Terpaksa Menikahi Anak Adopsi

Terpaksa Menikahi Anak Adopsi
Kejadian Yang Sesungguhnya


__ADS_3

TING!


Sebuah pesan masuk di dalam ponselnya, dengan gerak cepat Dapa membuka isi pesan yang memperlihatkan pesan dari seorang pesuruhnya yang menjaga 3 BG pada masa kejadian itu terjadi.


"Bos, tolong segera ke markas!." Itulah isi pesan yang di kirimkan oleh pesuruh Dapa. "Saya segera kesana, kalian tetap jaga mereka." Hanya balasan singkat yang di kirimkan Dapa kepada pesuruhnya.


'Sebentar lagi, sebentar lagi saya akan menemukan titik kebenarannya. Saya akan mengetahui semuanya.' Batin Dapa sembari tersenyum senang di dalam hatinya, ia tak sabar ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Anjani dan Senja.


Dapa sebenarnya bisa bertanya langsung kepada Senja, tapi ia urungkan niatnya karena tak ingin mengungkit masa menyakitkan Senja. 'Saya akan menjaga, merawat dan mencintai kamu lebih dari pada nyawa saya.' Batin Dapa sembari menunggu Senja selesai dengan aktivitasnya.


Sedangkan di sisi lain, Senja masih tak habis fikir dengan perubahan sikap Dapa yang terbilang cukup mendadak dan mampu mengejutkan dirinya. 'Ini aku mimpi atau bukan? Kak, maksud dari ini apa? Ini bukan siasat-Nya bukan? Batin Dapa yang merasa frustasi dengan perubahan Dapa.


Setelah selesai, Senja dengan segera keluar dari kamar nya. Ia terkejut tak kala mendapati seseorang yang kini berdiri tegak di depan pintu, dan yang mengejutkan Senja adalah senyuman manis yang di perlihatkan olehnya. "Mas Dapa? Ucap Senja pelan yang masih terdengar oleh Dapa.


"Masuk dulu! Saya masih ada beberapa hal penting yang harus di bicarakan kepada kamu." Titah Dapa yang langsung Senja turuti, lagi pula ua penasaran dengan hal penting yang akan di beritahukan oleh Dapa, Suaminya.


Dapa dengan pelan mengunci pintu kamarnya supaya tidak ada orang yang sembarang masuk, ia bergegas mendekati Senja yang kini sedang menatapnya bingung. "Saya ingin membicarakan soal 'kita'." Ucap Dapa sembari menekankan kata 'kita' diakhir kalimat.


"Tentang kita? Emang ada apa sama kita?. Atau Mas mau ngomongin masalah gugat--"


"Jangan sok tahu kamu ini, saya aja belum kasih tahu tentang apa yang akan saya bicarakan." Potong Daps sembari menatap Senja tajam, ia bahkan sudah melupakan pembicaraannya dengan Senja mengenai hal itu.


"Iya terus apa? Jangan sepotong-sepotong kalau ngomong." Ucap Senja sembari memanyunkan bibirnya yang merasa kesal karena sedari tadi Dapa mengatakannya setengah-setengah hingga membuat dirinya semakin penasaran.


CUP


Dapa dengan gerak cepat mengecup bibir Senja, sayang sekali jika dirinya menyia-nyiakan kesempatan yang tak datang dua kali ini. "Mas Dapa! Pekik Senja yang terkejut dengan pelakuan Dapa barusan, dirinya tidak percaya jika Dapa mengambil kesempatan sesaat dirinya sedang lengah.


"Ya makanya dengerin saya ngomong, kamu main potong-potong aja." Ucap Dapa sembari mengusap bibirnya sembari tersenyum kecil, "manis."


"Terserah, pokoknya cepetan ngomongnya." Ucap Senja sembari memasang muka tak bersahabat yang bukannya membuat Dapa takut, melainkan membuat dirinya gemas dengan tingkah laku Istri kecilnya.

__ADS_1


"Saya mau keluar setelah ini, kamu tetap disini dan jangan kemana-mana! Saya hanya sebentar." Ucap Dapa memulai pembicaraan mengenai dirinya yang akan pergi ke markas tempat biasanya.


"Aku ga di ajak? Tanya Senja yang kini sembari memasangkan wajah cemberutnya. "Saya mau kamu pulih, jadi saya minta kamu di sini istirahat dengan benar! Saya tidak akan lama." Jawab Dapa yang sukses membuat Senja semakin memasang wajah tertekuk.


Dapa mengusap pucuk rambut Senja dengan lembut, "saya tidak mau jika kamu ikut, kamu akan sedih. Jadi tolong! Dengarkan saya sekali ini saya, ya! Ucap Dapa yang langsung di jawab anggukkan oleh Senja meski terlihat jika wajahnya tak ikhlas.


"Dan malam ini, akan ada pertemuan dengan kolega bisnis yang selalu di adakan setiap sebulan sekali. Saya mau kamu ikut dengan saya, karena berita tentang saya dan kamu sudah menyebar luas." Ucap Dapa yang membuat Senja diam sejenak.


"J-jangan, Mas!. Aku ga mau orang tahu kalau aku ini Istri kamu, karena aku tahu, kamu belum bisa meneri--"


"Saya sudah menerima kamu, Mutiara Senja. Saya tidak akan pernah membiarkan kamu di miliki orang sekalipun, jika pun ada, saya akan melenyapkannya karena telah menyentuh bahkan menyukai yang sudah menjadi milik saya." Ucap Dapa yang sukses membuat Senja tertegun, ia takut jika Dapa melakukan ini hanya karena suatu pesan yang mengharuskannya berperilaku seperti ini.


"Mas! Aku mohon, jangan seperti ini. Aku gak mau Mas melakukan ini hanya karena terpaksa, jangan melukai diri Mas sendiri. Aku gak papa kok, jangan pikirin aku." Ucap Senja yang kini menatap Dapa memohon, ia tidak ingin di kasihani karena seseorang yang notabane nya masa lalu Dapa yang masih belum bisa ia lupakan.


"Aku tahu, Mas masih menyukai Kak Anjani Jangan membohongi hati, Mas sendiri. Aku ikhlas kalau Mas mau menggug--"


CUPP


Senja yang terkejut hanya mengikuti Dapa yang sedang menguasai bibirnya, ia akui jika sedang melakukan seperti ini, ia sangat nyaman karena Dapa melakukannya dengan lembut.


Setelah beberapa menit, Dapa melepaskan tautannya. Ia menatap Senja dengan mata yang di penuhi gairah, tapi sebisa mungkin Dapa menahannya karena ini belum saatnya Dapa melakukan hal seperti itu kepada Senja Istri kecilnya.


"Saya tidak akan melakukan hal itu, saya akan mempertahankannya bagaimanapun caranya. Dengan cara tadi, itu sudah membuktikkan keseriusan saya." Ucap Dapa yang kini menatap Senja lekat, sedangkan sang empu hanya diam membisu sembari menatap Dapa teduh.


"Saya akan mengumumkan bahwa kamu adalah Istri saya, dan saya akan melangsungkan pernikahan secara terbuka kepada kolega bisnis saya." Ucap Dapa yang membuat Senja semakin diam membisu, apakah dirinya saat ini sedang masuk ke dalam mimpi tidur nya yang indah? Jika iya, tolong bangunkan dirinya sebelum ia akan menjadi orang gila.


"Ta--"


"Saya tidak menerima bantahan, kamu cukup menurut saja. Sekarang, kamu istirahat! Saya akan segera kembali." Ucap Dapa sembari tersenyum manis yang mampu menghipnotis Senja hanya dengan senyumannya.


CUPP

__ADS_1


Lagi dan lagi Dapa mengecup Senja, tapi kini berbeda tempat. Dapa mencium Senja tepat di kening nya cukup lama, ia tidak akan membiarkan Istri kecilnya menjadi milik orang lain. Hanya dia yang bisa memilikinya, tidak ada yang bisa menggantikan posisinya.


"Saya pergi." Pamit Dapa setelah mengecup kening Senja tanpa mengucapkan kata apapun, sedangkan yang mendapatkan perlakuan seperti itu membeku.


"Aku...bahagia..Kakk." Ucap Senja lirih yang mampu membuat dirinya menjatuhkan air matanya tepat di pipi mulusnya, ini adalah tangis bahagia sesungguhnya. Tak tangis luka di sana, dan ini benar-benar tangis bahagia yang di rasakan Senja.


-


-


Kini mobil Dapa terparkir tepat di sebuah markas yang cukup jauh dari perkotaan, tak ada yang mengetahui tempat ini selain Dapa dan para antek-anteknya.


Dapa keluar dengan aura dingin dan datarnya yang sangat terpatri di wajahnya, sudah banyak para pesuruhnya yang kini berada di depan pintu untuk menyambut kedatangannya.


"Dimana 'mereka'?." Tanya Dapa to the point, ia tidak bisa berlama-lama meninggalkan Istri kecilnya yang saat ini keadaannya sedang tidak baik-baik saja.


"Ada Bos, dia di ruang yang biasa kita berkumpul." Jawab salah satu anak pesuruh Dapa.


Dapa hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawabannya, ia dengan segera menuju tempat yang di ucapkan anak pesuruhnya. Ia hanya ingin mengetahui kebenaran yang sedari kemarin-kemarin tak pernah ia cari tahu.


Sebut saja Dapa bodoh karena tak pernah mencari tahu kebenaran yang terjadi, ia hanya mendengarkan ambisi dan egonya yang akhirnya membuat salah paham terjadi. Ia benar-benar merasa bersalah jika mengetahui bahwa Senja bukanlah dalang dari semuanya.


Kini Dapa sudah berada di ruangan yang di maksud, sudah ada 3 BG yang di perintahkan Dapa dahulu untuk menjaga Anjani dan Senja pasca kejadian itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Tanya Dapa dingin, ia tidak mau membuang-buang waktunya yang berharga untuk Istri kecilnya.


Mereka bertega dengan detail menceritakan kejadian hal terjadi saat itu, sedangkan Dapa hanya diam sembari mendengarkan cerita mereka dengan seksama. Hingga di akhir cerita, Dapa bisa menyimpulkan bahwa Senja bukanlah dalang dari semuanya. Bodoh! Dirinya sangat bodoh hingga bisa menyimpulkan hal seperti itu dulu.


"Maafkan saya! Gumam Dapa lirih yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri, ia merasa gagal sebagai seorang Pria yang menjaga wanita berharga nya.


"Terima kasih! Saya akan membiarkan kalian bekerja kembali dengan saya." Ucap Dapa sebelum dirinya keluar dari ruangan itu, sedangkan mereka merasa bahagia

__ADS_1


__ADS_2