
Suasana ramai di dalam bangunan megah bak istana di isi oleh para Pembisnis sukses yang sedang bertegur sapa sama lain. Acara ini di adakan oleh Dapa setiap bulannya, karena dirinya bisa menjalin kerja sama dengan baik bersama Pembisnis lain.
Dapa dan Senja turun dari mobil di ikut para BG yang sudah di perintah Dapw untuk mengawasi nya dan juga Istri kecilnya agar tidak ada sesuatu bahaya yang terjadi kepadanya dan juga Istri kecilnya.
Banyak kamera yang mengarahkan kepada Dapa dan Senja. Mereka semua penasaran dengan kebenaran hubungan antara Dapa dan Senja, sedari kemarin mereka mencari tahu tapi tidak ada yang bisa mengetahui nya karena aksesnya tertutup rapat.
"Bagaimana klarifikasi tentang foto yang tersebar di halaman internet Pak Dapa? Tanya salah seorang wartawan yang kini menunggu jawaban dari Dapa.
Dapa tersenyun tipis, ia bisa merasakan jika tangan Istri kecilnya dingin seperti mayat hidup. "Saya klarifikasi tentang foto yang saat ini sedang booming di halaman internet." Ucap Dapa masih dengan memasang wajah datar sekaligus dinginnya.
"Orang yang berada di sebelah saya bukan kekasih saya." Ucap Dapa menjeda perkataannya sembari melepaskan tautan tangannya.
Senja seketika diam mematung, seharusnya ia tidak ikut bersama Dapa hingga akan berakhir memalukam seperti ini. Ia tidak menyangka jika Dapa akan melakukan hal ini di depan wartawan.
Senja sudah melangkah pergi, ia tidak mau berada di tempat ini. Seharusnya dirinya sadar bahwa seharusnya ia tidak berada disini. "Apakah ini hanya kebahagiaan sesaat?
Belum genap Senja melangkah pergi, sebuah tangan melingkar di pinggangnya yang mampu membuat dirinya terkejut. "Melainkan dia adalah Istri saya." Ucap Dapq sembari tersenyum manis ke arah Senja yang kini sedang menatapnya lekat.
"Saya menutupi pernikahan saya karena tidak mau Istri saya yang cantik ini di ambil oleh orang lain, tapi sekarang saya akan memberitahukan bahwa pernikahan saya akan di gelar kembali secepatnya." Ucap Dapa setelah itu melangkah pergi masuk ke dalam sebuah gedung mewah tanpa melepas tangannya di pinggang Senja.
Semua berdecak kagum kepada gadis yang kini di bawa oleh Dapa, banyak para Pria tampan yang kini sedang menatap Senja kagum.
"Kalau masih lajang, saya nikahin dia!"
__ADS_1
"Saya sudi jika harus menjadi kedua untuk bidadari seperti dia."
"Mengapa bidadari bisa menyasar kesini? Apa dia membutuhkan seorang pengawal untuk menjaganya? Saya siap pasti."
Dan masih bamyak omongan para Pembisnis yang tidak henti-hetinya menatap Senja penuh harap jika mereka bisa memiliki gadis itu. Sedangkan tanpa mereka sadari, sudah ada aura tajam yang sedari tadi menatap mereka dengan nyalang.
"Saya tidak terima melihat ini, jika bukan karena acara ini penting, saya tidak akan mengadakannya." Desis Dapa yang tak terima jika banyak yang melihat Senja dengan tatapa kagum, terutama kaum wanita.
Sedangkan di sisi lain, sebuah sorot mata tajam menatap Senja tajam. Ia seperti memberikan tatapan permusuhan begitu dalam kepada Senja karena tanpa sengaja melihat tanda merah di leher jenjang Senja yang begitu mulus. "Saya akan membalasnya!." Gumamnya.
Acara begitu sangat meriah, banyak sambutan yang di berikan para Pembisnis. Begitu pula dengan Dapa yang juga memberi sambutan selalu pembuat acara ini sekaligus memperkenalkan Senja yang notabane nya Istri kecil miliknya.
"Jika ada yang menyentuh, melukai bahkan ketahuan menyukainya. Dia akan habis di tangan saya." Ucap Dapa dingin ketika memberi sambutan yang mampu membuat para Pembisnis menegukkan ludahnya sulit karena mendengar ancaman Dapa.
Kini Dapa sedang sibuk bersenda gurau sekaligus menyapa para Pembisnis, sedangkan Senja hanya duduk di kursi tamu penting sembari menikmati hidangan yang di sediakan disana.
Tiba-tiba seorang wanita dengan gaun kurang bahan mendekati Senja sembari membawa 2 gelas minuman untuk dirinya dan juga Senja mungkin.
"Selamat malam Ibu Senja, maafkan saya atas kejadian yang kemarin." Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Clara, ia tersenyum manis menatap Senja.
Sedangkan Senja, ia hanya tersenyum tipis. Sebenarnya ia risih dengan kedatangan Sekretaris yang pernah di ceritakan oleh Suaminya. Meskipun seperti itu, Senja mencoba berbaur dengan baik bersama Sekretaris Suaminya, jika tidak salah namanya Clara.
"Tidak apa-apa, saya sudah melupakan kejadian itu. Lagi pula, saya dan Suami saya sudah baik-baik saja." Jawab Senja seadanya, ia enggan untuk dekat dengan Clara. Entah mengapa, auranya begitu berbeda jika dirinya dekat dengan Clara.
__ADS_1
Clara tersenyun tipis, ia memberikan segelas minuman kepada Senja. "Sebagai tanda maaf saya,btolong bersulang dengan saya. Saya berharap anda menerima nya." Ucap Clara sembari menyondorkan gelasnya ke hadapan Senja.
Senja diam sejenak, ia tidak mau membuat Dapa malu karena dirinya yang menolak orang untuk meminta maaf kepada nya. Dengan terpaksa, Senja mengambil segelas minuman yang di beri oleh Clara.
TINGG
Gelas Senja dan juga Clara di tubrukan dengan hati-hati, setelah itu Senja dan Clara meminumnya dengan tenang tanpa ada rasa curiga sedikit pun.
'Hubungan mu akan segera memburuk kembali.' Batin Clara sembari tersenyum miring di balik gelas yang ia minum.
Senja yang merasa haus, meminum hingga tandas tak ada sisa sama sekali. "Terima Ibu Senja, saya sangat berterima kasih karena sudah bersedia bersulang dengan saya." Ucap Clara sebelum berpamitan pergi sembari melihat pertunjukan menarik yang akan terjadi berikutnya.
Beberapa menit berlalu, Senja merasa seluruh badannya sangat panas dan gerah. Padahal dirinya sudah menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, ia tidak tahu mengapa rasa panas di dalam dirinya terasa berbeda.
Senja yang tak kuat segera berlari kecil guna meneltralisirkan rasa panas dan gerah yang menyambar ke seluruh badannya. Tanpa di ketahui, pergerakan Senja di lihat oleh seseorang yang menatapnya heran dengan tingkah laku Senja.
Kini Senja sedang berada di toilet, ia merasakan panas yang semakin menjadi di dalam tubuhnya. "Arghhh, mengapa bisa seperti ini? Perasaan aku tidak makan dan minum sembarangan." Ucap Senja di sela-sela meringisnya yang merasa rasa panas dan juga gerahnya semakin bertambah.
Senja mencoba dengan mengusap wajahnya menggunakan air supaya terasa lebih dingin, tapi nyatanya tidak. Ia merasa semakin kepanasan, Senja yang tak kuasa menahannya dengan cepat keluar dari toilet untuk segera pulang, ia tidak memperdulikan hal apapun.
BRUKK
Senja yang baru saja keluar dari toilet tanpa sengaja menubruk badan.
__ADS_1