mengamankan mereka di markas biasa."-X
Dapa tersenyum tipis, sebentar lagi kebenaran itu akan terungkap. Ia tidak sabar untuk mendengar penjelasan dari para pesuruh yang menjaga Senja dan Anjani. "Jaga mereka! Jangan biarkan kabur, besok saya akan kesana." Itulah balasan Dapa kepada orang pesuruhnya.
Kini Dapa berbalik menatap Senja, gadis yang mampu membuat dirinya bingung dengan pilihan yang harus ia tentukan. Dapa dengan halus mengusap pucuk Senja pelan, rasa kehilangan di dalam diri Dapa kini semakin besar.
CUP!
Dapa mengecup kening Senja lama, dalam hatinya ia masih menganggap Senja adalah seorang anak angkatnya. Dapa sebenarnya tidak pernah menyangka jika Senja adalah dalang dari semuanya, ia tidak terima sesaat mendengar kenyataan nya.
"Ada sedikit rasa cinta yang saya rasakan di dalam diri saya. Maafkan saya! Saya mementingkan diri saya sendiri tanpa mementingkan diri kamu." Ucap Dapa parau, ia semakin bersalah karena luka dan rasa sakit yang Senja rasakan adalah ulah dirinya.
TOK! TOK!
Suara ketukan pintu mampu membuat Dapa yang kini sedang memandangin Senja setelah mengganti baju teralihkan fokusnya. "Silahkan masuk!." Jawab Dapa dari dalam.
Terlihat jelas di balik pintu Ibu Ayu, ia terlihat sangat datar wajanhnya jika bertemu atau bersitatap dengan Dapa, "Bisa bicara sebentar?." Ucap Ibu Ayu sembari menatap Dapa yang terlihat begitu dengan telaten merawat Senja.
Dapa mengangguk mengiyakan, ia dengan hati-hati keluar bersama Ibu Ayu yang berjalan lebih dahulu daripada Dapa. Kini Dapa dan Ibu Ayu berbicara di luar rumah sembari duduk yang terdapat kursi di depan.
"Ada apa, Bu?." Tanya Dapa yang tak tahu maksud Ibu Ayu ingin berbicara kepadanya. "Senja terlalu terluka, bukan hanya fisik saja melainkan batin juga." Ucap Ibu Ayu yang menatap lurus ke depan, ia bisa merasakan penderitaan yang di alami Senja.
__ADS_1
Dapa diam membungkam, ia memang membenarkan perkataan Ibu Ayu. "Jangan biarkan Senja terus seperti itu, maaf jika saya lancang mengatakan hal seperti ini! Saya tahu bagaimana pertumbuhan Senja dari kecil hingga sebesar ini. Dan perlu anda tahu! Senja dewasa dengan kemandiriin yang tinggi, ia hidup dengan sederhana. Tidak ada yang tahu bagaimana keras nya hidup yang Senja rasakan, ia harus bisa membantu saya mencari beberapa penghasilan." Jelas Ibu Ayu panjang lebar, Ibu Ayu tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi di tahannya.
"Setelah mendengar cerita dari Senja, saya tahu dia sangat-sangat terluka dengan keadaan seperti ini. Senja bahkan tidak menginginkan hal yang seperti ini terjadi, ia hanya ingin hidup bahagia dengan keluarga yang harmonis penuh dengan kasih sayang." Ucap Ibu Ayu panjang lebar, drinya ingin mencoba menyadarkan Dapa tentang semua perlakuan yang dia lakukan kepada Senja.
"Sebenarnya, Senja bisa berada di sini karena orang tua nya yang meninggalkannya di depan pintu Panti Asuhan." Jeda Ibu Ayu yang ingin melihat ekspresi Dapa yang sedikit terkejut. "Orang tua Senja sebenarnya masih hidup hingga saat ini, dan kini Senja sudah menemukan orang tua yang selama ini di cari oleh Senja." Lanjut Ibu Ayu sesaat melihat wajah Dapa yang semakin di buat terkejut dengan masa lalu Senja.
"Siapa orang tuanya, bu? Tanya Dapa yang penasaran dengan kedua orang tua Senja, bila perlu ia akan menemui orang tua Senja.
"Orang tua yang selama ini di cari adalah orang tua dari Istri yang anda cintai, dia adalah kedua orang tua Andini." Jeda Ibu Ayu yang saat ini melihat wajah Dapa terkejut bukan main, dirinya tak menyangka jika sebuah kejutan akan terungkap malam ini.
"Orang tua Senja adalah orang tua Ibu Anjani yang bisa di artikan bahwa Ibu Anjani adalah Kakak dari Senja. Maka dari itu, mengapa Ibu Anjani sangat menyayangi Senja, melainkan ia merasa bahwa ada yang berbeda di dalam diri Senja." Ucap Ibu Ayu kembali, ia terpaksa mengatakan ini supaya Dapa secepatnya sadar.
"Apa Ibu sedang berbohong? Tanya Dapa tajam, ia tidak ingin termakan omongan Ibu Ayu yang takut sebuah kebohongan.
"Saya tidak ada gunanya berbohong, Senja adalah adik dari Ibu Anjani. Bisa di rasakan juga oleh anda bukan, Pak Dapa? Seharusnya anda mengetahui hal ini lebih dulu dari pada saya, tapi anda ternyata belum mengetahuinya." Ucap Ibu Ayu yang mampu membuat Dapa bungkam seketika, ia tidak mampu mengucapkan kata apapun.
'Pantas perlakuan Anjani di rumah sakit berbeda kepada Senja, mengapa aku tidak di beritahu oleh Anjani? Batin Dapa yang begitu banyak tanda tanya di dalam benaknya, ia ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi sebenarnya.
"Dan tentang kematian Anjani, itu semua tidak sepenuhnya salah Senja. Perlu anda tahu! Ada sebuah takdir yang harus memisahkan seseorang kepada orang yang dirinya cintai. Seharusnya anda tahu, semoga anda mengerti." Ucap Ibu Ayu setelah itu berlalu dari sana untuk membiarkan Dapa memikirkan hal selanjutnya yang akan di lakukannya.
Dapa termenung dengan semua perkataan Ibu Ayu tadi, dirinya seperti orang bodoh yang tidak tahu menahu soal identitas Senja terlebih dahulu. Seharusnya ia menyadari saat di Rumah sakit kemarin hingga orang tua Anjani yang sangat melindungi dan menyayangi Senja seperti seorang anak.
__ADS_1