
Beberapa menit berlalu, Senja merasa seluruh badannya sangat panas dan gerah. Padahal dirinya sudah menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, ia tidak tahu mengapa rasa panas di dalam dirinya terasa berbeda.
Senja yang tak kuat segera berlari kecil guna meneltralisirkan rasa panas dan gerah yang menyambar ke seluruh badannya. Tanpa di ketahui, pergerakan Senja di lihat oleh seseorang yang menatapnya heran dengan tingkah laku Senja.
Kini Senja sedang berada di toilet, ia merasakan panas yang semakin menjadi di dalam tubuhnya. "Arghhh, mengapa bisa seperti ini? Perasaan aku tidak makan dan minum sembarangan." Ucap Senja di sela-sela meringisnya yang merasa rasa panas dan juga gerahnya semakin bertambah.
Senja mencoba dengan mengusap wajahnya menggunakan air supaya terasa lebih dingin, tapi nyatanya tidak. Ia merasa semakin kepanasan, Senja yang tak kuasa menahannya dengan cepat keluar dari toilet untuk segera pulang, ia tidak memperdulikan hal apapun.
BRUKK
Senja yang baru saja keluar dari toilet tanpa sengaja menubruk badan tegap seseorang, dengan sigap Senja mendongak dan mendapati wajah seseorang kini menatap Senja heran.
"Kenapa?
"Panas! Ini sangat menyiksaku. Ini benar-benar panas, dan aku tidak bisa menahannya." Ucap Andini parau, ia memeluk seseorang tersebut sembari bergelayut manja di leher nya.
Seseorang tersebut menatap Senja lekat, ia seperti melihat tak beres dengan keadaan Senja. "Kau makan atau minum apa terakhir? Tanyanya.
"Aku hanya minum yang di berikan oleh seseorang sshh." Jawab Senja yang kini semakin bergelayut bak orang yang merindukan sentuhan.
__ADS_1
Seseorang tersebut tersenyum miring, ia tahu Senja sedang dalam pengaruh obat perangsang. Seseorang tersebut akan mencari tahu siapa dalang dari semua ini dan ia juga akan berterima kasih karena ia akan melakukan dinas malam bersama Senja.
Seseorang tersebut dengan sekali gerakan mengangkat Senja ala bridle style, ia menatap Senja yang sudah penuh dengan keringat. Sebelum pergi, dia memerintahkan anak buahnya untuk berjaga agar acara tetap berjalan tanpa dirinya.
Setelah kepergian anak buahnya, dia membawa Senja menaiki lift yang akan membawanya ke lantai atas yang terdapat satu kamar miliknya. Di dalam lift, Senja benar-benar sudah di pengaruhi obat perangsangnya.
Dengan keberaniannya, Senja ******* bibir seseorang yang kini menggendongnya sangat rakus. Sedangkan seseorang tersebut tidak membuang kesempatan ini, ia membalasnya lebih ganas dari pada Senja.
"Seperti nya kamu sudah tidak kuat, istri kecil saya." Ucap Nya yang tak lain Dapa, Senja kini merasa bersyukur bahwa dirinya akan aman bersama Dapa, Suaminya.
Setelah sampai di lantai atas, Dapa membuka akses pintu kunci kamarnya. Setelah terbuka, dengan hati-hati Dapa membaringkan Senja yang sudah berkeringat bercucuran.
"Ini akan sakit di awal, tapi akan nikmat seterusnya. Bagaimana? Tanya Dapa mencoba memastikan keadaan sang istri yang kini sudah di luar kendalinya.
"Lakukan, Mas. Aku tidak apa-apa, lagi pula aku sudah menjadi milik kamu. Aku percaya, kamu bisa menyembuhkan aku." Ucap Senja sembari mengigit bibir bawah nya seperti menggoda Dapa.
"Baiklah Istri nakal! Nikmatilah." Ucap Dapa yang langsung menyerang Senja tanpa ampun, mereka bertempur hebat malam ini tanpa memikirkan acara yang sedang berjalan.
Dapa dan Senja saling menikmati aktivitas yang mereka lakukan saat ini, sebuah kebahagiaan kini tercetak jelas di wajah Dapa dan Senja. Mereka melakukannya dengan rasa cinta mereka sendiri, tanpa ada paksaan sama sekali.
__ADS_1
EUGHHH
Suara leguhan kini keluar dari bibir Senja yang menandakan bahwa dirinya kini sepenuhnya milik Dapa Putra Bagaskara. Hati Senja kini tenang, ia sudah merasakan kebahagiaan yang sangat amat ia nantikan. "Terima kasih." Ucap Senja lirih sembari menikmati kembali setiap sentuhan yang di berikan oleh Dapa Suaminya.
CUPP
"Saya mencintai kamu, Senja. Saya sepenuh nya milik kamu dan kamu juga sepenuh nya milik saya." Ucap Dapa yang suara nya di selimuti rasa gairah karena kini mereka mencapai puncaknya.
CUP
CUP
"Cepat hadir sayang, Daddy menunggu kamu di sini ya. Kami sudah berolahraga demi membuahkan hasil yang bagus, kami tunggu kamu disini." Ucap Dapa sembari mengelus perut rata Senja yang berharap segera hadir penerus dari dirinya. Sedangkan Senja, ia hanya tersenyum tipis. Ia bisa merasakan kebahagian setelah banyak nya penderitaan dan luka yang selalu ia rasakan.
'Aku sudah siap, kini permintaan ku sudah terkabulkan bukan? Aku sudah sangat-sangat bahagia.' Batin Senja yang bersiap untuk beristirahat setelah hampir se-jam mereka bertempur hebat.
'Aku bahagia, aku menyerahkan semua nya apa yang akan terjadi seterusnya. Segerakan hadir penerus dari keluarga kami.'~ Mutiara Senja.
'Saya bahagia, saya sangat mencintai gadis saya. Dia hanya milik saya, biarkan saya memiliki nya hingga maut memisahkan kami. ., saya mencintai kamu! Lebih dari pada nyawa saya.'~Dapa Putra Bagaskara.
__ADS_1