Terpaksa Menikahi Anak Adopsi

Terpaksa Menikahi Anak Adopsi
Sikap Aneh Dapa


__ADS_3

Sinar matahari pagi mampu membuat pasangan Pasutri perlahan bangun, teelihat Dapa yang bangung terlebih dahulu setelah itu di susul oleh Senja. Mereka berdua tidur dengan posisi Pasutri yang telihat sangat romantis dan rukun.


CUP!


"Selamat pagi! Bagaimana dengan kondisi kamu? Tanya Dapa setelah memberikan Morning Kiss di kening Senja. "Aku sudah lebih baik dari pada kemarin, terima kasih." Jawab Senja yang merasa jika Dapa berubah drastis dari perilakunya.


Dapa tersenyum tipis, ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dari tadi malam Dapa terlihat berubah 180° yang membuat Senja serasa mimpi dan bingung.


"Apa kamu kuat bangun? Jika tidak, saya akan menggendong kamu ke kamar mandi." Tanya Dapa yang langsung di jawab dengan anggukkan cepat oleh Senja, ia tidak mungkin di gendong oleh Dapa meski dirinya sudah berstatus menjadi Suaminya.


"A-aku bisa sendiri, aku juga sudah sehat." Ucap Senja yang berusaha untuk bangun meski tenaganya masih belum pulih seutuhnya.

__ADS_1


GREP!


Dapa dengan sekali gerakan mengangkat Senja ala bridle style, "kamu tidak pandai berbohong di depan saya! Tidak usah di tutupi jika kondisi kamu masih lemah." Ucap Dapa yang dengan hati-hati membawa Senja menuju kamar mandi. Sedangkan Senja hanya diam, ia mengalungkan tangannya di leher Dapa dengan erat.


Setelah sampai di depan pintu kamar mandi, Dapa menurunkan Senja dengan hati-hati agar tidak terjatuh. "Mau saya temani di dalam? Tanya Dapa yang mampu membuat Senja melototkan matanya seperti ingin keluar dari tempatnya. "Jangan mesum, Mas. Kamu kok bisa se'mesum ini? Ucap Senja yang dibuat-buat galak mampu membuat Dapa tekekeh kecil, "saya hanya becanda. Jika selesai, panggil saya! Ucap Dapa yang di balas anggukkan oleh Senja.


"Dasar Dapa mesum! Bisa-bisanya kayak ini Senja sudah selesai membersihkan dirinya. Dengan hati-hati, Senja membuka pintu kamar mandi dan memperlihatkan suasana kamar nya. Ia menatap sekeliling yang ternyata tidak ada Dapa, ia dengan segera keluar dari kamar mandi.


Senja bernafas lega tak kala baju untuknya sudah tersedia di ranjangnya, ia berniat mengeringkan rambutnya terlebih dahulu sebelum dirinya memakai pakaiannya. "Aman Senja, aman!." Gumam Senja, yang khawatir akan ada orang yang masuk ke dalam kamarnya.


GREP!

__ADS_1


Sebuah tangan melingkar di pinggang Senja


yang membuat sang empu terkejut bukan main, dengan refleks Senja membalikkan badannya yang membuat dirinya terkejut bukan main. "Saya suka wangi rambut kamu." Ucap bariton yang mampu membuat Senja menegukkan ludahnya dengan susah payah.


"K-kok bisa masuk? Gumam Senja yang ternyata masih terdengar di telinga Dapa membuat sang empu tersenyum kecil, "kamu lupa untuk menguncinya, beruntung saya yang masuk bukan orang lain." Bisik Dapa tepat di telinga Senja membuat sang empu bergidik ngeri mendengar deep voice Dapa.


"A-aku lupa, iya, aku lupa." Ucap Senja sembari tertawa nyaring, ia dengan sekali gerakan menjauh dari Dapa. Detak jantung nya yang tak karuan selalu membuat dirinya salah tingkah jika berada dekat dengan Dapa. "Rileks Senja, tenang!." Gumam Senja pelan yang serasa jantungnya akan meloncat jika tidak cepat ia tenangkan.


Dapa tersenyum tipis melihat wajah Senja yang pucat pasi karena kedatangannya, "kuat? Kalau tidak saya akan membantu kamu." Ucap Dapa sembari menaikkan sebelah alisnya yang mampu membuat Senja yang melototkan matanya.


"Mas! Jangan Omass! Delik Senja yang membuat Dapa terkekeh kecil, ia suka sekali melihat Istri kecilnya marah. "Saya hanya menawarkan bantuan, apakah salah? Tanya Dapa dengan wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


Senja mengerutkan dahinya, apakah Dapa sedang mengajak dirinya berantam. "Bukan bantu itu, tapi mencari kesempatan dalam kesempitan. Udah keluar dulu deh Mas, aku mau pakai baju." Ucap Senja, sedari tadi dirinya geram dengan godaan-godaan yang di lontarkan oleh Dapa. 'Kenapa jadi begini? Apa yang terjadi sama Mas Dapa? Batin Senja tanda tanya, ia tidak tahu mengapa Dapa bisa berubah dari sikapnya yang dingin dan datar kini menjadi penuh Omas.


Dapa hanya mengiyakan kemauan Istri kecilnya, ia juga hanya becanda dengan penawarannya. Tapi, jika Senja menginginkan nya Dapa tidak sama sekali keberatan, melainkan sebuah keberuntungannya. 'Otak saya udah gak waras, tapi hanya saya lakukan bersama Istri kecil saya.' Batin Dapa sembari terkekeh kecil.


__ADS_2