
Seorang anak kecil Balita, kini sedang menghamburkan bunga di sebuah makam di temani seorang pria yang tak lain adalah Daddy dari anak Balita tersebut.
"Bunda, Angkasa tangen." Ucap Balita tersebut yang bernama Angkasa sembari asik menghamburkan bunga.
Sedangkan pria tersebut tesenyum tipis melihat anaknya yang kini sedang asik dengan aktivitas nya. 'Saya merindukan kamu!.' Batinnya yang tak lain adalah Dapa.
Kini ia berada di sebuah makam untuk mengantarkan sang buah hatinya ke makam sang Bunda. 'Angkasa merindukan kamu, meski dia tidak melihat wajahmu sedikit pun.' Batin Dapa dalam hatinya, mengelus nisan tersebut hingga tak terasa air matanya jatuh tepat di pipinya.
"Dad, Bunda kok di sini?." Tanya Angkasa yang berparas lucu dan juga menggemaskan jika ada yang melihat wajah tampannya.
Dapa hanya tersenyum tipis sembari mengelus pucuk rambut Angkasa, buah hati kecilnya. "Sayang, Bunda udah tenang di sana. Bunda pergi jauh, dia ga bisa balik lagi. Maka dari itu, Angkasa harus jadi anak baik yah!." Jawab Dapa sembari menasehati sang anak yang langsung dengan cepat mengangguk.
"Siapp, Dad!." Ucap Angkasa, jika di lihat ia mirip sekali dengan Dapa. Mulai dari wajah, mata serta hidungnya yang sama persis seperti Dapa.
'Saya sudah menemukan cinta setelah kamu pergi, saya bahagia bisa memiliki kamu.' Batin Dapa yang kini menatap Angkasa, ia sudah mempunyai anak dari Istri nya ini.
"Mas!." Seru seorang wanita yang kini berjalan menghampiri Dapa dan Angkasa yang sedang berjongkok menghadap nisan.
__ADS_1
"Sayang, ini Mommy udah buatin kamu susu ya! Sekarang kamu minum ya!." Ucap wanita tersebut yang kini memberikan botol susu kepada Angkasa.
"Iyaa, Mommy siap! Makacii Mommy." Ucap Angkasa sembari meminum botol yang berisi susu untuk dirinya minum.
Wanita tersebut tersenyum tipis saat melihat Dapa yang kini menatapnya lekat, ia bisa merasakan apa yamg di rasakan Suaminya saat ini. "Saya semakin mencintai kamu, ?Senja ." Ucap Dapa lirih yang kini mengelus pipi wanita tersebut yang tak lain adalah Senja.
Senja tersenyum tipis, ia memegangt tangan Dapa yang sedang memegangi pipinya. "Aku juga mencintai kamu Mas. Kak Anjani tidak salah memilih kamu sebagai Suaminya." Ucap
Senja yang kini tersenyum manis ke arah Dapa.
Kini mereka berada di pemakaman untuk berziarah ke makam Anjani, mereka menyempatkan waktunya untuk ke sini. Dapa dan Senja sudah memerintahkan Angkasa untuk memanggil Anjani dengan sebutan 'Bunda', mereka menginginkan Angkasa menganggap Anjani sebagai 'Bunda'nya bukan Tantenya.
"Aku hanya berusaha keras untuk memecahkan dinding besar kamu, Mas. Selanjutnya hanya Dia yang mampu membolak-balikkan hati kamu, Mas. Aku hanya bersyukur bahwa segala usaha yang aku lakuka tidak sia-sia hingga sekarang, kita sudah di karuniai seorang anak lelaki yang menjadi pelengkap keluarga kita." Ucap Senja panjang lebar tak kalah menatap Dapa lekat, mereka sama-sama menyalurkan rasa cintanya di balik manik mata mereka.
Keduanya saling melempar senyum seperti mengisyaratkan kebahagiaan yang begitu menyertai mereka. Selalu ada pelangi setelah badai, dan Senja mempercayai kata-kata itu. Ia merasakan pelangi itu setelah badai besar yang dirinya lalui.
Angkasa Putra, balita yang kini menjadi pelengkap mereka berdua dalam menjalani bahtera rumah tangga. Harapan Dapa yang memiliki anak dari darah dagingnya kini terwujud, ia sangat bahagia dengan kehadiran putra tunggalnya.
__ADS_1
Senja tidak pernah menyangka jika dirinya bisa menjadi Istri dari Daddy angkat nya dahulu, ia tidak pernah menyangka jija takdir dirinya akan seperti ini. Dahulu, Senja hanya berharap bisa menemukan orang tuanya dan hidup bahagia.
Sebuah takdir yang begitu nyata kini mereka berdua hadapi, Dapa, seorang Daddy angkat bagi Senja kini sudah resmi menjadi Suami dari anak angkatnya. Tak ada yang tahu jalan takdir yang mereka lewati akan seperti ini,
hanya mereka berharap bisa menjalaninya dengan penuh kebahagiaan.
Perjalanan cinta memang tak mudah, selalu ingatlah! Hidup itu tidak praktis seperti Mie rebus, tapi perlu step by step yang harus di lewati oleh setiap orang. Apapun rintangan yang berada di hadapannya kini harus di lewati dengan suka maupun duka, boleh mengeluh, tapi tidak terus meneruk. Dunia begitu kejam, maka penghuninya harus bisa lebih kejam.
Kini Senja dan Dapa hanya perlu menikmati kebahagiaan karena telah melewati beribu-ribu duri yang tajam. Terutama Senja, ia sudah harus bahagia karena dirinya lah yang paling berjuang disini. Ia harus mati-matian menahan segala sesak, sakit bahkan luka agar segala usaha yang ia lakukan tidap pernah sia-sia.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah tentang kerasnya perjuangan seseorang, hanya perlu sabar dan terus maju. Jika terjatuh, bangkit lah! Dan jika kembali jatuh, bangkit lagi lah. Tak ada yang senang selalu di dunia ini, dan tak ada juga yang bersedih selalu di dunia ini. Semua akan adil terbagi karena sudah di tentukannya saat kita pertama kali di dunia ini. Kita hanya perlu Berjuang setelah itu Menikmati.
"Terima kasih Kak! Aku sudah bahagia sekarang, aku sangat menyayangi mu. Penderitaan serta luka yang tergores di dalam hati aku, kini telah terganti dengan cinta dan kasih sayang yang begitu menyeruak di dalam hati. Jalan takdir memang tak tahu,apapun itu,aku akan tetap menjalaninya." ~AMS
"Saya sudah memenuhi keinginan kamu, tapi di balik itu semua, saya memiliki cinta yang begitu dalam di hati saya untuk Senja, yang kini sudah resmi menjadi Istri saya. Tanpa kamu minta, saya akan selalu menjaga, menyayangi hingga mencintai sepenuh hati saya. Kesalahan yang pernah saya lakukan dahulu, saya akan segera menggantikan dengan sebuah kebahagiaan untuknya." ~APB
"We love you and we miss you!." Dapa dan Senja.
__ADS_1
"Angkasa, cayang Daddy, Mommy, Bunda!." Angkasa Putra.