Terpaksa Menikahi Anak Adopsi

Terpaksa Menikahi Anak Adopsi
Mulai Mencintai nya.


__ADS_3

Kini Dapa diam mematung melihat sebuah kegiatan yang dilakukan Istri kecilnya bersama anak-anak panti yang masih Balita. Senja terlihat bahagia yang tak pernah Dapa lihat senyuman bahkan tawanya sebelum ini.


'Bodoh sekali saya bisa menyia-nyiakan gadis yang begitu sempurna karena ego saya yang terlalu tinggi. Izinkan saya menebus apa yang telah saya lakukan kepada kamu hingga kamu menangis dan terluka.' Batin Dapa yang semakin merasa bersalah karena perlakuan dahulunya kepada Senja.


'Anjani saya sudah mencintai-Nya.' Batin Dapa kembali sembari mendekati Senja yang kini sedang bermain.


"Saya suruh istirahat, kenapa disini hmm?." Tanya Dapa lembut sembari membenarkan rambur Senja yang sedikit berantakan karena terlalu asik bermain dengan anak-anak Panti.


Senja hanya menampilkan deretan giginya, ia tidak nyaman berada di kamar seharian hanya untuk beristirahat. Lagi pula, dirinya sudah sembuh. Mengapa harus istirahat bukan? Lebih baik bermain bersama anak Panti yang membuat suasana hatinya terasa hangat dan sejuk.


"Aku bosen di kamar, Mas." Ucap Senja yang kini masih fokus bermain sembari mengasuh anak Panti yang berusia Balita ini. Tidak ada salahnya dirinya seperti ini bukan? Ia takut jika mereka tidak merasa mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya seperti dirinya sendiri.


Dapa hanya senyum tipis, ia mendekatkan bibirnya ke telingan Senja dan membisikkan sesuatu hingga membuat pipi Senja merah padam. "Kalau begitu, kamu harus buat bersama saya. Jadi, jika saya tidak ada. Akan ada anak kita yang menemani kamu." Bisik Dapa dengan suara deep voice yang mampu membuat Senja menegukkan ludahnya susah payah.


"Mas! Disini ada anak-anak. Kok kamu bisa berubah jadi Suami Omas siii! Biasa nya juga kalem, dingin, datar. Kamu kesambet apa, Mas? Ini kamu aslikan? Tanya Senja polos yang mampu membuat Dapa terkekeh, ia sangat menyukai Senja yang seperti ini.


"Iya, saya asli. Saya Suami kamu! Suami Mutiara Senja." Ucap Dapa yang sukses membuat Senja bungkam, ia menatap sendu Dapa yang kini menatap dirinya juga.


"Terima kasih, Mas. Kamu telah banyak berubah meski membuat aku tidak percaya." Ucap Senja lirih yang sukses membuat Dapa dia sembari menatap Senja lekat.


"Saya yang seharusnya berterima kasih kepada kamu, karena kamu gadis yang sangat hebat! Kamu rela bertahan dengan saya, selalu menunjukkan perhatian yang terkadang saya abaikan. Saya, Dapa Putra Bagaskara, mencintai Mutiara Senja." Ucap Dapa yang kini membuat mata Senja berkaca-kaca, ia berhasil! Ia sukses menaklukkan hati Dapa.

__ADS_1


Senja dengan tiba-tiba memeluk Dapa erat, sedangkan sang empu yang mendapatkan perlakuan itu membalasnya tak kalah erat. Dirinya menyukai tentanf Istri kecilnya, ia tidak akan melepaskannya. 'Kamu hanya milik saya!.'


Tanpa sepengetahuan mereka, sebuah pasang mata menatap mereka denga tatapan lembut. Ada seulas senyuman kecil melihat keharmonisan dan kerukunan Dapa dan Senja yang serasa menjadi pasang Pasutri yang penuh dengan kasih sayang dan limpahan cinta.


"Ibu bahagia Senja, kini semua nya sudah selesai. Ibu berharap, kamu akan bahagia bersama Pak Dapa. Ibu selalu bahagia jika kamu bahagia, ibu akan senantiasa berada di sisi kamu Senja Teruslah bahagia! Ibu senang melihat senyuman manis yang selalu kamu persembahkan untuk orang lain maskipun keadaan kamu sedang tidak baik-baik saja. Ibu menyayangi kamu selalu, Senja" Gumam Ibu Ayu yang kini bahagia melihat kebahagiaan Senja bersama Dapa.


-


-


Malam telah tiba, Senja sudah menggunakan gaun yang diberikan Dapa. Terlihat sangat sempurna di kenakan oleh Senja, sedangkan Dapa sekarang sudah menggunakan tuxedo yang serasi dengan gaun yang di gunakan Senja.


"Mas, aku ga usah ikut deh! Aku takut." Ucap Senja yang kini terlihat jelas rasa gugup dan takutnya.


"Mas! Aku bukan santapan. Masa iya aku di terkam, aku ini manusia Mas! Kamu kalau ngomong jangan suka ngelantur deh." Ucap Senja polos yang sukses membuat Dapa gemas mendengar nya.


"Baiklah-baiklah! Saya tidak akan membiarkan kamu lolos setelah pertemuan ini. Saya akan menjadikan kamu milik saya, seutuhnya! Ucap Dapa yang kini menatap Senja lekat, ia terpesona melihat Senja cantik malam ini.


Dapa sebenarnya tidak rela jika bahu mulus milik Istri kecilnya di lihat oleh banyak orang. Ia sebenarnya ingin memerintahkan Senja mengganti gaunnya, tapi sepertinya tidak cukup waktunya untuk melakukan hal itu.


"Saya minta sama kamu, jangan mau di ajak kemanapun oleh orang yang tak di kenal. Dan perlu kamu ingat, kamu hanya milik saya! Jangan mencari Pria lain! Ucap Dapa yang memperingati Senjq agar tidak berbuat sesuatu di sana.

__ADS_1


"Mas, buat apa aku cari Pria lain. Aku ngurusin kamu aja susah, apa lagi yang lain." Delik Senja sembari menatap Dapa nyalang, ia tidak mungkin mencari Pria selain Dapa.


Dapa hanya diam, ia tidak menggubris perkataan Senja. Dengan sekali gerakan, Dapa sudah melingkarkan tangannya di perut Senja.


"Sebelum kita berangkat, saya ingin mencoba hal-hal yang manis sepertu---"


CUP


Dapa dengan sekali gerakan ******* bibir merah Senja, ia tidak menyia-nyiakan waktunya . Sedangkan Senja hanya pasrah, ia membiarkan Dapa menguasai bibirnya yang terlihat menerima perlakuan Dapa.


Melihat Senja tidak ada perlawanan, Dapa segera mengggigit kecil bibir Senja yang mampu membuat sang empu membuka bibirnya karena terkejut. Sedangkan Dapa, ia tidak membuang kesempatannya. Dengan cekatan Dapa memasukkan l**ah nya masuk ke dalam mulut Senja, ia menjelajahi setiap inci rongga mulut Senja.


Beberapa menit berlalu, Dapa melepaskan lumatannya. Ia bisa melihat hasil ulahnya di bibir Senja yang kini sedikit membekak, Dapa hanya tersenyum puas melihat. Tak menunggu waktu lama, Dapa mendekatkan wajah ke leher jenjang Senja yang kini terekspor.


SSSHH


Senja meringis kecil saat Dapa menggigit kecil leher jenjang nya hingga meninggalkan jejak merah di lehernya. "Kamu hanya milik saya! Itu adalah tanda jika kamu milik saya." Ucap Dapa yang merasa puas dengan hasilnya, ia tidak akan takut jika melihat Pria tanda di leher Senja bisa di simpulkan Senja sudah ada yang memilikinya.


"Sakit Mas! Kamu ini gimana sih, jangan asal gigit-gigit! Ucap Senja yang kini menatap Dapa nyalang, ia begitu marah karena Dapa dengan seenak jidat menggigit lehernya yan membuat dirinya meringis kesakitan.


"Sudah! Ayo berangkat, nanti kita telat." Ucap Dapa sembari menggandeng tangan Senja lembut, ia tidak akan melepaskan tautannya di pertemuan nanti.

__ADS_1


Sebelum Dapa dan Senja pergi, mereka berpamitan kepada Ibu Ayu sekaligus berterima kasih kepadanya. Karena berkat Ibu Ayu, Dapa bisa mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang selalu di tutupi Senja selama ini.


"Ibu berharap kalian selalu bahagia." Itulah pesan yang di katakan Ibu Ayu, meski hanya singkat tapi berharga untuk Dapa dan Senja. Mereka berdua juga berharap jika itu terjadi, berharap penuh kejutan bahagia..


__ADS_2